Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Waktu dan Prosedur Membersihkan Gigi Anjing Peliharaan ke Dokter Hewan

Kompas.com, 28 Februari 2022, 15:05 WIB
Nabilla Ramadhian,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain bulu, gigi anjing peliharaan juga perlu dirawat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya. 

Kamu dapat menggosok gigi anjing di rumah atau membersihkannya secara profesional seperti membawa sahabat bulu ke dokter hewan

Akan tetapi, perlukah membersihkan gigi anjing secara profesional dan seberapa sering harus membersihkannya ke dokter hewan?

Baca juga: Ketahui, Ini Perbedaan Memainkan dan Mengajak Anjing Bermain

Wajib dibersihkan setidaknya setahun sekali

Ilustrasi anjing Shih Tzu Unsplash/Karsten Winegeart Ilustrasi anjing Shih Tzu
Dikutip dari Martha Stewart, Senin (28/2/2022), dokter hewan di Paw.com, Adam Christman, menjelaskan, gigi anjing peliharaan harus dibersihkan secara profesional setidaknya setahun sekali.

Akan tetapi, anjing yang memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk mengalami penyakit periodontal lanjut harus dibersihkan giginya secara profesional dua kali dalam setahun.

Baca juga: 5 Tips Sebelum Memelihara Anjing, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Adapun dua jenis anjing dengan disposisi lebih tinggi akan penyakit tersebut adalah anjing brachycephalic dan dolichocephalic.

Dilansir dari situs resmi Hunt Valley Animal Hospital, brachycephalic merupakan sebutan untuk anjing dengan moncong pendek dan wajah rata seeperti ras anjing Pug, Shih Tzu, dan Bulldog.

Sementara itu, disadur dari Psychology Today, dolichocephalic adalah sebutan untuk anjing yang memiliki struktur tulang kepala memanjang seperti Dachshund, Whippet, dan Greyhound.

Baca juga: 12 Ras Anjing Asal Inggris, dari Bulldog hingga Terrier

Prosedur pembersihan gigi anjing 

Ilustrasi anjing Dachshund Unsplash/Marcus Wallis Ilustrasi anjing Dachshund
Christman menjelaskan, ada beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter hewan saat membersihkan gigi anjing peliharaan. 

Pertama, anjing peliharaan akan melalui anestesi umum, lalu tidak jarang gigi anjing dapat dicabut selama pembersihan. 

Sebab, kata Christman, ada kemungkinan dokter hewan menemukan abses, paparan akar, atau resesi gusi pada mulut anjing.

Baca juga: Bisakah Anjing Mengenali Pemiliknya yang Mengenakan Masker?

Sama dengan langkah pembersihan gigi yang dilakukan dokter gigi, dokter hewan juga akan membuat bagan gigi, scaling, pemolesan, radiografi gigi, dan langkah lain untuk menyempurnakan kesehatan gigi anjing. 

“Karena selalu di bawah anestesi umum, saya selalu mengatakan kepada pemiliknya kalau hewan peliharaan mereka mungkin akan merasa grogi karenanya selama satu atau dua hari,” pungkas Christman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau