Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Pelapis untuk Melindungi dan Meningkatkan Keindahan Furnitur Kayu

Kompas.com, 4 Maret 2022, 09:07 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Furnitur kayu tidak hanya memberikan tampilan yang cantik dan alami ke ruangan, tapi juga menghadirkan gaya abadi yang menjadikannya tambahan bagus untuk rumah.

Furnitur kayu juga dapat menambahkan karakter yang kaya ke berbagai ruangan di rumah seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, bahkan dapur

Baca juga: Cara Merawat dan Membersihkan Furnitur Kulit agar Tetap Berkilau

Namun, lantaran merupakan bahan alami, kayu memiliki kecenderungan retak dan membengkak.

Karena itu, penting menggunakan pelapis kayu untuk meningkatkan keindahan kayu serta melindunginya dari kelembapan dan kondisi lingkungan eksternal lainnya.

Ada berbagai macam pelapis kayu yang tersedia di pasaran. Pilih pelapis yang paling cocok untuk permukaan atau furnitur kayu di rumah Anda. 

Dikutip dari Architectural Digest, Jumat (4/3/2022), berikut ini enam pelapis kayu untuk furnitur yang bisa menjadi pilihan. 

Baca juga: 5 Cara Super Efektif Mengatasi Rayap di Furnitur Kayu

Minyak finish atau oil finish

Ilustrasi furnitur kayuUnsplash/Nathan Oakley Ilustrasi furnitur kayu
Kayu termasuk minyak alami yang dapat mengering dalam jangka waktu tertentu. Berbagai jenis minyak seperti minyak biji rami, minyak cedar, dan minyak tung dapat digunakan sebagai lapisan pelindung untuk membantu kayu mempertahankan kadar airnya.

Minyak menembus ke dalam kayu dan memberikan tampilan yang lebih kaya serta alami. 

Pernis

Pernis banyak digunakan untuk melapis permukaan dan furnitur kayu. Pernis memiliki hasil akhir yang sangat tahan lama serta tersedia dalam hasil akhir matte dan high-gloss.

Pernis cepat mengering dan cocok untuk di dalam ruangan. Namun, satu kelemahannya adalah rentan terhadap goresan. 

Baca juga: 4 Keuntungan Memiliki Furnitur yang Bisa Dilipat 

Varnish 

Varnish adalah jenis pelapis kayu berbasis minyak yang populer. Pelapis ini memiliki hasil akhir transparan dan menawarkan perlindungan UV yang sangat baik sehingga sangat direkomendasikan untuk furnitur kayu luar ruangan.

Namun, varnish dapat menimbulkan semburat kekuningan selama periode waktu tertentu. 

Baca juga: 4 Tips Memilih Furnitur untuk Ruang Makan yang Nyaman dan Awet

Shellac 

Ilustrasi furnitur kayuUnsplash/Nathan Oakley Ilustrasi furnitur kayu
Shellac adalah hasil akhir yang ramah lingkungan karena terbuat dari lilin alami yang dilepaskan dari serangga lac. Pelapis kayu ini tersedia dalam berbagai warna dan meningkatkan keindahan butiran alami kayu.

Shellac sangat cocok untuk furnitur kayu luar ruangan seperti teras dan taman. Shellac direkomendasikan untuk furnitur kayu keras seperti walnut, mahoni, dan pelapis veneer lainnya. 

Baca juga: Cara Merawat Furnitur Berlapis Kulit agar Awet dan Tahan Lama 

Pelapis berbahan dasar air

Jika ingin memberikan tampilan alami pada furnitur kayu, pertimbangkan pelapis berbahan dasar air atau water-based finish. Pelapis kayu ini mempunyai hasil akhir yang tipis dalam konsistensi dan mudah kering.

Polyurethane finish

Polyurethane adalah lapisan sintetis tahan pakai yang membentuk lapisan plastik pada permukaan kayu. Ini menawarkan ketahanan kelembapan yang sangat baik dan sangat cocok untuk daerah pesisir.

Polyurethane juga direkomendasikan untuk furnitur kayu yang sering mengalami keausan. Namun, itidak cocok untuk furnitur kayu luar ruangan dan lapisannya dapat retak dalam jangka waktu tertentu sehingga memerlukan perbaikan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau