Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 9 Maret 2022, 15:45 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Healthline

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemunculan tikus di rumah tak lain karena mencari makanan, kehangatan, atau tempat berlindung. 

Hewan pengerat ini sering menyebabkan kerusakan di rumah seperti mengunyah kabel listrik, menggeroti kayu, masuk ke lemari, dan merusak makanan dengan menggerogoti tas penyimpanan, bahkan wadah plastik

Baca juga: 5 Cara Efektif Mengusir Tikus di Plafon Rumah

Tikus berkembang biak dengan cepat dan menyebarkan penyakit di rumah. Tikus meninggalkan jejak urine dan feses yang mengandung bakteri serta virus, yang menyebabkan penyakit seperti hantavirus, pes, juga leptospirosis. 

Tikus juga dapat melewati ruang sempit karena ukurannya yang kecil, Bahkan celah atau lubang sekecil seperempat inci dapat dilewatinya sehingga perlu mneyegelnya segala celah di rumah. 

Untuk itu, keberadaan tikus di rumah perlu segera dibasmi demi menjaga kebersihan rumah dan kesehatan anggota keluarga. 

Tanda adanya tikus di rumah bisa diketahui dari adanya kotoran tikus, tempat sampah yang berantakan, makanan atau wadah makanan yang digerogoti, serta kabel listrik yang rusak.

Dilansir dari Healthline, Rabu (9/3/202), berikut tips membasmi tikus di rumah dan cara mencegah infestasinya. 

Baca juga: 5 Cara Mudah Mengusir Tikus di Kebun agar Tidak Merusak Tanaman 

Memelihara kucing 

Ilustrasi tikus di rumah. PIXABAY/CAPRI23AUTO Ilustrasi tikus di rumah.
Langkan mudah mengusir tikus di rumah adalah memelihara kucing. Seperti diketahui, kucing adalah musuh tikus. 

Bila tidak ada anggota keluarga yang memiliki alergi kucing, coblah memelihara kucing di rumah. Namun, jika memelihara ucing bukan pilihan, belilah kotoran kucing dan sebarkan pada area yang paling sering dikunjungi tikus.

Hal ini dapat bertindak sebagai pencegahan. Pastikan menjauhkan kotoran kucing dari jangkauan anak-anak, ibu hamil, lansia, serta mereka yang memiliki sistem imun lemah. 

Baca juga: 4 Cara Melindungi Kabel Mesin Cuci agar Tidak Dimakan Tikus 

Gunakan minyak esensial

Aroma minyak peppermint dan minyak cengkih yang kuat dapat membasmi tikus di rumah. Untuk membuatnya, basahi bola kapas dengan kedua minyak esensial tersebut dan letakkan pada area yang menarik tikus seperti laci, lemari, dan pintu masuk rumah.

Meski baunya tidak akan cukup mengusir tikus sepenuhnya, ini dapat bekerja bersama dengan metode lain. 

Baca juga: Kucing Makan Tikus, Sebaiknya Larang atau Biarkan?

Pasang perangkap manusiawi

Ilustrasi tikus menggigit kabel listrik. SHUTTERSTOCK/TOROOK Ilustrasi tikus menggigit kabel listrik.
Memasng perangkap manusiawi adalah salah satu tips membasmi tikus di rumah. Tips ini membuat tikus tetap hidup dan melepaskannya. Tempatkan perangkap di area rumah yang paling sering dikunjungi tikus dan periksa setiap pagi.

Tikus biasanya keluar mencari makan pada malam hari. Contoh makanan enak untuk menarik perhatian tikus, termasuk selai kacang, keju, dan popcorn mentega.

Pastikan melepaskan setiap tikus yang ditangkap setidaknya satu mil jauhnya dari rumah dan sebaiknya tidak di daerah yang berpenghuni. Jangan menyentuh tikus secara langsung untuk menghindari penyakit yang mungkin dibawanya. 

Baca juga: 3 Hal yang Membuat Tikus Masuk ke Rumah  

Coba larutan cabai

Ilustrasi tikusUnsplash/Belinda Fewings Ilustrasi tikus
Umpan beracun mungkin tampak seperti solusi yang mudah, tetapi bisa juga berisiko. Racun dapat membahayakan hewan peliharaan dan anak-anak di rumah.

Jadi, lebih aman menggunakan umpan dan perawatan yang tidak beracun seperti larutan cabai pekat. Semprotkan larutan pada tempat yang sering dikunjungi tikus,tapi jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan seperti di bawah kompor atau belakang lemari. 

Baca juga: Cara Membuat Racun Tikus Alami dari Singkong dan Air Kelapa 

Kemas ruang dengan wol baja

Selanjutnya, tips membasmi tikus di rumah adalah masukkan wol baja ke ruang sempit yang suka dimasuki tikus. Wol baja tidak mungkin dan tidak enak dikunyah oleh tikus. Ini juga bisa menciptakan pencegah alami bagi tikus

Blok dengan lakban

Setelah mengidentifikasi beberapa titik masuk yang dilalui tikus seperti di bawah wastafel,  sekitar pipa, atau di bagian belakang lemari yang terdapat kabel, tutupi area tersebut dengan selotip atau lakban sehingga tikus tidak bisa masuk ke rumah. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau