Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trik Membuat Insektisida Alami untuk Tanaman Sayur

Kompas.com, 12 Juni 2022, 12:29 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada beberapa titik selama musim tanam sayuran, pemilik kebun rumah cenderung menghadapi masalah menantang dengan hama serangga.

Ada berbagai produk insektisida atau pembasmi hama berbahan kimia yang dijual secara komersial, tetapi Anda dapat membuat obat pembasmi serangga di rumah

Dilansir dari Home Guides SF Gate, Minggu (12/6/2022), The University of California Integrated Pest Management Program, Amerika Serikat, menyarankan menggunakan insektisida paling tidak beracun terlebih dahulu untuk mengendalikan hama.

Baca juga: 7 Langkah Mudah Membersihkan Kasur dari Tungau dan Bakteri

Pengendalian bakteri

Ilustrasi menyiram tanaman dengan larutan insektisida atau pestisida. freepik Ilustrasi menyiram tanaman dengan larutan insektisida atau pestisida.
Bacillus thuringiensis, yang juga dikenal sebagai Bt kurstaki, adalah bakteri yang digunakan untuk mengendalikan hama serangga tertentu seperti ulat pemakan daun, looper, dan ngengat.

Bt menghasilkan senyawa beracun bagi serangga tersebut, tapi hindari menggunakannya sebagai pembunuh serangga berbasis luas karena efeknya kecil atau tidak sama sekali pada beberapa spesies serangga. 

Baca juga: 5 Tips Membuat Rumah Bebas Hama 

Insektisida nabati

Dari sekian banyak insektisida nabati, nikotin adalah salah satu yang paling sering digunakan. Ekstrak tembakau ini dijual sebagai semprotan serangga untuk mengatasi masalah hama seperti kutu daun, tungau laba-laba, dan thrips.

Sabadilla berasal dari spesies lily. Sebagai salah satu agen botani paling tidak beracun, sabadilla disetujui untuk digunakan pada sebagian besar sayuran dan paling efektif untuk mengendalikan ulat, wereng daun, serangga squash, serangga bau, dan thrips.

Baca juga: 3 Hama Penyebab Daun Tanaman Cabai Keriting dan Cara Mengatasinya

Rotenone adalah pembunuh serangga botani lain yang digunakan untuk mengatasi masalah dengan kutu daun, kumbang, ulat, dan thrips.

Terlepas dari label "alami", rotenone sangat beracun bagi ikan sehingga gunakan dengan hati-hati di dekat sumber air.

Meski relatif baru di Amerika Serikat, mimba telah digunakan sebagai insektisida di India dan Afrika selama lebih dari 4.000 tahun. Minyak dari pohon ini mengendalikan kutu kebul, penambang daun dan ulat. 

Baca juga: 5 Manfaat Kulit Jeruk di Kebun, Jadi Kompos hingga Usir Hama 

Tanah diatom

Ilustrasi menyemprotkan pestisida pada tanaman. SHUTTERSTOCK/ENCIERRO Ilustrasi menyemprotkan pestisida pada tanaman.
Tanah diatom adalah sisa-sisa fosil organisme sel tunggal akuatik yang disebut diatom. Diterapkan sebagai debu, sisa-sisa bubuk diatom memiliki kualitas seperti kaca yang menembus penutup tubuh luar serangga sehingga membuatnya mati karena dehidrasi.

Namun, ketika menggunakan tanah diatom, ini tidak membedakan antara serangga pengganggu dan serangga bermanfaat seperti kepik dan belalang sembah. 

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Dilakukan Seusai Pindahan agar Rumah Baru Bebas Hama 

Pestisida berbasis mineral

Pestisida berbasis mineral sering dianggap sebagai fungisida dan belum tentu sebagai pembunuh serangga. 

Belerang, misalnya, biasanya digunakan untuk mencegah jamur dan hawar, tetapi juga efektif mengendalikan serangga seperti psyllids, tungau laba-laba, dan thrips.

Selain itu, belerang kapur yang memberikan perlindungan terhadap penyakit busuk daun, antraknosa, dan embun tepung juga dapat membantu mengatasi masalah tungau, sisik, serta thrips eriophyid.

Campuran Bordeaux, kombinasi tembaga sulfat dan kalsium hidroksida adalah fungisida serbaguna yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama serangga. 

Baca juga: 3 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Pindah Rumah untuk Menghindari Hama 

Obat buatan sendiri

Anda juga bisa membuat semprotan pembunuh serangga alami di rumah menggunakan bahan-bahan dapur, termasuk bawang putih, bawang merah, dan cabai rawit. 

Campur ketiga bahan tersebut dengan sabun cuci piring cair dan air. Bahan rumah tangga lain yang dapat digunakan untuk membuat insektisida alami seperti baking soda, gula bubuk, asam borat, dan bubur jagung instan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau