Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Negara yang Melarang dan Membatasi Anjing Doberman Pinscher

Kompas.com, 2 September 2022, 12:41 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Pethelpful

JAKARTA, KOMPAS.com - Doberman pinscher dikenal sebagai ras anjing kuat, galak, berani, dan cerdas. Doberman pinscher menjadi salah satu ras anjing yang paling dihormati untuk pekerjaan polisi dan militer setelah German shepherd.

Namun, dengan pelatihan tepat dan rutin, Doberman bisa menjadi anjing peliharaan keluarga yang baik, penyayang, sangat setia, serta patuh.

Pasalnya, Doberman memiliki dedikasi kepada pemiliknya yang luar biasa, bahkan tidak tertandingi ras anjing lainnya. Kualitas-kualitas ini menjadikan anjing Doberman menjadi salah satu ras populer dan banyak dipelihara di dunia. 

Baca juga: Mengenal Anjing Doberman, dari Sejarah, Kepribadian, hingga Perawatan 

Apakah anjing Doberman berbahaya?

Ilustrasi anjing Doberman pinscher. PIXABAY/YamaBSM Ilustrasi anjing Doberman pinscher.
Doberman disalahartikan sebagai anjing yang agresif, galak, dominan, dan keras kepala. Padahal, kenyataannya, Doberman dibiakkan untuk perlindungan pribadi dan anjing penjaga. 

Meski distereotipkan sebagai salah satu anjing paling galak di dunia dan tangguh, tak sedikit orang yang menjadikan Doberman sebagai anjing peliharaan.

Doberman adalah anjing yang pendiam, sangat protektif, serta penyendiri yang tidak menyambut orang asing.

Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, dilansir dari Pethelpful, Jumat (2/9/2022), Doberman pinscher menempati peringkat relatif tinggi dalam agresi yang diarahkan oleh orang asing.

Apabila tidak dilatih dan disosialisasikan, anjing Doberman bisa menjadi dominan serta agresif.

Namun, di banyak negara, Breed Specific Legislation (BSL)—jenis hukum yang mengatur atau melarang ras anjing tertentu—menganggap secara alami anjing Doberman agresif sehingga dilarang atau dibatasi untuk memeliharanya.  

Baca juga: 5 Fakta Unik Anjing Doberman, Si Penjaga Terbaik yang Cerdas dan Setia

Kategori ras anjing terlarang dan terbatas

Ilustrasi anjing Doberman pinscher. PIXABAY/YamaBSM Ilustrasi anjing Doberman pinscher.
BSL setempat mengeluarkan daftar ras dan pedoman anjing, termasuk anjing mana yang dilarang dan boleh dipelihara dengan syarat tertentu.

Ras anjing yang tidak diperbolehkan dalam kondisi apa pun disimpan dalam kategori terlarang atau dilarang. Sedangkan ras anjing yang diperbolehkan dalam kondisi tertentu disimpan dalam kategori terbatas.

Menurut pedoman otoritas BSL setempat, seseorang dapat memasukkan anjing ke daftar ras terbatas dalam kondisi tertentu seperti berikut: 

  • Usia pemilik anjing harus lebih dari 16 atau 18 tahun
  • Pemilik sudah memiliki pengalaman dalam memelihara anjing
  • Anjing wajib memakai moncong atau penutup mulut di tempat umum
  • Seorang pemilik anjing hanya dapat membawa anjingnya ke tempat-tempat umum di antara slot waktu yang ditentukan seperti 22:00 hingga 06:00.  

Baca juga: Betulkah Anjing Doberman Galak dan Berbahaya? Ini Faktanya

Negara yang melarang atau membatasi anjing Doberman  

  • Bermuda (dibatasi) 

Bermuda memiliki undang-undang ketat untuk pemilik anjing serta ras anjing ras terlarang dan terbatas. Akuisisi anjing ras terlarang memerlukan persetujuan sebelumnya, tidak boleh diimpor, atau dibiakkan. 

Sekitar 20 ras anjing telah dibatasi di sini, termasuk Doberman. Anda harus selalu mengikat anjing Doberman saat berada di tempat umum, kecuali jika berada di area lepas yang telah ditentukan. 

  • Brasil (dibatasi) 

Ilustrasi anjing Doberman pinscher. PEXELS/dsd-143941 Ilustrasi anjing Doberman pinscher.
Selanjutnya, negara yang melarang atau membatasi anjing Doberman adalah Brasil. Pada 2005, BSL mulai berlaku di Brasil. Dalam aturan itu, beberapa ras anjing seperti pitbull, Rottweiler, Filas Brasil, dan Doberman dianggap anjing yang agresif secara alami serta jumlahnya dibatasi di tempat umum.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau