Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dijamin Sehat, Ini 4 Cara Membersihkan Udara di Dalam Rumah

Kompas.com, 12 April 2023, 19:45 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan, salah satu yang terpenting adalah kualitas udara yang Anda hirup.

Banyak pemilik berpikir bahwa udara di dalam rumah mereka bersih, tetapi kenyataannya ada beberapa faktor yang membuat udara kotor.  

Baca juga: Hindari, Ini 5 Kebiasaan Buruk dalam Membersihkan Rumah

Misalnya, bahan yang digunakan untuk membuat rumah dapat menyebabkan Anda menghirup udara tidak sehat. 

Selain itu, masalah jamur, debu, senyawa organik yang mudah menguap, dan pestisida menjadi faktor penyumbang udara di dalam rumah menjadi kotor. 

Tentu saja, udara di dalam rumah yang bersih dapat membuat rumah serta anggota keluarga lebih sehat. Untungnya, membersihkan udara di dalam rumah mudah dilakukan.

Dilansir dari Decor Tips, Rabu (12/4/2023), berikut sejumlah cara membersihkan udara di dalam rumah. 

Baca juga: Betulkah Tanaman Hias Bisa Membersihkan Udara Dalam Ruangan?

Ventilasi yang baik

Ilustrasi ruang tamu dengan nuansa warna pastel.SHUTTERSTOCK/GROUND PICTURE Ilustrasi ruang tamu dengan nuansa warna pastel.
Ini adalah metode paling sederhana dan penting. Memperbarui udara di rumah membantu memurnikan lingkungan.

Sangat penting memberikan ventilasi di rumah di setiap musim, bahkan pada musim dingin. Selama bulan-bulan yang lebih dingin, Anda dapat menyesuaikan durasinya. Hanya lima menit sudah cukup membersihkan udara di rumah.  

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini untuk Membersihkan Udara di Dalam Rumah

Masukkan tanaman hias 

Selanjutnya, cara membersihkan udara di dalam rumah adalah menggunakan tanaman hias. Ada beberapa tanaman hias yang memiliki manfaat memurnikan dan membersihkan udara di rumah serta menghilangkan racun di udara, seperti benzena, toluena, formaldehida, serta amonium. 

Memiliki dekorasi yang penuh dengan alam tidak hanya indah, tetapi juga menyehatkan. Tanaman, (melalui fotosintesis), menyerap karbon dioksida dari lingkungan dan mengeluarkan oksigen.

Dengan kata lain, tanaman menghilangkan udara yang buruk dan mengembalikan udara  bersih. 

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Udara di Kamar Tidur

Gunakan air purifier

Ilustrasi air purifier di dalam ruangan. Air purifier adalah salah satu cara menghilangkan polusi udara di rumah. SHUTTERSTOCK/220 SELFMADE STUDIO Ilustrasi air purifier di dalam ruangan. Air purifier adalah salah satu cara menghilangkan polusi udara di rumah.
Air purifier dan pembersih udara mampu menghilangkan unsur-unsur beracun dari atmosfer. Alat ini menangkap udara dari lingkungan menggunakan kipas yang melewati filter dengan partikel-partikel berbahaya tetap berada.

Dengan demikian, air purifier berhasil mengurangi konsentrasi partikel berbahaya bagi tubuh serta menjadi cara membersihkan udara di dalam rumah.

Ada tiga jenis air purifier, yakni ionizers, air purifiers, dan ozonizers.  Ionizer menggunakan partikel bermuatan listrik untuk meningkatkan kualitas udara.

Air purifier meningkatkan kualitas udara secara umum melalui filter, sedangkan ozonizer melakukan hal yang sama, tetapi menghasilkan gas ozon. 

Baca juga: 7 Tanaman yang Dapat Membersihkan Udara Kotor di Kamar Tidur

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau