Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Agustus 2023, 16:32 WIB
Dominikus Wirawan Kuncorojati,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanaman banyak dipilih untuk mendekorasi berbagai ruangan di rumah. Selain memperindah, tanaman juga menyegarkan serta membawa suasana alam.

Namun, bagi pemilik hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, perlu berhati-hati membawa tanaman hias ke rumah. 

Baca juga: 5 Tanaman Indoor Besar yang Dapat Membuat Ruangan Tampak Lua 

Pasalnya, ada beberapa tanaman hias yang tidak aman alias beracun untuk hewan peliharaan. Untungnya, ada sebagian tanaman hias yang aman. 

Dikutip dari Homes and Gardens, Rabu (16/8/2023), berkut sejumlah tanaman hias yang aman untuk hewan peliharaan.

Calathea

Ilustrasi tanaman hias Calathea orbifolia. SHUTTERSTOCK/FIRN Ilustrasi tanaman hias Calathea orbifolia.
Tanaman calathea memiliki warna dedaunan yang hadir dalam pola serta warna menarik, seperti hijau, perak, kuning, dan merah tua. Calathea juga menjadi salah satu tanaman hias yang aman hewan peliharaan. 

Calathea memiliki berbagai varietas indah, seperti whitestars, sanderianas, rattlesnakes, dan freddies. Perlu diingat, calathea merupakan tanaman tropis.

Letakkan calathea di tempat hangat dengan cahaya matahari terang, tetapi tidak langsung.

Baca juga: Tips Merawat Tanaman Calathea agar Subur dan Cantik

Jika diletakkan di tempat yang terkena cahaya langsung, corak daun tanaman dapat memudar, bahkan kosong.

Tanaman hias ini juga dapat bertahan dalam kondisi cahaya lebih rendah karena berasal dari hutan hujan dan terbiasa hidup di bawah kanopi pepohonan.

Namun, kondisi yang lebih terang memungkinkan calathea tumbuh subur,  bahkan berbunga. Cegah daun-daunnya menjadi kering dengan meletakkan pot di atas nampan berisi kerikil dan menyiramnya secara teratur dengan air suam-suam kuku.

Ekor keledai

Burro’s tail atau ekor keledai adalah sukulen yang menyukai sinar matahari langsung karena berasal dari daerah panas dan kering di Honduras dan Meksiko.

Tumbuh hingga sekitar 60 sentimeter, batang biru abu-abu yang indah akan menjuntai di sisi pot seiring pertumbuhannya.

Perlu diketahui, batang tanaman ekor keledai relatif rapuh dan mudah patah. Jika terjadi, manfaatkan sebaik-baiknya dengan melakukan repotting dan membuat tanaman baru.

Baca juga: Hati-hati, 8 Tanaman Hias Ini Beracun untuk Kucing

Ponnytail palm

Ilustrasi tanaman hias ponytail palm.Shutterstock/Yobab Ilustrasi tanaman hias ponytail palm.
Selanjutnya, tanaman hias yang aman untuk hewan peliharaan adalah ponnytail palm. Tanaman ini menyimpan air di batangnya yang berumbi, ideal bagi mereka yang kurang teratur dalam hal penyiraman atau sering berada jauh dari rumah.

Daun-daun hijau, seperti rambut, muncul dari bagian atas batangnya dengan tampilan seperti air mancur. Tanaman ponnytail palm berumur panjang serta dapat tinggi mencapai 90 sentimeter di dalam ruangan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau