Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 25 September 2023, 16:45 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com – Pel uap atau steam mop adalah alat pembersih rumah yang cukup populer. Dibandingkan dengan pel kain biasa, alat ini bisa membersihkan lantai dengan lebih mudah dan cepat.

Tak hanya, steam mop juga memiliki tingkat sanitasi yang tinggi karena uap bersuhu tinggi bisa membunuh bakteri maupun virus dengan cepat dan efektif.

Alat pel ini hanya membutuhkan air, sehingga Anda tidak perlu menggunakan pembersih lantai berbahan kimia.

Baca juga: Mengenal 5 Jenis Alat Pel dan Fungsinya untuk Membersihkan Lantai

Akan tetapi, alat pel uap tidak bisa digunakan untuk semua jenis lantai karena bisa menghasilkan suhu tinggi yang mengakibatkan cekungan dan kerusakan permanen pada lantai.

Ilustrasi mengepel menggunakan steam mopShutterstock/MBLifestyle Ilustrasi mengepel menggunakan steam mop

Steam mop hanya bisa digunakan untuk lantai keras seperti ubin keramik atau porselen dan lantai linoleum. Alat pel uap tidak boleh digunakan pada lantai kayu, laminasi, marmer, dan vinil.

Selain memperhatikan jenis lantai yang akan dibersihkan, cara membersihkan lantai menggunakan steam mop juga harus benar. Dilansir dari Better Homes & Gardens, Senin (25/9/2023), berikut penjelasannya.

Bahan yang perlu disiapkan

  • Sapu
  • Pel uap
  • Bantalan pel cadangan

Baca juga: Begini Cara Membersihkan Lantai Beton dengan Mudah

Bersihkan lantai menggunakan sapu

Sebelum dipel, lantai perlu dibersihkan terlebih dahulu menggunakan sapu. Tujuannya agar kotoran, debu, dan noda yang menempel bisa dihilangkan terlebih dahulu.

Jika tidak ada sapu, Anda juga bisa menggunakan vacuum cleaner. Setelah debu disapu, segera buang ke tempat sampah agar tidak terbang ke lantai yang sudah bersih.

Siapkan pel uap

Steam mop yang akan digunakan perlu diisi air terlebih dahulu. Kemudian pasang bantalan pel dan hidupkan alat tersebut.

Jika Anda belum pernah menggunakan alat pel uap, maka Anda bisa membaca terlebih dahulu buku panduan yang terdapat pada kemasan.

Mulai mengepel lantai

Cara mengepel lantai menggunakan steam mop diawali dengan membersihkan bagian sudut ruangan. Anda bisa mengepel dengan berjalan mundur perlahan agar tidak mengotori lantai yang sudah dipel.

Baca juga: Cara Mengepel Lantai dengan Benar Menurut Profesional, Tak Sembarangan

Saat mengepel, pastikan alat ini tetap bergerak dengan benar. Jangan biarkan alat pel berhenti di satu area karena bisa menyebabkan lantai rusak.

Ilustrasi steam mop atau alat pel uapShutterstock/j.chizhe Ilustrasi steam mop atau alat pel uap

Apabila bantalan steam mop sudah kotor, maka Anda bisa menggantinya terlebih dahulu dengan bantalan pel cadangan yang masih bersih. Penggantian bantalan pel ini bertujuan agar kotoran tidak menyebar ke seluruh lantai.

Biarkan lantai mengering dan cuci bantalan pel

Lantai yang sudah dipel perlu dibiarkan mengering sebelum dilalui. Sembari menunggu lantai kering, Anda bisa mencuci bantalan pel menggunakan tangan atau mesin cuci.

Anda bisa mencuci dalam air panas yang sudah dicampur dengan sabun. Jangan mencuci bantalan pel dengan pemutih klorin, meskipun bantalan pel sangat kotor.

Baca juga: Cara Membersihkan Lantai Kayu dengan Air dan Sabun Cuci Piring

Seberapa sering mengepel lantai menggunakan steam mop?

Alat pel uap sebenarnya bisa digunakan kapan saja asalkan material lantai bisa dibersihkan dengan alat ini. Steam mop bisa digunakan bergantian dengan alat pel lain.

Frekuensi mengepel dengan alat pel uap tergantung pada ukuran lantai, material lantai, san seberapa sering lantai tersebut dilalui.

Lantai yang sering dilewati seperti dapur, kamar mandi, dan koridor, perlu sering dibersihkan dibandingkan lantai di ruangan yang jarang digunakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau