Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 26 Oktober 2023, 21:17 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Brokoli memiliki reputasi sebagai tanaman sayur yang sulit tumbuh karena rentan terhadap beberapa hama.

Hama-hama ini dapat membuat tanaman brokoli gagal tumbuh, bahkan mati. Maka itu, penting mengetahui hama yang menyerang tanaman brokoli untuk memahami siklus hidup hama sehingga dapat memberantasnya pada waktu tepat. 

Baca juga: Cara Menanam Brokoli di Rumah, Mudah untuk Pemula

Jika menemukan hama pada tanaman brokoli, langkah pertama dan penting adalah mengidentifikasinya. Pasalnya, tidak semua hama diperlakukan dengan cara dan pada waktu yang sama.

Nah, dikutip dari The Spruce, Kamis (26/10/2023), berikut sejumlah hama yang kerap menyerang tanaman brokoli.

Kutu daun

Ilustrasi kutu daun.Shutterstock/Vera Larina Ilustrasi kutu daun.
Banyak semut pada tanaman brokoli adalah tanda kemungkinan adanya serangan kutu daun. Semut tertarik dengan "madu" bening dan lengket yang dikeluarkan kutu daun.

Kutu daun sangat kecil sehingga Anda mungkin hanya menyadarinya ketika ada serangan. Kutu daun dalam jumlah kecil dapat dibersihkan dengan semburan kuat dari selang. Jika itu tidak membasmi kutu daun, semprotkan tanaman dengan sabun insektisida. 

Baca juga: Benarkah Brokoli Bermanfaat untuk Kucing? Ini Penjelasannya

Ulat grayak

Sesuai dengan namanya, ulat grayak bergerak secara berkelompok. Ulat ini memakan tajuk bibit dan membuat kerangka daun tanaman.

Anda mungkin dapat mengidentifikasi ulat grayak yang lebih tua dengan ciri khas garis-garis yang membentang di sepanjang punggungnya.

Ulat dalam jumlah kecil dapat dipilih sendiri. Untuk serangan yang serius, gunakan produk yang mengandung Bacillus thuringiensis (Bt).

Produk ini hanya bekerja selama tahap larva, bukan pada ulat grayak dewasa, yang merupakan ngengat berbintik-bintik coklat. 

Baca juga: Cara Menanam dan Merawat Tanaman Kubis agar Panen Melimpah

Hama penggerek kubis

Ilustrasi hama penggerek kubis atau cabbage loopers. Shutterstock/RealityImages Ilustrasi hama penggerek kubis atau cabbage loopers.
Selanjtunya, hama yang kerap menyerang tanaman brokoli adalah hama penggerek kubis atau  cabbage loopers. Ini adalah hama brokoli lain yang larvanya melakukan semua kerusakan.

Panjangnya sekitar tiga sentimeter, berwarna hijau pucat dengan garis-garis putih tipis di setiap sisi tubuhnya.

Gerakan mereka sangat khas karena mtidak memiliki kaki. Hama penggerek kubis melakukan gerakan melingka, memakan lubang-lubang tak beraturan pada sebagian besar daun yang lebih tua, dan membuat lubang pada kepala tanaman brokoli atau kubis. 

Untuk membasminya, kumpulkan hama penggerek ini dalam ember berisi air atau obati dengan minyak mimba.  

Baca juga: Cara Menanam Kembang Kol di Pekarangan Rumah

Belatung akar kubis

Karena belatung akar kubis mencari makan di bawah tanah, larva serta kerusakan yang ditimbulkannya sulit dikenali.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau