Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menanam Brokoli di Rumah, Mudah untuk Pemula

Kompas.com, 25 September 2023, 18:35 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com – Brokoli adalah sayuran yang banyak disukai. Sayuran ini masih berkerabat dekat dengan kol dan kembang kol.

Tanaman brokoli biasanya dibudidayakan di lahan dataran tinggi yang suhunya dingin. Walaupun demikian, brokoli tetap bisa tumbuh di dataran rendah, asalkan perawatannya maksimal.

Tak hanya ditanam pada lahan luas. Brokoli juga bisa ditanam di pekarangan rumah. Dilansir dari buku Panduan Praktis Berkebun di Rumah Sendiri, Senin (25/9/2023), berikut ini cara menanam brokoli di rumah dengan mudah.

Baca juga: Benarkah Brokoli Bermanfaat untuk Kucing? Ini Penjelasannya

Persiapan tanam

Sebelum mulai menanam, siapkan terlebih dahulu bibit brokoli. Anda bisa membeli bibit di toko pertanian terdekat atau penangkar bibit.

Selain menyiapkan bibit, siapkan juga lahan yang akan ditanami. Gemburkan tanah dan buat bedengan. Jangan lupa untuk membuat parit agar bedengan tidak tergenang saat hujan.

Penanaman

Cara menanam brokoli di rumah diawali dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu. Kemudian, bibit brokoli yang siap tanam dimasukkan ke dalam lubang tersebut.

Ilustrasi brokoli. PIXABAY/JACQUELINE MACOU Ilustrasi brokoli.

Kemudian, tutup lubang tanam dengan tanah. Pastikan akar tertutup tanah dan padatkan agar bibit tidak mudah rebah.

Baca juga: Cara Menanam Asparagus di Rumah dengan Mudah

Perawatan tanaman

Tanaman brokoli membutuhkan pupuk dan air selama masa pertumbuhan. Maka dari itu, jangan lupa untuk menyiram tanaman setiap pagi atau sore hari.

Meskipun demikian, penyiraman tidak boleh berlebihan agar tanaman tidak busuk. Sementara itu, pupuk bisa diberikan saat menanam dan satu bulan setelahnya dengan pupuk lengkap.

Anda bisa memberikan pupuk kompos di sekitar tanaman saat awal penanaman. Pastikan kompos sudah matang agar nutrisinya bisa diserap tanaman dengan maksimal.

Selain memberikan pupuk, lakukan juga pengendalian hama dan penyakit. Biasanya, hama pada tanaman ini yaitu ulat yang menyerang akar dan daun.

Baca juga: 6 Cara Menanam Tanaman Sayur di Kebun agar Tumbuh Subur

Untuk mengendalikannya, Anda bisa menutup tanaman kol dengan kain kasa agar lalat tidak meletakkan telurnya di bagian tanaman.

Jika serangan sudah semakin masif, pengendalian bisa dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Panen

Tanaman brokoli bisa dipanen saat bunganya telah padat dan berwarna hijau. Pemanenan jangan terlambat karena rasanya kurang enak.

Cara panennya dengan memotong bunga brokoli menggunakan pisau yang bersih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau