Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Maret 2024, 21:00 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengepel lantai setiap hari akan membuat lantai rumah selalu bersih dan harum. Setelah mengepel, jangan lupa untuk membersihkan kain pel agar kembali bersih. 

Jika tidak segera dibersihkan, kain pel akan menghitam dan bau. Tak hanya itu, kain pel yang kotor juga memiliki daya serap yang tidak maksimal dan bisa menyebarkan kembali kotoran ke lantai. 

Baca juga: Cara Membersihkan Kain Pel agar Bebas Kuman dan Bau

Selain rutin dibersihkan, kain pel juga perlu dibersihkan secara mendalam atau deep clean agar seluruh kotoran di kain pel terangkat sempurna. 

Cara membersihkan kain pel secara mendalam tidak sulit. Dikutip dari Real Simple, Sabtu (16/3/2024), simak penjelasan selengkapnya berikut ini. 

Seberapa sering kain pel perlu dibersihkan?

Ilustrasi kain pel.SHUTTERSTOCK/JIANG DONGMEI Ilustrasi kain pel.

Idealnya, kain pel dibersihkan setiap kali selesai digunakan. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran dan bakteri penyebab bau. 

Jika tidak memiliki waktu untuk membersihkan kain pel secara mendalam, maka kain pel perlu segera dibilas dengan air bersih setelah selesai digunakan. Lalu, peras kain pel agar proses pengeringan lebih cepat. 

Baca juga: Kain Pel Baru Harus Dicuci Sebelum Digunakan, Ini Sebabnya

Alat dan bahan yang dibutuhkan

  • Ember
  • Mesin cuci
  • Jemuran atau rak pengering
  • Sarung tangan
  • Pembersih serbaguna
  • Detergen

Cara membersihkan kain pel setelah digunakan

Setelah selesai mengepel, kain pel sebaiknya segera dicuci. Caranya dengan merendam kain pel dalam ember berisi air hangat selama kurang lebih tiga menit.

Jangan lupa untuk mengenakan sarung tangan agar tangan tetap terlindungi. Lalu, gunakan alat pemeras pel atau tangan untuk memeras air dari kain pel tersebut. 

Jika kain pel bisa dilepas, maka masukkan kain pel ke dalam mesin cuci dengan handuk atau kain pembersih lain dari serat yang sama. 

Baca juga: Cara Membersihkan Kain Pel Setelah Digunakan agar Tak Bau dan Berjamur

Gunakan pengaturan air panas untuk kain pel dari kapas dan air hangat untuk kain pel mikrodiber. Jangan lupa menambahkan detergen agar kain pel bersih maksimal. 

Setelah dicuci bersih, keringkan kain pel basah di tempat berventilasi baik sampai kain pel kering dan bisa digunakan kembali. 

Cara membersihkan kain pel secara mendalam

Ilustrasi mengepel lantai.Shutterstock/RossHelen Ilustrasi mengepel lantai.

Untuk membersihkan kain pel secara mendalam bisa dengan merendam kain pel ke dalam air panas dan bahan pembersih serbaguna.

Lakukan perendaman selama kurang lebih 10 menit agar semua kotoran yang menumpuk hilang. 

Setelah 10 menit, buang air bekas rendaman dan isi ulang ember dengan air hangat untuk membilas kain pel tersebut. 

Baca juga: Cara Mencuci Kain Pel agar Kembali Putih Bersih Seperti Baru

Itulah cara membersihkan kain pel secara mendalam. Bersihkan kain pel dengan rutin agar bebas dari kotoran dan bakteri penyebab bau. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau