Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Cara Menghilangkan Bau Asap Rokok dari Rumah dengan Bahan Alami

Kompas.com, 26 April 2024, 08:48 WIB
Bella Nurmaya Putri,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Molekule

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau asap rokok menjadi bau yang paling tidak diinginkan di rumah mana pun, terlebih bagi mereka yang tidak merokok.

Selain mengganggu, bau asap rokok dapatmencemari kualitas udara di rumah dan berdampak buruk pada kesehatan. 

Baca juga: 5 Tanaman Hias yang Dapat Menyerap Asap Rokok

Ditambah lagi, bau asap rokok dapat menetap di udara dan menempel pada sejumlah barang dan permukaan, seperti pakaian, sofa, tirai, karpet, dinding, hingga furnitur.

Asap rokok mengandung bahan kimia berbahaya, seperti karbon monoksida (CO), hidrogen sianida (HCN), dan nitrogen oksida (NO x ).

Di samping itu, ada pula bahan kimia mudah menguap, seperti formaldehida, akrolein, benzena, dan beberapa jenis N-nitrosamin yang dapat ditemukan dalam aerosol asap.

Aerosol tersebut juga mengandung nikotin, fenol, hidrokarbon poliaromatik (PAH), dan jenis N-nitrosamin lainnya.

Paparan bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit paru-paru, penyakit jantung, kanker, serta gangguan pernapasan.

Sayangnya, membersihkan dan menghilangkan bau rokok di dalam ruangan tidak mudah. Ventilasi yang memadai pun tidak sepenuhnya  menghilangkan bau rokok dari rumah. 

Untungnya, Anda dapat menggunakan beberapa bahan alami untuk meminimalkan risikonya, terutama di dalam rumah.

Dikutip dari Molekule, Jumat (26/4/2024), berikut cara menghilangkan bau asap rokok dari rumah dengan bahan alami. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Rokok pada Pakaian dan Karpet

Menggunakan cuka

Ilustrasi cuka putih.Shutterstock/Pat_Hastings Ilustrasi cuka putih.
Sifat abrasif cuka efektif menghilangkan bau tidak sedap, termasuk asap rokok. Untuk memanfaatkannya, campur cuka dan air perasan lemon dalam botol semprot, lalu semprotkan pada ruangan yang berbau dan seluruh rumah. 

Bisa pula menempatkan cuka putih di dalam mangkuk dan letakkan di ruangan yang sering digunakan untuk merokok.

Cuka juga dapat digunakan sebagai pembersih asam untuk melarutkan residu nikotin pada permukaan yang halus atau keras.

Untuk menghilangkan bau rokok lebih cepat, semprotkan cuka ke handuk atau kain, lalu usapkan ke sekeliling ruangan selama beberapa menit.

Namun, penting diketahui, meski residu asap dapat dihilangkan dari permukaan keras, seperti dinding dan furnitur, penelitian menunjukkan menghilangkan seluruh jejak asap rokok dari karpet tidak mungkin dilakukan. 

Baca juga: Gampang, Ini Cara Menghilangkan Bau Rokok di Apartemen

Baking soda dan arang aktif

Ilustrasi baking soda.Shutterstock/ThamKC Ilustrasi baking soda.
Selanjutnya, cara menghilangkan bau asap rokok dari rumah adalah menggunakan baking soda atau bubuk arang aktif, cara ini mirip dengan mengatasi bau jamur.

Masukkan campuran baking soda dan arang aktif di dalam mangkuk, lalu letakkan di permukaan yang terkena bau selama beberapa hari. 

Baca juga: 4 Tanaman Penyerap Racun Rokok, Bisa Diletakkan di Dalam Rumah

Menggunakan ampas kopi

Terakhir, cara menghilangkan bau asap rokok dari rumah adalah memakai ampas kopi. Ampas kopi terkenal dapat menyerap bau-bau tertentu di sekitarnya, termasuk asap rokok.

Walau tidak bisa hilang sepenuhnya, ampas kopi dapat menyamarkan baunya. Anda bisa mencoba mengisi beberapa penyaring kopi dengan bubuk kopi segar, lalu letakkan di area yang terdapat bau rokok dan biarkan selama beberapa hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau