Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tanaman Hias Dalam Ruangan yang Butuh Banyak Sinar Matahari

Kompas.com, 29 September 2024, 09:04 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Sinar matahari sangat penting bagi tanaman. Beberapa jenis tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, bahkan ketika diletakkan di dalam ruangan.

Untuk merawat tanaman hias tersebut, pastikan kamu memiliki ruangan dengan jendela yang besar dan terang. Jika tidak, tanaman mungkin mengalami masalah pertumbuhan tertentu.

Mengutip The Spruce, Minggu (29/9/2024), berikut adalah beberapa tanaman hias dalam ruangan yang butuh banyak sinar matahari.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Cantik untuk Memperindah Pintu Depan Rumah

Lidah buaya

Lidah buaya.Shutterstock/Nevada31 Lidah buaya.

Aloe vera atau lidah buaya adalah tanaman sukulen yang bisa ditanam di luar dan di dalam ruangan. Lidah buaya termasuk tanaman hias dalam ruangan yang membutuhkan banyak sinar matahari.

Jika ingin pertumbuhan yang optimal, biarkan tanah lidah buaya mengering di antara penyiraman dan berikan cahaya matahari yang terang.

Dedaunan lidah buaya yang hijau mencolok dapat dijadikan dekorasi di ruangan mana pun. Tanaman ini juga membutuhkan sedikit perawatan, sehingga menjadikannya tanaman yang sempurna bagi para pemula.

Baca juga: 8 Tanaman Hias Beracun untuk Anjing yang Harus Dijauhkan

Jade plant

Dengan batangnya yang kokoh dan daunnya yang tebal, tanaman giok atau jade plant menjadi tanaman hias yang populer. Tanaman ini harus disimpan di ambang jendela yang terkena sinar matahari atau konservatori yang terang.

Jade plant membutuhkan setidaknya empat jam sinar matahari setiap hari. Jadi, jendela yang menghadap ke selatan adalah tempat yang sangat ideal untuk tanaman ini.

Meskipun jade plant merupakan tanaman sukulen, sehingga tahan terhadap kekeringan, tanaman ini bukanlah kaktus. Jaga kelembapan tanaman giok dengan menyiramnya saat permukaan tanah kering untuk mencegah daunnya rontok.

Baca juga: Cara Merawat Tanaman Hias yang Hampir Mati agar Tumbuh Kembali

Kacapiring

Ilustrasi kacapiring.PIXABAY/BEVERLY BUCKLEY Ilustrasi kacapiring.

Kacapiring atau gardenia merupakan tanaman hias dengan bunga berwarna putih krem dan wangi yang semerbak. Tak heran jika tanaman ini menjadi incaran banyak pecinta tanaman.

Berasal dari Asia Selatan dan Afrika subtropis, kacapiring tidak suka dengan kondisi basah atau tergenang air, tetapi membutuhkan kelembapan konstan untuk tumbuh dengan baik.

Selain menyukai tanah yang lembap, kacangpiring lebih senang dengan tanah yang asam dan kaya akan bahan organik.

Jika ditanam di dalam ruangan, kacapiring membutuhkan area yang terang. Namun, pastikan tanaman ini tidak mendapatkan terlalu banyak sinar matahari karena daun-daunnya mudah terbakar.

Baca juga: 5 Tanaman Hias Kecil untuk Mempercantik Ruangan Sempit

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau