Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Cara Membasmi Semut di Tanaman Hias Dalam Ruangan

Kompas.com, 11 Oktober 2024, 20:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tanaman hias dalam ruangan tidak luput dari serangan hama. Salah satu hewan yang kerap ditemukan pada tanaman hias dalam ruangan adalah semut.

Meski tidak berbahaya, semut pada tanaman hias dapat mengindikasikan adanya masalah serangan hama lain yang lebih besar. Oleh karena itu, jangan remehkan keberadaan semut di pot tanaman.

Merangkum Gardening Know How dan Pinch of Seeds, Jumat (11/10/2024), berikut adalah beberapa cara membasmi semut pada tanaman hias dalam ruangan.

Baca juga: 5 Tanaman yang Bisa Mengusir Semut dari Rumah

Gunakan sabun insektisida

Ilustrasi menyemprotkan pestisida alami.SHUTTERSTOCK/MEMORIES OVER MOCHA Ilustrasi menyemprotkan pestisida alami.

Cara membasmi semut di tanaman hias bisa dengan sabun insektisida. Caranya, celupkan pot ke dalam larutan sabun insektisida hingga permukaan tanah terendam.

Gunakan rasio pengenceran satu hingga dua sendok makan (15 hingga 30 ml) sabun dengan satu liter air. Biarkan terendam selama sekitar 20 menit untuk membunuh semut di dalam tanah.

Selain itu, kamu juga dapat menggunakan semprotan sabun dengan pengenceran yang sama. Semprotkan pada permukaan tanaman dan tanah untuk membunuh semut.

Cara tersebut mungkin tidak cukup untuk mengatasi serangan yang parah. Jadi, jika kamu masih melihat semut setelah mencoba metode penyemprotan, cobalah metode perendaman.

Baca juga: 7 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Semut dari Rumah

Gunakan umpan komersial

Menggunakan umpan semut merupakan metode yang ampuh untuk membasmi semut dari tanaman hias. Caranya, letakkan umpan semut di area yang mudah dijangkau semut dan serangga ini akan membawanya kembali ke sarang.

Racun dalam umpan semut akan membunuh seluruh koloni semut. Meski demikian, umpan semut aman digunakan di sekitar manusia dan hewan peliharaan.

Gunakan aroma yang dibenci semut

Semprotkan aroma yang tidak disukai semut pada tanah dan daun tanaman untuk mengusirnya. Kamu bisa mencoba menggunakan minyak jeruk, bubuk kopi, daun mint, atau kayu manis.

Baca juga: 5 Cara Membasmi Semut Api dengan Cepat dan Efektif

Meski bahan-bahan tersebut memiliki aroma yang wangi dan menenangkan bagi manusia, aromanya terlalu kuat dan mencolok bagi semut.

Taburkan tanah diatom 

Ilustrasi tanah diatom. SHUTTERSTOCK/ANNA HOYCHUK Ilustrasi tanah diatom.

Jika tanaman hias terserang hama semut, bubuk tanah diatom dapat menjadi bahan yang berguna untuk membasmi semut.

Tanah diatom adalah zat alami yang terbuat dari sisa-sisa fosil alga. Zat ini bekerja dengan cara mengeringkan rangka luar serangga dan membunuhnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau