Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanda Adanya Kutu Busuk di Kasur dan Cara Membasminya dari Rumah

Kompas.com, 15 Oktober 2024, 08:43 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Web MD

JAKARTA, KOMPAS.com - Kutu busuk atau kutu kasur menjadi hama serangga yang sering menyerang dan berkembang biak di kasur.

Kutu busuk memakan darah manusia dan hewan untuk bertahan hidup. Kutu busuk dewasa berwarna coklat kemerahan, tidak bersayap, dan berukuran sebesar biji apel dengan bentuknya pipih serta oval. 

Baca juga: Jangan Digunakan, Warna Seprai Ini Dapat Menarik Kutu Busuk ke Kasur

Kutu busuk muda atau nimfa berukuran lebih kecil dan berwarna bening atau kekuningan. Kutu busuk ini hampir tidak dapat dikenali karena warnanya yang bening.

Telur kutu busuk juga berukuran kecil dan berwarna putih. Kutu kasur dapat berpindah dari kasur ke bagian lain di rumah. 

Kutu busuk dapat menggigit yang menimbulkan rasa gatal, ruam, dan tidak nyaman. Jika menggaruk cukup keras hingga kulit terluka, hal ini dapat menyebabkan infeksi.

Bagi mereka yang memiliki alergi kutu busuk, gigitan ini dapat menyebabkan gatal-gatal, lepuh, atau rasa gatal hebat sehingga harus mendapatkan penanganan dari dokter.

Maka itu, penting mengetahui tanda adanya kutu busuk di kasur dan segera membasmi serta mencegahnya muncul kembali. 

Dilansir dari Web MD, Selasa (15/10/2024), United States Environmental Agency (EPA) atau lembaga independen Amerika Serikat yang bertugas mengatasi permasalahan lingkungan, membagikan sejumlah tanda adanya kutu busuk di kasur dan cara membasminya. 

Baca juga: 7 Cara Mencegah Kehadiran Kutu Busuk di Rumah 

Tanda adanya kutu busuk di kasur

Ilustrasi kasur menguning, membersihkan kasur yang menguning. SHUTTERSTOCK/NEPDAR Ilustrasi kasur menguning, membersihkan kasur yang menguning.
Saat membersihkan seprai, kasur, atau sarung bantal, perhatikan dengan cermat benda-benda tersebut. Kutu busuk dapat bersembunyi di berbagai tempat selain kasur, seperti di sela-sela sofa, di antara bantal, dan di lipatan gorden.

Bahkan, kutu busuk juga dapat ditemukan di tempat tidak terduga, yakni sambungan laci, dalam stopkontak atau peralatan listrik, bawah kertas dinding dan hiasan dinding yang longgar, persimpangan antara dinding dan plafon, serta di kepala sekrup.

Berikut beberapa tanda adanya kutu busuk di kasur: 

  • Adanya noda karat atau kemerahan pada seprai dan kasur. 
  • Adanya bintik-bintik gelap pada kasur. Ini merupakan kotoran kutu busuk dan dapat meninggalkan noda pada kain yang akan tampak seperti spidol.
  • Adanya telur dan kulit telur merupakan kulit kecil berukuran sekitar satu milimeter dan berwarna kuning pucat yang dilepaskan nimfa saat tumbuh besar.
  • Menemukan kutu busuk yang hidup di kasur. 

Baca juga: Cara Membasmi Kutu Busuk dengan Minyak Esensial Lavender 

Cara membasmi kutu busuk dari rumah 

1. Cuci seprai, gorden, dan pakaian dalam dengan air panas dan keringkan pada pengaturan mesin pengering pengering tertinggi.

Masukkan boneka, sepatu, dan barang lain yang dapat dicuci ke dalam mesin pengering dan nyalakan pada pengaturan tinggi selama 30 menit atau lebih.

2. Selanjutnya, cara membasmi kutu busuk dari rumah adalah membersihkan kasur secara rutin. Gunakan sikat kaku untuk menggosok jahitan kasur guna menghilangkan kutu kasur dan telurnya sebelum menyedot debu.

3. Bersihkan tempat tidur dan area di sekitarnya setiap hari dengan penyedot debu, termasuk jendela dan cetakan dinding. Setelah itu, masukkan kantong penyedot debu ke kantong plastik dan segera buang ke tempat sampah di luar ruangan. 

Baca juga: 6 Tanda Ada Kutu Busuk di Tempat Tidur dan Cara Mencegahnya

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau