JAKARTA, KOMPAS.com - Jendela menjadi jalan keluar dan masuknya udara segar dan cahaya alami ke rumah.
Jendela juga dapat menjadi perantara melihat dunia luar dari rumah tanpa perlu membuka pintu serta melengkapi tampilan hunian.
Baca juga: 7 Tanaman Hias untuk Mempercantik Ambang Jendela
Tak heran, jendela menjadi komponen penting yang harus mendapat perhatian dalam pembersihan maupun perawatan untuk menjaga tetap dalam kondisi baik.
Apalagi, jendela juga mudah kotor dan menumpuk debu, kotoran, serpihan, serbuk sari, endapan asam, dan kontaminan lainnya.
Kotoran ini dapat membuat pandangan terhalangi, mengurangi keawetan jendela secara keseluruhan, serta membuat jendela lebih sulit dioperasikan atau macet.
Jadi, sebaiknya, membersihkan jendela sebulan sekali dan secara menyeluruh setiap enam bulan sekali untuk membantu menghilangkan noda, sidik jari, juga goresan.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat pembersihan jendela harus ditingkatkan.
Dikutip dari Better Homes and Gardens, Rabu (16/10/2024), berikut beberapa hal yang membuat jendela harus lebih sering dibersihkan.
Baca juga: 6 Kesalahan Membersihkan Jendela yang Bikin Kaca Kusam
Ilustrasi membersihkan jendela Maka itu, perlu memangkas pohon yang dekat atau sudah menyentuh jendela.
Aktivitas serangga yang tinggi dapat dengan cepat mengotori jendela. Misalnya, sarang laba-laba, kotoran serangga, dan sarang serangga lainnya.
Segera menyingkirkan aktivitas serangga ini dari jendela untuk memastikan jendela tetap bersih.
Baca juga: Cara Membasmi Sarang Laba-laba dari Jendela dengan Bahan Alami
Cuaca buruk juga menjadi hal yang membuat jendela harus lebih sering dibersihkan. Cuaca dengan angin kencang mendorong debu dan serbuk sari menempel pada jendela.
Begitu pun hujan dapat meninggalkan uap air dan bercak yang menghalangi pandangan jendela.
Jika mengalami cuaca ekstrem, perlu membersihkan jendela lebih sering untuk menghilangkan partikel-partikel yang menempel.