Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Tempat Terbaik untuk Menaruh "Air Purifier" di Rumah

Kompas.com, 17 Oktober 2024, 09:19 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Siapa bilang polusi udara hanya ada di luar rumah? Udara di dalam ruangan juga dapat terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya dari asap rokok, pembakaran sampah, pengharum ruangan, dan lain-lain.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan air purifier di rumah. Air purifier merupakan alat yang dirancang untuk menjernihkan udara dari partikel debu, bulu hewan, dan polutan udara lainnya.

Filter dalam air purifier bekerja menyaring berbagai kontaminan di udara. Kemudian, udara bersih akan dialirkan kembali ke ruangan.

Baca juga: 5 Alasan Perlu Memiliki Air Purifier di Rumah Kecil

Tempat terbaik menaruh "air purifier"

Ilustrasi air purifier di kamar tidur. Ilustrasi air purifier di kamar tidur.

Dikutip dari Better Homes and Gardens, Kamis (17/10/2024), menempatkan air purifier secara strategis di rumah sangat penting untuk menghilangkan partikel berbahaya di udara dari berbagai polutan, termasuk jamur, lumut, debu, bulu hewan peliharaan, dan asap.

Agar air purifier menjalankan fungsi tersebut, tempatkan alat ini di ruangan dengan potensi kontaminan paling tinggi.

Selain itu, jika kamu hanya memiliki satu unit air purifier, kamu bisa juga menaruhnya di tempat para penghuni rumah menghabiskan sebagian besar waktu, seperti ruang tamu, ruang kerja, ruang keluarga, atau kamar tidur.

Baca juga: Cara Menggunakan Air Purifier untuk Menghilangkan Debu Lebih Efisien

Sebaiknya, pilih air purifier yang mudah dipindahkan. Dengan demikian, kamu bisa menyesuaikan penempatan air purifier sesuai kebutuhan dan kondisi di rumah.

Ingat, jangan meletakkannya di sudut atau menyelipkannya di balik furnitur! Untuk mengoptimalkan aliran udara, kamu bisa menargetkan titik masuk, seperti pintu depan, ruang tamu, atau jendela.

Dikutip dari CNET, Kamis (17/10/2024), penting untuk dicatat bahwa faktor lain dapat menentukan cara kerja air purifier, seperti perawatan dan pembersihan rutin. Air purifier udara mungkin dipasang dengan benar di suatu ruangan, tetapi jika kamu tidak membersihkannya secara teratur (setiap beberapa bulan atau lebih), kinerjanya dapat menurun seiring waktu.

Sebaiknya, kamu juga memilih air purifier yang ukurannya sesuai dengan luas ruangan. Jika tidak, hal ini bisa juga mengakibatkan air purifier tidak berfungsi maksimal.

Baca juga: Apa Itu Filter HEPA pada Air Purifier dan Manfaatnya?

Bagaimana "air purifier" bekerja?

Ilustrasi penggunaan air purifier di rumah.SHUTTERSTOCK/ Ilustrasi penggunaan air purifier di rumah.

Sebagian besar air purifier mensterilkan udara dengan menarik udara dalam ruangan melalui filter. Filter kemudian menangkap debu dan partikel udara lainnya sebelum melepaskan udara bersih kembali ke dalam ruangan.

Filter yang digunakan air purifier biasanya terbuat dari fiberglass, kertas, kasa, karbon, busa, atau aluminium.

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), air purifier dengan filter high-efficiency particulate air (HEPA) dapat menghilangkan hingga 99,9 persen partikel di udara berukuran sekecil 0,3 mikron.

Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan yang Didapat dari Menggunakan Air Purifier

Menggunakan air purifier untuk menghilangkan debu dapat mengurangi konsentrasi polutan partikulat kecil, alergen, dan racun secara signifikan. Kualitas udara yang lebih baik ini memiliki beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:

  • Meminimalkan gejala bagi orang dengan masalah pernapasan, seperti asma.
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
  • Meningkatkan kualitas tidur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau