Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kesalahan Terbesar saat Membersihkan Kloset yang Harus Dihindari

Kompas.com, 2 Desember 2024, 09:15 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Membersihkan kloset adalah tugas rumah tangga yang sangat penting untuk dilakukan secara rutin, meski sering dianggap menjijikkan.

Namun, tahukah kamu bahwa ada kesalahan kecil yang dapat membuat pembersihan kloset menjadi sia-sia? Salah satu kesalahan tersebut berkaitan dengan cara membersihkan dan menyimpan sikat kloset.

Mengutip Ideal Home, Senin (2/12/2024), berikut adalah kesalahan membersihkan kloset yang harus dihindari.

Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Mengganti Dudukan Kloset

Kesalahan terbesar saat membersihkan kloset

Ilustrasi membersihkan kloset, membersihkan toilet. PEXELS/KAROLINA GRABOWSKA Ilustrasi membersihkan kloset, membersihkan toilet.

Setelah membersihkan kloset, penting untuk memastikan sikat kloset yang kamu gunakan juga dibersihkan dengan baik. Namun, banyak orang yang langsung menyimpan sikat kloset dalam wadah tertutup saat masih basah.

Kebiasaan tersebut justru menciptakan kondisi lembap yang ideal untuk bakteri dan jamur berkembang biak.

Setelah sikat kloset digunakan, sebaiknya letakkan sikat tersebut di wadah yang memungkinkan aliran udara agar sikat bisa kering sepenuhnya.

Gunakan wadah sikat dengan ventilasi atau biarkan sikat mengering di udara terbuka, misalnya dengan meletakkannya di antara dudukan dan mangkuk kloset.

Baca juga: Cara Mengatasi Kloset Tersumbat dengan Cuka dan Baking Soda

Selain itu, kamu juga bisa membersihkan sikat kloset dengan merendamnya dalam larutan air panas dan disinfektan selama satu jam. Kemudian, jemur sikat kloset di tempat yang terkena sinar matahari.

Jika kamu harus menyimpan sikat kloset yang masih basah, pastikan wadahnya memiliki lubang pembuangan air dan rutin dibersihkan. Wadah sikat yang lembap juga dapat menjadi sumber bau tidak sedap dan sarang kuman.

Kesalahan lain saat membersihkan kloset

Selain penyimpanan sikat kloset, ada beberapa kesalahan lain yang harus dihindari agar kloset tidak semakin kotor:

Baca juga: 13 Barang yang Lebih Kotor daripada Dudukan Kloset

Menggunakan sikat yang sudah usang

Sikat kloset, seperti halnya sikat gigi, perlu diganti secara rutin setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Sikat yang terlalu lama digunakan tidak akan efektif membersihkan kloset dan justru menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Terlalu keras menggosok kloset

Tekanan berlebih saat menggosok kloset dapat menyebabkan goresan pada permukaan mangkuknya. Goresan ini bisa menjadi tempat kuman bersembunyi.

Untuk mencegah hal tersebut, gunakan sikat dengan lembut dan biarkan cairan pembersih meluruhkan kotoran terlebih dahulu agar kloset lebih mudah dibersihkan.

Baca juga: 7 Benda yang Tidak Boleh Dibuang ke Kloset

Dari penjelasan tersebut, membersihkan kloset bukan hanya tentang menggosok permukaan mangkuknya, tetapi juga memastikan alat yang digunakan tetap bersih dan higienis. Dengan menghindari kesalahan umum seperti menyimpan sikat kloset basah, kamu bisa menjaga kebersihan kloset lebih optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau