Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Tanaman Herbal yang Dapat Ditanam di Dalam Ruangan

Kompas.com, 3 Desember 2024, 18:05 WIB
Dena Sari Dewi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanam tanaman herbal di rumah dapat dimanfaatkan sebagai penyedap dalam masakan, minuman, pengobatan herbal, hingga produk pembersih alami. 

Tak hanya itu, menanam tanaman herbal yang sesuai juga dapat menambah keindahan di dalam ruangan serta memberi keharuman dan kesegaran. 

Baca juga: 7 Tanaman Herbal yang Tumbuh Paling Baik di Dalam Ruangan 

Terlebih lagi, menanam tanaman herbal sendiri memberikan hasil yang sehat karena bebas pestisida. Selain itu, menanam tanaman herbal di rumah tidaklah sulit dan tidak membutuhkan lahan luas. 

Tanaman herbal bisa ditanam di dapur, ruang keluarga, kamar mandi, bahkan di ambang jendela. 

Nah, dikutip dari Better Homes and Gardens, Selasa (3/12/2024), berikut beberapa tanaman herbal yang dapat ditanam di dalam ruangan.

Kemangi

Ilustrasi kemangi.PIXABAY/Alicja Ilustrasi kemangi.
Kemangi mudah ditanam dan dapat dinikmati sepanjang tahun. Cobalah menanam beberapa jenis kemangi untuk merasakan berbagai aroma dan warnanya yang semarak. 

Siram kemangi secara teratur dan pastikan tanahnya memiliki drainase baik sehingga tanaman tidak terserang jamur. Panen kemangi dengan cara memetik daun dari bagian atas tanaman. 

Baca juga: 7 Tanaman Herbal yang Tumbuh Paling Baik di Dalam Ruangan 

Daun ketumbar

Selanjutnya, tanaman herbal yang dapat ditanam di dalam ruangan adalah daun ketumbar. 

Daun ketumbar dapat ditanam melalui biji untuk menghasilkan persediaan ketumbar segar sepanjang tahun.

Tanam daun ketumbar di ambang jendela yang menghadap ke timur, yang mendapat banyak cahaya pada pagi hari. Daun ketumbar hanya membutuhkan waktu 30 hari untuk dipanen.

Potong daun ketumbar hanya dengan menggunting daunnya dengan gunting dapur agar tidak hancur atau memar.

Taburkan kembali biji ketumbar setiap dua atau tiga minggu untuk hasil panen yang praktis dan dapat digunakan kapan pun.

Mint

Ilustrasi tanaman mint.UNSPLASH/ELEANOR CHEN Ilustrasi tanaman mint.
Untuk menanam daun mint, mulai membeli bibit mint, bukan benih. Jika sudah memiliki tanaman mint yang tumbuh di kebun, dapat membawanya ke dalam ruangan dan memindahkannya ke pot baru untuk memperpanjang musim tanam.

Memperbanyak mint dari stek merupakan cara tambahan untuk menambah persediaan mint segar.

Letakkan pot mint di ambang jendela dapur dengan paparan sinar matahari langsung ke arah selatan sehingga tanaman menerima sinar matahari terang selama empat hingga enam jam setiap hari.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau