Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 22 Agustus 2025, 22:19 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Cat dinding memiliki peran besar dalam mempercantik rumah sekaligus melindungi permukaan tembok. Namun, seiring waktu, cat akan memudar, tergores, atau terlihat kusam. 

Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengecat ulang tembok rumah

Umur rata-rata cat dinding 

Menurut desainer interior John Bjornen, cat biasanya bertahan antara lima hingga tujuh tahun. Dengan perawatan yang baik, cat bisa bertahan lebih lama, bahkan puluhan tahun dalam kondisi tertentu. 

Baca juga: Cara Mengecat Dinding Tanpa Melepas Wallpaper

"Dengan perawatan yang tepat, cat tersebut dapat bertahan lebih lama," katanya, dikutip dari Real Simple.

Namun, jika dinding sering terkena aktivitas fisik, goresan, atau pembersihan berulang, umur cat bisa jadi lebih singkat.

Kapan dinding rumah harus dicat ulang?

Tidak semua ruangan membutuhkan pengecatan ulang pada waktu yang sama. Ruangan yang jarang digunakan, seperti kamar tamu, bisa bertahan lebih dari satu dekade tanpa dicat ulang. 

Baca juga: 3 Alasan Sebaiknya Tidak Mengecat Dinding Dapur dengan Warna Putih

Sebaliknya, dapur dan kamar mandi biasanya membutuhkan perhatian lebih karena paparan uap, cipratan air, dan pembersihan rutin membuat cat cepat rusak. 

Area yang sering digunakan seperti ruang keluarga atau ruang makan juga cenderung perlu dicat ulang lebih sering.

Tanda-tanda dinding perlu dicat ulang?

Ada beberapa hal yang menandakan sudah waktunya mengecat ulang dinding rumah. Menurut desainer interior Dawn Ianno, tanda-tanda tersebut meliputi:

Baca juga: Jangan Mengecat Kamar Tidur dengan Kuning dan Beige, Ini Alasannya

  • Warna terlihat kusam atau pudar.
  • Tembok penuh goresan, noda, atau bercak yang sulit dibersihkan.
  • Tekstur cat mulai tidak rata, ada bagian terkelupas atau retak.
  • Kilap cat hilang dan tampak tidak segar lagi.

Jika kamu tidak ingat kapan terakhir kali mengecat tembok, itu juga bisa menjadi tanda bahwa dinding sudah perlu disegarkan.

Tips agar cat dinding tahan lama

Pakar renovasi rumah Drew Michael Scott menyarankan goresan atau cat yang terkelupas perlu segera diperbaiki, sehingga kamu tidak perlu terburu-buru mengecat ulang dinding.

Baca juga: 5 Kesalahan Mengecat yang Membuat Ruangan Jadi Lebih Sempit

Gunakan cat sisa untuk menutup bagian rusak agar dinding tetap terlihat rapi. Dengan cara ini, cat dinding jadi lebih tahan lama dan kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengecatan ulang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau