Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Mengecat Dinding Tanpa Melepas Wallpaper

Kompas.com, 16 Agustus 2025, 09:51 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Persiapan yang tepat sangat penting saat mengecat dinding interior rumah. Lapisan cat baru tidak hanya terlihat jauh lebih bagus pada dinding yang halus dan telah dipoles dengan baik, tetapi juga membuat cat lebih tahan lama. 

Maka itu, penting memastikan dinding bebas dari apa pun, termasuk wallpaper. Namun, terkadang orang enggan melepas wallpaper dan langsung mengecat dinding karena melepasnya terasa sulit dan lama.

Jika melepas wallpaper membuat kamu tidak sempat mengecat ruangan, kamu bisa melewati langkah ini dan tetap mendapatkan hasil pengecatan yang indah.

Baca juga: 6 Cara Membuat Ruang Kecil Tampak Besar dengan Wallpaper Menurut Pakar

Bisakah mengecat wallpaper?

Ilustrasi mengecat dinding. Ilustrasi mengecat dinding.
Chuck Reger, pelatih bisnis waralaba untuk Five Star Painting yang berbasis di Dallas, Amerika Serikat--sebuah perusahaan neighborly--mengatakan meski melepas wallpaper selalu merupakan cara terbaik, kamu dapat mengecat ulang tersebut dalam sebagian besar skenario. 

Jika melepas wallpaper terlalu mahal atau akan merusak dinding, Reger mengatakan dapat membiarkan wallpaper lama tetap terpasang.

Namun, jika wallpaper rusak atau memiliki tekstur unik, mengecatnya tidak akan memperbaiki tampilan dinding, jadi sebaiknya lepaskan wallpaper tersebut dengan hati-hati sebelum mengecatnya. 

Cara mengecat dinding tanpa melepas wallpaper

Mengecat di atas wallpaper membutuhkan persiapan untuk memastikan permukaan yang halus untuk pengecatan.

Selalu mengecat di ruangan yang berventilasi baik. Kenakan masker N95 saat bekerja dengan cat dan primer berbahan dasar minyak untuk menghindari menghirup uapnya.

Mereka yang memiliki asma, alergi, atau masalah pernapasan lainnya harus menghindari area yang dicat selama 24 jam. 

Dilansir dari Southern Living, Sabtu (16/8/2025), berikut cara mengecat dinding tanpa melepas wallpaper

Baca juga: Keuntungan Memasang Wallpaper di Dapur

  • Periksa sambungan wallpaper 

Ilustrasi wallpaper di ruang keluarga. SHUTTERSTOCK/GROUND PICTURE Ilustrasi wallpaper di ruang keluarga.
Jangan mengecat di atas wallpaper yang terkelupas. Jika tidak, lapisan cat tersebut pada akhirnya akan terkelupas juga.

Periksa sambungan untuk memastikannya melekat erat pada dinding dan perbaiki yang tidak. "Cat dan primer yang masuk ke bawah dapat membuat tepian terlihat lebih buruk," ujar Reger.

  • Bersihkan permukaan 

Reger menyarankan kain atau kemoceng untuk melakukan ini. Jika perlu menggunakan sabun atau larutan pembersih, jangan terlalu banyak menggunakan air karena hanya akan mengaktifkan kembali lem wallpaper sehingga menghasilkan kotoran lengket.

  • Persiapan dan rekatkan 

Selanjutnya, cara mengecat dinding tanpa melepas wallpaper adalah merekatkan selotip. Gunakan selotip lukis untuk menandai plafon, lis dinding, dan papan skirting. Reger memperingatkan jangan gunakan selotip penutup biasa karena cat akan langsung terkelupas dari dinding. 

Baca juga: Catat, Begini Cara Memasang Wallpaper di Plafon Rumah

  • Aplikasikan cat dasar berbahan dasar minyak 

Langkah pertama ini wajib jika kamu tidak berencana membersihkan lem yang masih menempel di dinding.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau