Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Menyiram Tanaman di Malam Hari, Ini Kerugiannya

Kompas.com, 24 Agustus 2025, 08:26 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Menyiram tanaman adalah kegiatan sederhana, namun masih banyak dari kita yang sering salah memilih waktu penyiraman. 

Tidak sedikit yang memilih malam hari dengan alasan lebih praktis setelah selesai beraktivitas seharian. Padahal, kebiasaan menyiram tanaman di malam hari bisa menimbulkan berbagai masalah serius yang merugikan.

Kerugian menyiram tanaman di malam hari 

Ilustrasi menyiram tanaman.PIXABAY/annawaldl Ilustrasi menyiram tanaman.

Dilansir dari The Spruce, berikut adalah beberapa dampak buruk menyiram tanaman di malam hari.

Baca juga: 5 Tanda Menyiram Tanaman Hias Secara Berlebihan

Tanaman mudah terserang jamur

Salah satu kerugian terbesar dari menyiram tanaman di malam hari adalah meningkatnya risiko penyakit jamur. 

Pada malam hari, suhu udara lebih lembap dan proses penguapan berjalan sangat lambat. Ketika daun tetap basah dalam waktu lama, jamur pun mudah berkembang biak. 

Penyakit seperti embun tepung, bercak daun, hingga jamur jelaga sering ditemukan pada kebun yang rutin disiram setelah gelap.

Baca juga: Catat, Ini Waktu Terburuk dan Terbaik untuk Menyiram Tanaman

Jika kondisi ini dibiarkan, tanaman akan semakin lemah, daun menguning, dan pertumbuhan terhambat. Bahkan, tanaman hias maupun sayuran yang terkena jamur bisa mati dalam waktu singkat. 

Mengundang hama

Selain penyakit, penyiraman di malam hari juga mengundang hama perusak. Misalnya, siput dan bekicot, yang merupakan dua jenis hama yang sangat aktif pada malam hari. 

Ketika tanah lembap akibat baru disiram, hama semakin mudah menemukan tempat makan. Daun muda, batang lunak, hingga tunas baru menjadi target utama.

Baca juga: Mana yang Lebih Baik, Menyiram Tanaman dari Atas atau dari Bawah?

Jika populasi hama ini meningkat, tanaman akan cepat rusak. Bekicot dan siput bisa menggerogoti daun dalam jumlah besar hanya dalam satu malam.

Penyerapan air tidak maksimal

Faktor lain yang membuat penyiraman di malam hari tidak efektif adalah kemampuan tanaman dalam menyerap air. 

Setelah matahari terbenam, tanaman berhenti melakukan fotosintesis. Akibatnya, air yang diberikan tidak digunakan dengan optimal oleh tanaman. 

Baca juga: Perlukah Menyiram Tanaman Hias dengan Es Batu?

Akar tidak bekerja seaktif di pagi atau sore hari, sehingga sebagian besar air hanya mengendap di tanah.

Jika terus demikian, penyiraman bukan hanya boros air, tetapi juga membuat tanaman tidak mendapatkan manfaat maksimal dari air yang diberikan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau