Penulis
KOMPAS.com - Menyiram tanaman adalah kegiatan sederhana, namun masih banyak dari kita yang sering salah memilih waktu penyiraman.
Tidak sedikit yang memilih malam hari dengan alasan lebih praktis setelah selesai beraktivitas seharian. Padahal, kebiasaan menyiram tanaman di malam hari bisa menimbulkan berbagai masalah serius yang merugikan.
Ilustrasi menyiram tanaman.Dilansir dari The Spruce, berikut adalah beberapa dampak buruk menyiram tanaman di malam hari.
Baca juga: 5 Tanda Menyiram Tanaman Hias Secara Berlebihan
Salah satu kerugian terbesar dari menyiram tanaman di malam hari adalah meningkatnya risiko penyakit jamur.
Pada malam hari, suhu udara lebih lembap dan proses penguapan berjalan sangat lambat. Ketika daun tetap basah dalam waktu lama, jamur pun mudah berkembang biak.
Penyakit seperti embun tepung, bercak daun, hingga jamur jelaga sering ditemukan pada kebun yang rutin disiram setelah gelap.
Baca juga: Catat, Ini Waktu Terburuk dan Terbaik untuk Menyiram Tanaman
Jika kondisi ini dibiarkan, tanaman akan semakin lemah, daun menguning, dan pertumbuhan terhambat. Bahkan, tanaman hias maupun sayuran yang terkena jamur bisa mati dalam waktu singkat.
Selain penyakit, penyiraman di malam hari juga mengundang hama perusak. Misalnya, siput dan bekicot, yang merupakan dua jenis hama yang sangat aktif pada malam hari.
Ketika tanah lembap akibat baru disiram, hama semakin mudah menemukan tempat makan. Daun muda, batang lunak, hingga tunas baru menjadi target utama.
Baca juga: Mana yang Lebih Baik, Menyiram Tanaman dari Atas atau dari Bawah?
Jika populasi hama ini meningkat, tanaman akan cepat rusak. Bekicot dan siput bisa menggerogoti daun dalam jumlah besar hanya dalam satu malam.
Faktor lain yang membuat penyiraman di malam hari tidak efektif adalah kemampuan tanaman dalam menyerap air.
Setelah matahari terbenam, tanaman berhenti melakukan fotosintesis. Akibatnya, air yang diberikan tidak digunakan dengan optimal oleh tanaman.
Baca juga: Perlukah Menyiram Tanaman Hias dengan Es Batu?
Akar tidak bekerja seaktif di pagi atau sore hari, sehingga sebagian besar air hanya mengendap di tanah.
Jika terus demikian, penyiraman bukan hanya boros air, tetapi juga membuat tanaman tidak mendapatkan manfaat maksimal dari air yang diberikan.