Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Segel Mesin Cuci yang Bikin Cucian Berbau Apak

Kompas.com, 11 September 2025, 09:00 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Mesin cuci berfungsi membersihkan pakaian atau kain serta membuatnya beraroma segar atau harum. 

Namun, dalam kondisi tertentu, pakaian yang baru selesai dicuci di mesin cuci dapat memiliki bau apak atau tidak sedap. 

Baca juga: 3 Cara Mencegah Jamur Muncul di Mesin Cuci 

Hal ini tak lain disebabkan mesin cuci itu sendiri yang tidak pernah dibersihkan. Peralatan bisa jadi kotor, bahkan menjadi tempat berkembang biak bakteri serta jamur

Banyak dari kita berpikir bahwa mesin cuci dapat membersihkan dirinya sendiri karena begitu banyak air dan detergen yang digunakan saat mencuci pakaian. 

Namun, kenyataannya, mesin cuci tetap memerlukan pembersihan agar bekerja efisien daripada mengandalkan siklus pencucian normal untuk menjaganya tetap bersih. 

Bagian terburuk dari mesin cuci yang harus dijaga kebersihannya adalah segel karet di sekitar pintu atau yang dikenal sebagai gasket.

Meski dapat menahan air yang tumpah dari bak mesin cuci bukaan depan, segel mesin cuci bisa menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan kotoran karena kelembapan serta residu detergen yang mengendap. 

Namun, dengan sedikit bantuan, kamu dapat memperpanjang umur mesin cuci dengan mengetahui cara membersihkan mesin cuci dan memastikan segel karet tetap higienis.

Jika gasket dibiarkan begitu saja, mesin cuci dapat mulai berbau, bahkan menyebabkan pakaian yang baru saja dicuci ikut berbau tidak sedap. 

Baca juga: Jangan Menyalakan Mesin Cuci di Sore dan Malam Hari, Ini Alasannya 

Cara membersihkan segel mesin cuci 

Ilustrasi membersihkan mesin cuci.Shutterstock/fast-stock Ilustrasi membersihkan mesin cuci.
Tidak menjaga kebersihan segel karet dapat melihat penumpukan jamur hitam di dalamnya. Setelah menempel, jamur tersebut akan semakin sulit dihilangkan.

Jadi, untuk menjaga perawatannya, bersihkan segel karet setiap kali siklus cuci selesai. Terlebih lagi, hal ini juga direkomendasikan para ahli mesin cuci.

"Langkah penting memastikan mesin cuci selalu menghasilkan cucian bersih dan beraroma segar adalah membersihkannya secara teratur, khususnya segel karet pada pintu mesin cuci, yang juga dikenal sebagai gasket," ujar merek peralatan Siemens dikutip dari Tom's Guide, Kamis (11/9/2025). 

Untungnya, membersihkan segel mesin cuci tidak akan memakan banyak waktu, tetapi disarankan melakukannya setelah setiap siklus cuci.

Siemens mengatakan hanya perlu kain lembut atau lap dan air hangat. Usap segel dengan lembut untuk menghilangkan residu dan kotoran serta melindungi dari jamur dan bau tidak sedap. 

Disarankan tetap menggunakan pendekatan alami ini dan memperingatkan tidak menggunakan bahan pembersih keras.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau