Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tahunnya pada 28 September dan tahun ini merupakan peringatan yang ke-19 tahun sejak diselenggarakan pada 2007.
Pada tahun ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema "Act No: You, Me, Community" atau "Bertindak Sekarang: Saya, Anda, Masyarakat".
Baca juga: 5 Cara Mencegah Virus Rabies pada Anjing dan Hewan Peliharaan
Meski telah menjadi kampanye global, banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang virus rabies, bahkan enggan peduli dan menganggap sepele virus berbahaya ini.
Padahal, rabies menjadi salah satu penyakit virus paling mematikan yang menyerang hewan mamalia, seperti anjing dan kucing. Bahkan virus rabies juga dapat menginfeksi manusia.
Penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Saat gejala rabies muncul, hewan atau manusia yang terinfeksi hampir dipastikan berujung pada kematian.
Ilustrasi anjing terkena virus rabies dengan gejala mulut penuh air liur.Rabies juga sering disebut sebagai penyakit anjing gila lantaran anjing paling sering menularkan virus atau penyakit ini kepada manusia.
Selain itu, anjing yang terinfeksi virus rabies kerap menunjukkan perilaku agresif yang tidak terkontrol, yang membuatnya seperti "anjing gila".
Padahal, selain anjing, ada banyak hewan yang dapat terinfeksi dan menularkan virus rabies, seperti kucing, musang, monyet, hingga hewan ternak.
Nur Purba Priambada, dipl. ACCM, dokter hewan sekaligus Manajer Animal Management Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), menjelaskan secara umum, semua hewan mamalia atau hewan menyusui dapat terinfeksi dan menularkan virus rabies.
Baca juga: Cara Mencegah Rabies pada Anjing Peliharaan
"Anjing, kucing, hewan-hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, babi, atau satwa liar, seperti musang, rakun, serigala, primata, bahkan gajah, bisa terinfeksi virus rabies," ucap dokter Purbo, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com, Selasa (30/9/2025).
Namun, kata Purbo, memang yang sangat perlu diperhatikan adalah hewan-hewan yang potensial membawa dan menularkan rabies ke manusia melalui gigitan, cakaran, serta kontaminasi air liurnya apabila terinfeksi rabies atau hewan pembawa rabies (HPR).
Hewan berisiko tersebut, seperti anjing, kucing, serta satwa liar, seperti kelelawar, musang, juga satwa primata.
Walau bisa menular di antara hewan peliharaan, dilansir dari WebMD, rabies pada anjing paling sering berasal dari paparan hewan liar, seperti kelelawar, rubah, juga rakun.
Setiap tahun, sekitar 400-500 kasus rabies dilaporkan terjadi pada hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, dan musang.
Baca juga: 6 Fakta Seputar Virus Rabies yang Menyerang Anjing dan Kucing