Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Rabies Sedunia, Ketahui Ini Bahaya, Penularan, dan Gejalanya

Kompas.com, 30 September 2025, 10:44 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Rabies Sedunia diperingati setiap tahunnya pada 28 September dan tahun ini merupakan peringatan yang ke-19 tahun sejak diselenggarakan pada 2007. 

Pada tahun ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema "Act No: You, Me, Community" atau "Bertindak Sekarang: Saya, Anda, Masyarakat". 

Baca juga: 5 Cara Mencegah Virus Rabies pada Anjing dan Hewan Peliharaan

Meski telah menjadi kampanye global, banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang virus rabies, bahkan enggan peduli dan menganggap sepele virus berbahaya ini. 

Padahal, rabies menjadi salah satu penyakit virus paling mematikan yang menyerang hewan mamalia, seperti anjing dan kucing. Bahkan virus rabies juga dapat menginfeksi manusia. 

Penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Saat gejala rabies muncul, hewan atau manusia yang terinfeksi hampir dipastikan berujung pada kematian. 

Hewan apa saja yang terserang virus rabies? 

Ilustrasi anjing terkena virus rabies dengan gejala mulut penuh air liur.SHUTTERSTOCK/VICTORIA ANTONOVA Ilustrasi anjing terkena virus rabies dengan gejala mulut penuh air liur.

Rabies juga sering disebut sebagai penyakit anjing gila lantaran anjing paling sering menularkan virus atau penyakit ini kepada manusia. 

Selain itu, anjing yang terinfeksi virus rabies kerap menunjukkan perilaku agresif yang tidak terkontrol, yang membuatnya seperti "anjing gila". 

Padahal, selain anjing, ada banyak hewan yang dapat terinfeksi dan menularkan virus rabies, seperti kucing, musang, monyet, hingga hewan ternak. 

Nur Purba Priambada, dipl. ACCM, dokter hewan sekaligus Manajer Animal Management Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), menjelaskan secara umum, semua hewan mamalia atau hewan menyusui dapat terinfeksi dan menularkan virus rabies. 

Baca juga: Cara Mencegah Rabies pada Anjing Peliharaan

"Anjing, kucing, hewan-hewan ternak, seperti sapi, kambing, domba, babi, atau satwa liar, seperti musang, rakun, serigala, primata, bahkan gajah, bisa terinfeksi virus rabies," ucap dokter Purbo, sapaan akrabnya, kepada Kompas.com, Selasa (30/9/2025). 

Namun, kata Purbo, memang yang sangat perlu diperhatikan adalah hewan-hewan yang potensial membawa dan menularkan rabies ke manusia melalui gigitan, cakaran, serta kontaminasi air liurnya apabila terinfeksi rabies atau hewan pembawa rabies (HPR).

Hewan berisiko tersebut, seperti anjing, kucing, serta satwa liar, seperti kelelawar, musang, juga satwa primata.

Walau bisa menular di antara hewan peliharaan, dilansir dari WebMD, rabies pada anjing paling sering berasal dari paparan hewan liar, seperti kelelawar, rubah, juga rakun. 

Setiap tahun, sekitar 400-500 kasus rabies dilaporkan terjadi pada hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, dan musang. 

Baca juga: 6 Fakta Seputar Virus Rabies yang Menyerang Anjing dan Kucing 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau