Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Oktober 2025, 09:24 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Keranjang cucian dirancang untuk menampung cucian kotor dan menyembunyikannya dengan rapi hingga hari mencuci tiba.

Namun, jika menyangkut handuk kotor atau basah, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan kembali untuk tidak memasukkannya ke keranjang khusus. 

Baca juga: Mengapa Seprai dan Handuk Tidak Boleh Dicuci Bersama? 

Zachary Pozniak, pakar dry cleaning generasi keempat dan COO perusahaan dry cleaning mewah Jeeves New York, Amerika Serikat, mencatat penting untuk menghindari handuk kusut dan menumpuknya di keranjang cucian karena beberapa alasan.

"Menaruh barang lembap atau basah di dalam keranjang pada dasarnya berarti barang tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk kering sehingga jamur, lumut, dan bakteri menjadi lingkungan ideal untuk berkembang biak," ujarnya. 

Handuk basah yang tidak sempat kering di antara penggunaan akan membuat handuk  menjadi tidak bersih untuk dikeringkan dan lebih cepat bau.

Itulah mengapa sering kali lebih baik menyimpan handuk di luar kamar mandi, di area yang lebih kering dan tidak akan membiarkan bahannya menyerap air. Hal yang sama terjadi pada handuk basah yang tertinggal di mesin cuci

Baca juga: 6 Penyebab Handuk Masih Bau Apak Setelah Dicuci dan Cara Mengatasinya 

Apa yang harus dilakukan dengan handuk basah ? 

Ilustrasi handuk.Unsplash/redaquamedia Ilustrasi handuk.
Jika keranjang cucian tidak bisa digunakan untuk handuk, apa yang harus kamu lakukan? Sebaiknya, beri handuk cukup ruang untuk terbentang dan mengering.

"Keringkan pakaian basah dengan udara di gantungan baju, rak pengering, bahkan di pintu jika terpaksa—saya melakukan ini dengan pakaian olahraga," kata Pozniak.

Jika kamar mandi tidak memiliki gantungan baju ini, ada berbagai gantungan gantung dan rak handuk terpisah yang dapat dengan cepat mengatasi masalah ini. 

Untuk kamar mandi yang banyak uap dan lembap, rak pengering tarik di ruang cuci (atau ruang kering lainnya) dapat mencegah handuk tetap basah.

Jika punya waktu luang beberapa menit dan handuk sudah digunakan beberapa kali, luangkan waktu untuk memasukkan handuk ke mesin cuci dan memulai siklus pencucian. Kamu akan terhindar dari bau apak dan tumpukan handuk. 

Baca juga: 5 Tanda Handuk Sudah Tidak Layak Dipakai Lagi

Barang lain yang tidak boleh dimasukkan ke keranjang cucian  

Ada beberapa barang lain yang disarankan para ahli laundry, termasuk Pozniak, untuk dihindari di keranjang cucian karena alasan yang sama seperti handuk basah dan kotor.

Hindari memasukkan barang-barang berikut ke dalam keranjang cucian:

  • Pakaian olahraga, terutama sintetis.
  • Kaus kaki basah.
  • Pakaian atau handuk yang kotor, bernoda, berlumpur, atau kotor.
  • Apa pun yang basah, lembap, atau berkeringat.
  • Sutra atau kain halus yang dapat rusak atau tersangkut bahan lain. 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau