Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bolehkah Membiarkan Kipas Angin Menyala Semalaman?

Kompas.com, 20 Oktober 2025, 22:21 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Ideal Home

KOMPAS.com - Suhu malam hari yang panas tentu tidak nyaman dan kerap jadi penyebab terganggunya pola tidur saat musim kemarau.

Salah satu solusi yang paling umum adalah menyalakan kipas angin sepanjang malam. Namun, para pakar kini memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa membawa dampak tersembunyi, terutama bagi penderita alergi. Dilansir dari Ideal Home, berikut adalah penjelasannya.

Alasan tidak boleh menyalakan kipas angin semalaman

Ilustrasi kipas angin di dalam ruangan. SHUTTERSTOCK/ALLIANCE IMAGES Ilustrasi kipas angin di dalam ruangan.

Pada dasarnya, kipas angin memang sangat membantu untuk menciptakan aliran udara dan menghilangkan rasa pengap saat tidur.

Namun, di sisi lain, kipas tidak membersihkan udara, melainkan hanya memindahkannya.

Baca juga: Jangan Asal, Ini Tips Menggunakan Kipas Angin agar Lebih Hemat Listrik

“Tungau debu dan alergen lain yang sebelumnya menempel di perabotan bisa diembuskan kembali oleh kipas ke udara,” kata Katie Lilywhite, pakar pengolahan udara di AO.com.

Akibatnya, gejala alergi bisa bertambah parah jika kamu tidur dengan kipas menyala sepanjang malam.

Jadi, meskipun kipas angin bisa memberi kenyamanan dan bisa membantu tidur jadi lebih nyenyak, penggunaannya tetap perlu hati-hati bagi kamu yang menderita alergi.

Tips agar kamar terasa lebih sejuk 

Ilustrasi kipas angin plafon di kamar tidur.Shutterstock/anthonyrooke01 Ilustrasi kipas angin plafon di kamar tidur.

Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan agar kamu tetap bisa tidur nyaman tanpa meningkatkan risiko alergi, yakni:

Baca juga: Cara Membersihkan Kipas Angin yang Benar agar Lebih Dingin

Rutin membersihkan kipas angin

Jika tetap ingin memakai kipas angin sepanjang malam, bersihkan bilah dan bodi kipas angin dengan kain lembap beberapa hari sekali agar debu tidak menempel dan terhembus ke udara.

Gunakan pembersih udara (air purifier)

Hana?Patel, dokter umum sekaligus pakar tidur dari Time4Sleep, menyarankan penggunaan air purifier untuk filter udara dan menangkap debu sebelum udara bersirkulasi ke ruangan.

Jika kipas angin memperburuk alergi, air purifier adalah solusi yang layak dipertimbangkan.

Baca juga: Cara Mengatur Arah Putar Kipas Angin Plafon Saat Cuaca Dingin

Kombinasi kipas angin dan air purifier

Saat ini, sudah ada perangkat yang menggabungkan kipas dan purifikasi udara sekaligus. Meski harganya lebih tinggi, bagi mereka yang alergi, alat ini bisa jadi investasi jangka panjang untuk kualitas tidur lebih baik.

Pilih seprai dan selimut yang menyejukkan 

Agar tempat tidur terasa sejuk, gunakan seprai dengan kain yang lebih dingin. Selain itu, ganti selimut tebal dengan alternatif yang lebih tipis agar kamu tidak merasa kepanasan saat tidur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau