Penulis
KOMPAS.com - Suhu malam hari yang panas tentu tidak nyaman dan kerap jadi penyebab terganggunya pola tidur saat musim kemarau.
Salah satu solusi yang paling umum adalah menyalakan kipas angin sepanjang malam. Namun, para pakar kini memperingatkan bahwa kebiasaan ini bisa membawa dampak tersembunyi, terutama bagi penderita alergi. Dilansir dari Ideal Home, berikut adalah penjelasannya.
Ilustrasi kipas angin di dalam ruangan. Pada dasarnya, kipas angin memang sangat membantu untuk menciptakan aliran udara dan menghilangkan rasa pengap saat tidur.
Namun, di sisi lain, kipas tidak membersihkan udara, melainkan hanya memindahkannya.
Baca juga: Jangan Asal, Ini Tips Menggunakan Kipas Angin agar Lebih Hemat Listrik
“Tungau debu dan alergen lain yang sebelumnya menempel di perabotan bisa diembuskan kembali oleh kipas ke udara,” kata Katie Lilywhite, pakar pengolahan udara di AO.com.
Akibatnya, gejala alergi bisa bertambah parah jika kamu tidur dengan kipas menyala sepanjang malam.
Jadi, meskipun kipas angin bisa memberi kenyamanan dan bisa membantu tidur jadi lebih nyenyak, penggunaannya tetap perlu hati-hati bagi kamu yang menderita alergi.
Ilustrasi kipas angin plafon di kamar tidur.Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan agar kamu tetap bisa tidur nyaman tanpa meningkatkan risiko alergi, yakni:
Baca juga: Cara Membersihkan Kipas Angin yang Benar agar Lebih Dingin
Jika tetap ingin memakai kipas angin sepanjang malam, bersihkan bilah dan bodi kipas angin dengan kain lembap beberapa hari sekali agar debu tidak menempel dan terhembus ke udara.
Hana?Patel, dokter umum sekaligus pakar tidur dari Time4Sleep, menyarankan penggunaan air purifier untuk filter udara dan menangkap debu sebelum udara bersirkulasi ke ruangan.
Jika kipas angin memperburuk alergi, air purifier adalah solusi yang layak dipertimbangkan.
Baca juga: Cara Mengatur Arah Putar Kipas Angin Plafon Saat Cuaca Dingin
Saat ini, sudah ada perangkat yang menggabungkan kipas dan purifikasi udara sekaligus. Meski harganya lebih tinggi, bagi mereka yang alergi, alat ini bisa jadi investasi jangka panjang untuk kualitas tidur lebih baik.
Agar tempat tidur terasa sejuk, gunakan seprai dengan kain yang lebih dingin. Selain itu, ganti selimut tebal dengan alternatif yang lebih tipis agar kamu tidak merasa kepanasan saat tidur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang