Penulis
KOMPAS.com - Nasi merupakan makanan pokok utama bagi banyak masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain mengenyangkan, nasi juga mudah dipadukan dengan berbagai lauk dan memiliki nilai gizi yang baik, terutama sebagai sumber karbohidrat utama.
Namun, karena sering dimasak dalam jumlah banyak, sisa nasi kerap tersimpan di dapur tanpa penanganan yang tepat. Padahal, nasi yang disimpan dengan cara salah dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya, yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.
Untuk mencegah hal tersebut, kamu perlu tahu berapa lama nasi bisa bertahan di kulkas, bagaimana cara menyimpannya, dan cara aman saat memanaskannya kembali.
Baca juga: Bisakah Memasak Nasi di Microwave?
Setelah nasi matang, langkah pertama yang penting adalah membiarkannya dingin terlebih dahulu di suhu ruang selama maksimal satu jam.
Proses pendinginan ini perlu dilakukan agar uap panas keluar dan tidak menciptakan kelembapan berlebih di dalam wadah penyimpanan.
Jika nasi masih banyak, aduk perlahan dengan garpu agar panasnya cepat merata. Kamu juga bisa membaginya ke beberapa wadah kecil untuk mempercepat proses pendinginan.
Begitu nasi mencapai suhu ruang, segera tutup rapat dan simpan di kulkas. Menurut FoodSafety.gov, nasi matang dapat bertahan sekitar 4 hingga 6 hari di dalam kulkas jika disimpan dengan benar dan tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
Baca juga: Penyebab Nasi Cepat Bau dan Basi di Rice Cooker Menurut Ahli Toshiba
Namun, penting untuk selalu memeriksa kondisi nasi sebelum dikonsumsi kembali. Nasi yang sudah tidak layak biasanya memiliki aroma asam, tekstur lengket atau berlendir, dan terkadang tampak menggumpal. Jika kamu menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya buang saja nasi tersebut.
Jika kamu ingin memperpanjang masa simpan nasi, menyimpannya di freezer adalah solusi yang efektif.
Nasi yang sudah matang bisa dibekukan hingga enam bulan, selama disimpan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik khusus freezer.
Sebelum membekukan, pastikan nasi benar-benar dingin agar tidak terbentuk embun beku yang bisa merusak teksturnya.
Saat ingin dikonsumsi, cairkan nasi di kulkas semalaman atau panaskan langsung di microwave dan wajan hingga panas merata.
Baca juga: Cara Menyimpan Nasi di Kulkas agar Tidak Cepat Basi
Nasi bisa dipanaskan kembali, tetapi caranya harus tepat. Pasalnya, nasi mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang dapat bertahan meskipun telah dimasak.
Jika nasi disimpan terlalu lama di suhu ruang atau dipanaskan berulang kali, spora ini bisa berkembang biak dan menghasilkan racun penyebab keracunan makanan.
Untuk memanaskannya dengan aman, pastikan nasi benar-benar panas mengepul sebelum dikonsumsi. Suhu idealnya sekitar 74°C.
Kamu bisa memanaskan nasi menggunakan microwave, mengukusnya di panci tertutup, atau menumisnya di wajan panas.
Hindari memanaskan nasi lebih dari satu kali, karena hal ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang