Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 13 November 2025, 09:59 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Nasi merupakan makanan pokok utama bagi banyak masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain mengenyangkan, nasi juga mudah dipadukan dengan berbagai lauk dan memiliki nilai gizi yang baik, terutama sebagai sumber karbohidrat utama. 

Namun, karena sering dimasak dalam jumlah banyak, sisa nasi kerap tersimpan di dapur tanpa penanganan yang tepat. Padahal, nasi yang disimpan dengan cara salah dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya, yang berisiko menyebabkan keracunan makanan.

Untuk mencegah hal tersebut, kamu perlu tahu berapa lama nasi bisa bertahan di kulkas, bagaimana cara menyimpannya, dan cara aman saat memanaskannya kembali.

Baca juga: Bisakah Memasak Nasi di Microwave?

Berapa lama nasi bisa disimpan di kulkas?

Setelah nasi matang, langkah pertama yang penting adalah membiarkannya dingin terlebih dahulu di suhu ruang selama maksimal satu jam. 

Proses pendinginan ini perlu dilakukan agar uap panas keluar dan tidak menciptakan kelembapan berlebih di dalam wadah penyimpanan. 

Jika nasi masih banyak, aduk perlahan dengan garpu agar panasnya cepat merata. Kamu juga bisa membaginya ke beberapa wadah kecil untuk mempercepat proses pendinginan.

Begitu nasi mencapai suhu ruang, segera tutup rapat dan simpan di kulkas. Menurut FoodSafety.gov, nasi matang dapat bertahan sekitar 4 hingga 6 hari di dalam kulkas jika disimpan dengan benar dan tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

Baca juga: Penyebab Nasi Cepat Bau dan Basi di Rice Cooker Menurut Ahli Toshiba

Namun, penting untuk selalu memeriksa kondisi nasi sebelum dikonsumsi kembali. Nasi yang sudah tidak layak biasanya memiliki aroma asam, tekstur lengket atau berlendir, dan terkadang tampak menggumpal. Jika kamu menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya buang saja nasi tersebut. 

Berapa lama nasi bisa disimpan di freezer?

Jika kamu ingin memperpanjang masa simpan nasi, menyimpannya di freezer adalah solusi yang efektif.

Nasi yang sudah matang bisa dibekukan hingga enam bulan, selama disimpan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik khusus freezer.

Sebelum membekukan, pastikan nasi benar-benar dingin agar tidak terbentuk embun beku yang bisa merusak teksturnya. 

Saat ingin dikonsumsi, cairkan nasi di kulkas semalaman atau panaskan langsung di microwave dan wajan hingga panas merata. 

Baca juga: Cara Menyimpan Nasi di Kulkas agar Tidak Cepat Basi

Cara memanaskan nasi dengan benar 

Nasi bisa dipanaskan kembali, tetapi caranya harus tepat. Pasalnya, nasi mengandung spora bakteri Bacillus cereus yang dapat bertahan meskipun telah dimasak.

Jika nasi disimpan terlalu lama di suhu ruang atau dipanaskan berulang kali, spora ini bisa berkembang biak dan menghasilkan racun penyebab keracunan makanan.

Untuk memanaskannya dengan aman, pastikan nasi benar-benar panas mengepul sebelum dikonsumsi. Suhu idealnya sekitar 74°C. 

Kamu bisa memanaskan nasi menggunakan microwave, mengukusnya di panci tertutup, atau menumisnya di wajan panas. 

Hindari memanaskan nasi lebih dari satu kali, karena hal ini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau