Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Cuci 5 Pakaian Ini dengan Air Panas, Bikin Cepat Rusak

Kompas.com, 3 Desember 2025, 15:58 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

KOMPAS.com - Mencuci pakaian dengan air panas biasanya dilakukan untuk menghilangkan noda membandel, seperti lumpur, lemak, dan minyak. 

Selain itu, air panas dapat menghilangkan kuman dan bakteri pada pakaian dengan lebih efektif dibanding air dingin, terlebih pada pakaian yang dikenakan sehabis sakit. 

Baca juga: 6 Dampak Buruk Mencuci Pakaian dengan Air Sadah 

"Air panas dapat digunakan untuk mensterilkan dan merawat barang yang rentan kuman, seperti handuk piring, pakaian bayi," ucap Jessica Ek, pakar binatu dan Wakil Presiden Asosiasi di American Cleaning Institute (ACI). 

Rechelle Balanzat, CEO perusahaan jasa binatu Juliette, menjelaskan air dingin adalah sahabat pakaian, air dingin lebih lembut, mencegah kerusakan, serta membuat pakaian tetap awet dan tidak mudah lecek. 

Namun, ada beberapa material pakaian yang tidak boleh dicuci dengan air panas karena dapat merusaknya. 

Nah, dilansir The Spruce, Rabu (3/12/2025), berikut sejumlah pakaian yang tidak boleh dicuci dengan air panas. 

Pakaian wol dan kasmir

Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.PIXABAY/_alicja_ Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.
Mencuci pakaian wol dan kasmir perlu kehati-hatian karena salah sedikit dapat merusak pakaian, kasar, dan menyusut.

"Mencuci pakaian wol menggunakan air panas membuat serat wol akan saling menempel secara permanen dan menyusut, seperti pakaian boneka,” kata Matt O'Connor, CEO jasa binatu NoScrubs Laundry Delivery di Amerika Serikat. 

Selain itu, mencuci pakaian dengan air panas dapat menyebabkan kain menggumpal. Untuk itu, sebaiknya, mencuci pakain wol dan kasmir dengan air dingin atau hangat-hangat kuku dengan mode lembut pada mesin cuci

Baca juga: 6 Kesalahan Mencuci Pakaian Berwarna yang Bikin Luntur dan Rusak 

Pakaian berbahan halus

Selanjutnya, pakaian yang tidak boleh dicuci dengan air panas adalah pakaian berbahan halus, seperti sutra, renda, sintetis polyurethane (PU Leather) viscose, nilon, poliester, dan rayon. 

Mencuci pakaian ini dengan air panas dapat membuat kain mudah rusak dan menyusut, memudar warnanya, serta kehilangan kilaunya.

"Gunakan detergen lembut dan air dingin untuk mencuci pakaian ini," jelas Balanzat.

Pakaian olahraga dan pakaian dalam

Kamu mungkin berpikir pakaian yang menyerap keringat akan mengandung banyak bakteri sehingga perlu membersihkan dengan air panas.

Balanzat menjelaskan, sebagian besar, pakaian olahraga terbuat dari bahan elastis agar nyaman dikenakan. Mencucinya dengan air panas dapat mengurangi keelastisan bahan seiring waktu. 

Pakaian olahraga yang terbuat dari material spandeks, nilon, lycra, dan jersey, harus dicuci dengan air dingin. Air panas akan merusak serat kain, menyusut, dan warna pakaian memudar.

Baca juga: Jumlah Detergen yang Tepat untuk Mencuci Pakaian, Jangan Asal

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau