Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Bahan Alami yang Dapat Menghilangkan Bau Tidak Sedap dari Kulkas

Kompas.com, 2 Desember 2025, 15:05 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mencium bau tidak sedap saat membuka kulkas tentu sangat menyebalkan dan bisa membuat makanan yang disimpan di dalam kulkas ikut berbau.

Ada beberapa penyebab kulkas berbau, seperti makanan yang busuk atau sudah lama, tetesan air dari daging atau ikan yang disimpan, serta kulkas yang kotor atau sudah lama tidak dibersihkan. 

Baca juga: Jangan Simpan Makanan Panas di Kulkas, Ini Bahayanya! 

Namun, jika tidak ada masalah dan kulkas masih berbau, artinya peralatan perlu penyegaran untuk menghilangkan bau. Menghilangkan bau dan menyegar kulkas kembali dapat menggunakan bahan alami yang tersedia di rumah. 

Dilansir dari Love to Know, Selasa (2/12/2025), berikut beberapa bahan alami yang dapat menghilangkan bau tidak sedap dari kulkas. 

Baking soda

Ilustrasi perbedaan baking powder dan baking soda, cek sebelum membuat kue.freepik.com Ilustrasi perbedaan baking powder dan baking soda, cek sebelum membuat kue.
Selain fungsi utamanya sebagai pengembang kue, baking soda juga menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk membersihkan rumah. 

Baking soda sudah sejak lama digunakan sebagai bahan alternatif penghilang noda dan bau pada pakaian. Hal serupa bisa kamu gunakan untuk menghilangkan bau pada kulkas.

Natrium bikarbonat, zat basa yang terkandung dalam baking soda mampu menetralkan bau asam yang mengambang di udara kulkas.

Untuk menggunakannya, buka kemasan baking soda atau masukkan beberapa gram baking soda ke dalam mangkuk kecil, kemudian letakkan di kulkas kurang-lebih tiga hari, dan biarkan baking soda menyerap bau. 

Setelah durasi tersebut, kulkas akan kembali segar dan harum. 

Baca juga: Bagian Samping Kulkas Terasa Panas Saat Disentuh, Normalkah? 

Lemon

Selanjutnya, bahan alami yang dapat menghilangkan bau tidak sedap dari kulkas adalah menggunakan lemon. Lemon mengandung sifat antibakteri alami serta asam sitrat yang mampu membunuh bakteri penyebab bau pada kulkas.

Potong setengah lemon, peras airnya, lalu ambil kain mikrofiber, kemudian lap setiap bagian sisi kulkas.

Untuk hasil lebih maksimal, kamu bisa memotong lemon ke dalam beberapa bagian, letakkan potongan lemon di wadah terbuka, dan diamkan di dalam kulkas selama satu atau dua hari.

Kopi

Ilustrasi kopi, biji kopi. Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin menyatakan bahwa sejumlah produk ekspor Brasil ke Amerika Serikat (AS), seperti kopi, daging sapi, dan buah tropis, tetap dikenai tarif 40 persen. Pernyataan ini disampaikan meski Presiden AS, Donald Trump telah menghapus sebagian tarif impor.PIXABAY/COULEUR Ilustrasi kopi, biji kopi. Wakil Presiden Brasil Geraldo Alckmin menyatakan bahwa sejumlah produk ekspor Brasil ke Amerika Serikat (AS), seperti kopi, daging sapi, dan buah tropis, tetap dikenai tarif 40 persen. Pernyataan ini disampaikan meski Presiden AS, Donald Trump telah menghapus sebagian tarif impor.
Kandungan nitrogen pada kafein ternyata mampu menyerap bau tidak sedap dari kulkas. Selain itu, antioksidan yang terkandung dalam kopi efektif menetralkan bau.

Sama dengan lemon, letakkan bubuk kopi di dalam mangkuk, lalu masukkan ke setiap rak kulkas. Kamu bisa menggunakan varian kopi dengan aroma yang lebih kuat untuk membantu menghilangkan aroma tak sedap dari kulkas. 

Baca juga: Mengapa Kentang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas?  

Vanili

Saus vanilla bisa dituang ke atas puding, pancake (panekuk), atau makanan penutup manis lainnya.Dok. Freepik/azerbaijan_stockers Saus vanilla bisa dituang ke atas puding, pancake (panekuk), atau makanan penutup manis lainnya.
Vanili juga menjadi bahan alami yang dapat menghilangkan bau tidak sedap dari kulkas. Kandungan senyawa vanilin pada vanili menghasilkan aroma kuat dan harum sehingga mampu menetralkan bau asam di kulkas.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau