Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amankah Lampu Pohon Natal Menyala Semalaman? Ini Kata Ahli Listrik

Kompas.com, 5 Desember 2025, 21:33 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Lampu pohon Natal bisa dibilang menjadi hiasan paling menonjol dibanding ornamen lainnya.

Lampu ini meningkatkan tampilan pohon Natal semakin menarik, meriah, dan lebih berwarna. Namun, haruskah membiarkan lampu pohon Natal menyala semalaman atau mematikannya setiap malam? 

Baca juga: Jangan Sepelekan Korsleting Listrik di Rumah, Bisa Sebabkan Kebakaran

Pertanyaan ini sering ditanyakan banyak pemilik rumah pada musim seperti ini karena sulit menentukan pilihan terbaik. 

"Tidak masalah lampu pohon Natal menyala semalaman karena tidak akan berisiko mengalami korsleting listrik dan kebakaran," ucap Susilo, MT., CHRMA., dosen Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Univeritas Kristen Indonesia (UKI), kepada Kompas.com, Jumat (5/12/2025). 

Namun, menurut Susilo, penting memilih produk lampu pohon Natal yang berkualitas dan berstandar. 

"Lampu pohon Natal memiliki arus listrik yang kecil, jika terjadi percikan bunga api, tidak akan menimbulkan risiko besar," imbuh Susilo. 

Soal biaya, kata Susilo, lampu pohon Natal memiliki watt atau daya listrik yang kecil sehingga tidak meningkatkan tagihan listrik secara signifikan meski membiarkannya menyala semalaman. 

Baca juga: 4 Prosedur Instalasi Listrik di Rumah yang Aman Menurut Teknisi

Namun, Naeem Turner-Bandele, insinyur sistem energi dan peneliti sekaligus CEO Latimer Enterprises, punya pandangan berbeda. 

Menurutnya, membiarkan lampu pohon Natal menyala dalam waktu lama dapat menimbulkan risiko listrik dan kebakaran.

"Jika menggunakan lampu LED, lampu tersebut lebih aman daripada lampu pijar," ujarnya. 

Namun, meski lampu LED mengonsumsi daya lebih sedikit dan umumnya bekerja lebih dingin daripada lampu pijar, lampu tersebut dapat menjadi terlalu panas atau rusak karena kabel yang salah atau kerusakan eksternal akibat penggunaan di dalam atau luar ruangan. 

"Paling banter, kamu dapat merusak lampu dengan membiarkannya menyala terlalu lama dan dalam skenario terburuk, lampu tersebut dapat menjadi risiko kebakaran," imbuhnya. 

Baca juga: Cara Menghemat Tagihan Listrik Saat Gunakan AC di Rumah Menurut Pakar 

Hemat energi 

Ilustrasi pohon Natal.Shutterstock/Chomomile_Olya. Ilustrasi pohon Natal.
Selain mencegah risiko korsleting listrik, tidak menyalakan lampu pohon Natal semalaman dapat menghemat penggunaan energi dan menurunkan tagihan listrik. 

Penghematan ini dapat bertambah, tergantung pada jenis bohlam yang digunakan, tarif listrik di wilayah kamu dan lamanya waktu memasang pohon Natal.

Manfaat lain mengistirahatkan lampu pohon Natal setiap malam adalah memperpanjang masa pakainya secara signifikan sehingga mengurangi kebutuhan penggantian yang sering, yang menghasilkan penghematan lebih besar daripada penghematan energi saja.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau