Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 16 Desember 2025, 09:53 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Apakah kamu pernah mendapati kucing peliharaan mendesis, mencakar, atau bahkan buang air kecil sembarangan di rumah? 

Banyak pemilik kucing menganggap perilaku ini sebagai tanda kecemburuan. Namun, apakah kucing benar-benar bisa merasa cemburu seperti manusia?

Faktanya, kucing tidak mengalami kecemburuan dalam arti emosional seperti manusia. Menurut The Spruce Pets, perilaku yang sering disebut sebagai “cemburu” sebenarnya lebih berkaitan dengan rasa cemas, stres, atau kebutuhan kucing untuk mempertahankan kendali atas lingkungannya.

Respons ini biasanya muncul saat kucing merasa tidak aman atau terganggu oleh perubahan di sekitarnya.

Baca juga: 7 Cara Kucing Menyayangi Pemiliknya, Jangan Diabaikan

Kenapa kucing terlihat cemburu?

Kucing merupakan hewan yang sangat peka terhadap perubahan. Rutinitas yang bergeser atau lingkungan yang berbeda dapat membuatnya merasa terancam.

Salah satu pemicu utamanya adalah perubahan rutinitas harian. Ketika perhatian pemilik terbagi, misalnya karena kehadiran hewan peliharaan baru atau kesibukan lain, kucing bisa merasa diabaikan. 

Kondisi ini sering memicu perilaku seperti mencakar, mendesis, atau menjatuhkan barang sebagai bentuk pelampiasan stres.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah kurangnya sosialisasi sejak dini. Kucing yang jarang berinteraksi dengan orang atau lingkungan baru saat kecil cenderung sangat bergantung pada pemiliknya. 

Baca juga: 6 Manfaat Tak Terduga Memelihara Kucing

Ketika kamu lebih sering bepergian atau jarang di rumah, kucing bisa merasa kehilangan rasa aman dan menunjukkan perilaku yang tampak seperti kecemburuan.

Perubahan lingkungan juga dapat menjadi sumber kecemasan. Hal sederhana seperti memindahkan furnitur, mengganti posisi kotak pasir, atau kedatangan tamu bisa membuat kucing merasa wilayahnya terganggu. 

Selain itu, kucing sangat membutuhkan ruang pribadi. Jika wilayahnya terasa sempit atau sering diganggu oleh hewan lain, tingkat stres kucing bisa meningkat dan memicu perilaku bermasalah.

Tanda-tanda kucing yang tampak cemburu

Saat merasa tidak nyaman, kucing akan menunjukkan sinyal tertentu. Salah satu tanda yang paling umum adalah agresivitas. 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan agar Disayang Kucing Peliharaan

Kucing bisa mendesis, menggeram, atau memukul hewan lain, benda, bahkan manusia yang dianggap mengancam wilayah atau perhatian yang diinginkannya.

Selain itu, perilaku merusak juga sering muncul. Mencakar furnitur, merobek gorden, atau menjatuhkan barang dari meja kerap menjadi cara kucing menyalurkan frustrasi sekaligus menarik perhatian pemiliknya. 

Dalam kondisi tertentu, kucing juga bisa menandai wilayah dengan urine. Perilaku ini biasanya dilakukan di area yang dianggap penting, seperti tempat tidur, sofa, atau di sekitar barang baru di rumah.

Memahami bahwa perilaku tersebut berakar dari kecemasan, bukan kecemburuan murni, dapat membantu kamu merespons dengan lebih tepat dan menciptakan lingkungan yang membuat kucing merasa aman serta nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau