Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Tanda Sudah Waktunya Mengganti Wajan dan Panci Lama

Kompas.com, 9 Januari 2026, 09:32 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Seiring waktu, peralatan masak di dapaur, seperti wajan dan panci, mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. 

Kondisi ini membuat wajan dan panci tidak bisa memasak hidangan dengan maksimal, bahkan sama sekali tidak dapat digunakan lagi. 

Baca juga: 4 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasak dengan Wajan Besi Cor 

Namun, bagaimana mengetahuii kapan harus mengganti peralatan masak? Dan apa yang harus dilakukan dengan peralatan tersebut ketika sudah tidak terpakai lagi? 

Sebelum mengganti peralatan masak baru, cari tahu terlebih dulu cara terbaik membuang peralatan masak lama, termasuk cara mendaur ulang wajan. 

Tanda sudah waktunya mengganti wajan dan panci lama

Ilustrasi panci aluminium.Shutterstock/Mirageart Ilustrasi panci aluminium.
Laurie Klein, spesialis dapur uji konsumen di Hamilton Beach, mengatakan peralatan masak berkualitas tinggi dapat bertahan bertahun-tahun di dapur jika dirawat dengan benar.

Namun, ia mencatat bahwa produsen merekomendasikan mengganti beberapa peralatan masak antilengket ringan setiap lima tahun karena lapisan antilengketnya. 

Berikut beberapa tanda utama sudah waktunya mengganti peralatan masak lama dengan versi yang lebih baru seperti dirangkum dari Better Homes and Gardens, Jumat (9/1/2025). 

1. Goresan atau lubang yang ditemukan pada permukaan antilengket.

2. Bagian bawah panci yang melengkung dan tidak sepenuhnya rata di atas kompor, menyebabkan masakan tidak matang merata.

3. Gagang yang longgar dapat menyebabkan tumpahan dan luka bakar yang tidak disengaja.

4. Inti tembaga yang terbuka pada panci stainless steel berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

5. Retak atau pengelupasan yang dapat memungkinkan logam meresap ke dalam makanan yang masak. 

Baca juga: Jangan Pernah Gunakan Spatula Logam pada Wajan Antilengket, Ini Alasannya 

Cara membuang wajan dan panci lama

Ilustrasi wajan dan panci stainless steel.Unsplash/Venus Angel Ilustrasi wajan dan panci stainless steel.
Hindari membuang peralatan masak lama ke tempat pembuangan sampah setelah selesai menggunakannya.

Jika hingin mengganti dan panci dan wajan lama yang masih aman, pertimbangkan  menyumbangkannya ke badan amal atau dapat mendaur ulangnya menjadi alat berkebun, pot tanaman, atau proyek DIY kreatif lainnya.

  • Daur ulang peralatan masak

Sebelum membuang panci dan wajan lama ke tempat sampah daur ulang, pertimbangkan komposisinya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau