Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Simak 8 Tips Menjemur di Ruangan, Bikin Baju Cepat Kering Meski Hujan

Kompas.com, 12 Januari 2026, 15:08 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber Living Etc

KOMPAS.com - Mencuci dan mengeringkan pakaian saat musim hujan bisa menjadi tantangan tersendiri di rumah.

Minimnya sinar matahari dan tingginya kelembapan udara membuat pakaian sulit kering dan menimbulkan bau apek.

Mengandalkan layanan pencucian atau laundry memang bisa menjadi solusi praktis. Namun, cara ini berdampak pada meningkatnya pengeluaran bulanan.

Baca juga: Kenapa Kaos Kaki Sering Hilang saat Dicuci di Mesin Cuci?

Agar tetap hemat, diperlukan cara mengeringkan pakaian yang tepat supaya cucian cepat kering meski dijemur di dalam rumah.

Dilansir dari laman Living Etc, Senin (12/1/2026), pakar kebersihan sekaligus pendiri Muffetta Domestic Assistants, layanan kebersihan rumah di New York City, Muffetta Krueger dan Vanessa Terra Bossart, pemilik Green Terra Cleaning, membagikan 8 tips yang bisa dilakukan untuk membuat pakaian lebih cepat kering saat dijemur di dalam rumah meski cuaca tidak bersahabat.

Utamakan barang yang lebih kecil

Mengeringkan barang-barang yang kecil terlebih dahulu seperti kaus kaki, pakaian dalam, dan kemeja tipis dapat membantu membuat pakaian lebih cepat kering.

"Barang-barang tersebut cenderung lebih cepat kering, jadi selesaikan dulu jika memiliki ruang terbatas," ujar Vanessa.

Baca juga: 3 Cara Sederhana dan Ampuh Hilangkan Noda Darah Membandel di Baju

Untuk itu, jika menggunakan mesin cuci urutkan barang-barang yang perlu dicuci terlebih dahulu dari kecil untuk mencegah pakaian yang lebih besar menjadi bau apek.

Peras pakaian dengan air berlebih

Selanjutnya, cara untuk mempercepat pengeringan pakaian saat cuaca hujan adalah memastikan tidak ada air berlebih yang tertinggal di kain.

Kuncinya adalah peras pakaian dengan kuat, terutama bahan yang menyerap banyak air. Cara sederhana ini dapat secara mengurangi waktu pengeringan sekaligus mencegah ruangan menjadi terlalu lembap sehingga pakaian bau apek.

Baca juga: Jangan Mencuci Baju dan Seprai Bersamaan di Mesin Cuci, Hentikan!

“Jika mencuci kain yang sangat tebal seperti handuk atau celana jeans, pertimbangkan untuk menjalankan siklus putaran tambahan. Cara ini membantu mengurangi sisa air secara maksimal tanpa perlu memeras secara manual,” kata Krueger.

Metode ini juga bisa diterapkan saat mencuci secara manual, meski membutuhkan tenaga ekstra.

Gantung pakaian 

Cara efektif lainnya untuk mempercepat proses pengeringan adalah menggantung pakaian di gantungan agar membiarkannya terkena udara.

Baca juga: 7 Penyebab Baju Berbau Apak dan Asam Setelah Dicuci

"Metode ini tidak hanya menghemat ruangan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi udara di sekitar pakaian, sehingga kering secara merata dan cepat," kata Muffetta.

Selain itu, Muffetta menyarankan untuk memberi jarak antar pakaian agar udara tidak terperangkap, yang dapat meningkatkan kelembapan dan memicu bau apek.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau