Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Barang yang Sebaiknya Tidak Disumbangkan ke Toko Barang Bekas

Kompas.com, 14 Januari 2026, 08:23 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Membersihkan barang-barang yang tidak terpakai sering kali merupakan bagian penting dari pengorganisasian dan penataan ruang.

Meski sangat mulia untuk ingin menjaga barang-barang yang tidak terpakai agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah, tidak semua barang pantas dimasukkan ke dalam tumpukan sumbangan. 

Baca juga: 5 Barang yang Harus Dibuang Usai Perayaan Tahun Baru

Tentu, menyumbangkan barang-barang yang masih berguna sangat bagus untuk kebaikan bersama, tetapi kata kuncinya di sini adalah berguna.

Menyumbangkan barang-barang yang tidak dapat dijual kembali atau digunakan kembali akan menambah beban bagi karyawan dan sukarelawan toko barang bekas dan sama sekali bukan perbuatan baik.

Saat membuang barang-barang yang tidak lagi kamu inginkan atau butuhkan, ada beberapa kategori yang sebaiknya dibuang, didaur ulang, atau diolah kembali daripada disumbangkan.

Nah, dilansir dari Martha Stewart, Rabu (14/1/2026), berikut sejumlah barang yang sebaiknya tidak disumbangkan ke toko barang bekas. 

Gelas dan peralatan makan yang retak

Ilustrasi piring atau peralatan makan baru.Unsplash/lavievagabonde Ilustrasi piring atau peralatan makan baru.
Meski mungkin terlihat baik-baik saja, peralatan makan yang retak dapat menimbulkan bahaya keselamatan bagi pekerja toko barang bekas dan pembeli.

Banyak toko barang bekas menjual set porselen atau peralatan makan yang tidak lengkap, jadi jangan khawatir jika beberapa piring salad atau cangkir tidak cocok untuk disumbangkan.

Walau piring yang retak mungkin akan tetap berada di rak toko barang bekas selama berbulan-bulan atau lebih, kamu dapat memecahkannya untuk proyek mosaik yang menyenangkan. Kamu juga dapat mempertimbangkan menyumbangkannya ke bengkel kerajinan lokal. 

Baca juga: 6 Barang yang Kerap Disimpan di Tempat Salah 

Teknologi lama (yang belum dianggap antik)

Selanjutnya, barang yang sebaiknya tidak disumbangkan ke toko barang bekas adalah teknologi lama. 

Meski pemutar piringan hitam retro, Discman, atau telepon putar antik mungkin merupakan harta karun, teknologi yang berusia lebih dari lima tahun—tetapi belum dianggap antik—umumnya dianggap usang.

Baik iPhone 7 yang tidak dapat diperbarui lagi maupun MacBook besar yang tidak dapat diisi daya lagi tidak akan banyak diminati di sebagian besar toko barang bekas.

Situs penjualan kembali mungkin menawarkan beberapa dolar untuk mengambil barang-barang ini dari tangan kamu serta produsen (seperti Apple) serta toko elektronik dapat membantu dalam daur ulang elektronik.

Pakaian dalam (tanpa memeriksa terlebih dulu)

Ilustrasi lingerie.Dok. Freepik/Freepik Ilustrasi lingerie.
Banyak toko barang bekas tidak menerima sumbangan pakaian dalam karena alasan higienis, kecuali jika masih baru dengan kemasan atau label asli.

Jika ingin menyumbangkan pakaian dalam, pastikan menghubungi toko barang bekas terlebih dahulu untuk memastikan apakah diterima. Aturan yang sama berlaku untuk pakaian renang. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau