Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kucing Suka Menggaruk Lantai Setelah Makan? Ini Penyebabnya

Kompas.com, 31 Januari 2026, 16:40 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Pernah melihat kucing peliharaanmu mencakar atau menggaruk lantai di sekitar mangkuk makanannya setelah makan? 

Banyak pemilik kucing mengira perilaku ini aneh atau menandakan masalah tertentu. Padahal, kebiasaan tersebut tergolong normal dan merupakan bagian dari naluri alami kucing.

Faktanya, perilaku ini justru menandakan bahwa kucing merasa cukup aman dan nyaman di lingkungannya. Meski begitu, tidak sedikit pemilik yang merasa terganggu, terutama jika kebiasaan ini membuat karpet rusak atau lantai tergores. 

Naluri alami kucing

Dilansir dari The Spruce Pets, kucing memiliki insting bawaan untuk menggaruk atau “mengubur” area di sekitar makanan. Naluri ini tidak dipelajari, melainkan sudah tertanam secara alami sejak lahir.

Baca juga: Apakah Kucing Takut Mentimun?

Di alam liar, kucing besar seperti macan tutul dan kucing hutan kerap mengubur sisa makanan setelah makan.

Tujuannya sederhana, yakni menyamarkan bau makanan agar tidak menarik perhatian predator atau pesaing, sekaligus menjaga wilayah tetap bersih. Dengan mengubur sisa makanan, aroma menyengat bisa diminimalkan, sehingga mengurangi risiko ancaman dari hewan lain.

Naluri ini tetap terbawa hingga ke kucing rumahan. Meski hidup di lingkungan aman dan makanan selalu tersedia, insting tersebut tidak sepenuhnya hilang.

Itulah sebabnya kucing peliharaan sering terlihat menggaruk lantai, keset, atau bahkan menumpuk benda ringan seperti kertas di sekitar mangkuk makanannya.

Baca juga: 8 Mitos Perawatan Anjing dan Kucing yang Perlu Dihindari

Mirip kebiasaan mengubur kotoran

Menariknya, perilaku menggaruk lantai tidak selalu berarti kucing ingin “menyimpan” makanan. Dalam beberapa kasus, kucing justru mencoba mengubur sesuatu yang tidak disukainya, baik itu sisa makanan, bau tertentu, atau benda asing di sekitarnya.

Perilaku ini mirip dengan kebiasaan kucing mengubur kotoran di kotak pasir. Tujuannya sama, yaitu menjaga kebersihan wilayah dan menyingkirkan hal-hal yang dianggap mengganggu. 

Jadi, mencakar lantai setelah makan adalah ekspresi naluriah yang sepenuhnya wajar.

Cara mengatasi kebiasaan kucing menggaruk lantai 

Walaupun tidak berbahaya, kebiasaan ini bisa menjadi masalah jika menyebabkan kerusakan pada rumah. Jika kamu ingin meminimalkan perilaku tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan tanpa membuat kucing stres.

Baca juga: Cara agar Kucing Tidak Takut Carrier, Pemilik Harus Tahu

Letakkan mangkuk di permukaan keras

Tempatkan mangkuk makanan di lantai keramik, alas plastik, atau tatakan khusus. Hindari karpet, koran, atau alas kain yang mudah digeser dan dicakar.

Dampingi kucing saat makan

Dengan mengawasi kucing saat makan, kamu bisa segera mengangkat mangkuk setelah ia selesai. Untuk makanan basah, sebaiknya sisa makanan dibuang dalam beberapa menit agar tidak memicu naluri “mengubur”.

Alihkan perhatian kucing

Jika kucing mulai menggaruk lantai, alihkan fokusnya dengan mainan atau aktivitas lain. Cara ini cukup efektif untuk menghentikan perilaku tanpa paksaan.

Baca juga: Mengapa Kucing Tidak Mengubur Kotorannya di Kotak Pasir?

Jangan menghukum kucing

Menghukum kucing, seperti menyemprot air atau membentak, hanya akan membuatnya stres dan merusak hubungan emosional dengan pemilik. Mengingat perilaku ini bersifat alami, pendekatan lembut jauh lebih dianjurkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau