Penulis
KOMPAS.com - Kain mikrofiber dikenal sebagai alat andalan untuk membersihkan berbagai permukaan di rumah.
Bahannya lembut, mampu menangkap debu dengan baik, dan sering digunakan oleh jasa kebersihan profesional.
Namun, tidak semua benda cocok dibersihkan dengan kain mikrofiber. Dalam kondisi tertentu, kain ini justru bisa menyebabkan goresan atau merusak permukaan.
Ilustrasi kain mikrofiber. Sejumlah pakar kebersihan mengingatkan ada beberapa benda yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan kain mikrofiber. Dilansir dari The Spruce, berikut ini penjelasannya.
Baca juga: 4 Tanda Perlu Mengganti Kain Mikrofiber
Permukaan kayu yang belum dilapisi pelindung (unfinished atau unsealed wood) sangat rentan rusak.
Serat mikrofiber yang kering dapat bersifat sedikit abrasif sehingga berisiko mengangkat lapisan alami kayu atau meninggalkan goresan halus.
Sebagai alternatif, gunakan kain katun lembut atau kain khusus kayu dengan cairan pembersih atau pemoles kayu yang ringan.
Marmer dan granit termasuk permukaan yang mudah tergores. Jika kain mikrofiber digunakan ulang setelah membersihkan area yang kotor, debu dan pasir yang terperangkap bisa menggores batu alami.
Baca juga: Kesalahan Mencuci Kain Mikrofiber yang Harus Dihindari
Kesalahan ini sering terjadi tanpa disadari dan dapat menyebabkan kerusakan permanen.
Oleh karena itu, sebaiknya gunakan kain yang benar-benar bersih atau alat khusus saat membersihkan batu alam.
Kaca, cermin, dan benda berbahan kristal juga termasuk sensitif terhadap goresan. Beberapa jenis kain mikrofiber yang kaku atau berkualitas rendah dapat meninggalkan bekas goresan halus di permukaan ini.
Untuk hasil yang lebih aman, gunakan kain katun lembut tanpa serat atau kain khusus pembersih kaca.
Hal yang sama berlaku juga untuk permukaan optik seperti kacamata dan lensa kamera.
Baca juga: 6 Benda di Rumah yang Cocok Dibersihkan Pakai Kain Mikrofiber
Meski sering dipakai, kain mikrofiber kurang ideal untuk membersihkan permukaan stainless steel yang sangat berminyak.