Penulis
KOMPAS.com - Seprai bukan sekadar pelengkap tempat tidur, tapi berperan besar dalam menentukan kualitas tidur.
Dua bahan yang paling populer digunakan adalah linen dan katun. Keduanya sama-sama berasal dari serat alami, namun memiliki karakteristik berbeda. Lantas, mana yang lebih baik digunakan?
Dilansir dari Real Simple, berikut ini perbandingan seprai linen dan katun dari sisi bahan, kenyamanan, serta daya tahan.
Linen berasal dari serat tanaman rami (flax). Linen termasuk salah satu kain tertua di dunia dan dikenal sangat kuat serta tahan lama.
Baca juga: Haruskah Mengganti Seprai Lebih Sering Saat Musim Hujan?
Meski teksturnya terlihat sederhana, linen memiliki sifat elastis dan mampu kembali ke bentuk aslinya setelah digunakan atau dicuci berulang kali.
Kelebihan seprai linen
Baca juga: 7 Cara Membersihkan Seprai untuk Meningkatkan Kualitas Tidur
Kekurangan seprai linen
Katun berasal dari serat tanaman kapas dan telah digunakan sejak ribuan tahun lalu.
Bahannya terkenal lembut, mudah menyerap keringat, serta nyaman digunakan di berbagai iklim.
Jenis katun yang populer antara lain katun mesir, percale, sateen, serta flanel.
Kelebihan seprai katun
Baca juga: Jangan Cuci Pakaian dan Seprai Bersamaan, Ini 3 Alasannya
Kekurangan seprai katun
Pilihan antara linen dan katun bergantung pada kebutuhan masing-masing orang.
Bagi yang mudah merasa gerah saat tidur, linen bisa menjadi pilihan karena lebih sejuk dan menyerap kelembapan.
Bagi yang mengutamakan kelembutan dan harga terjangkau, katun lebih cocok.
Baca juga: Rahasia Seprai Hotel Tetap Putih Cemerlang, Ini 5 Cara Mencucinya