Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Seprai Linen vs Katun, Mana yang Lebih Nyaman dan Awet untuk Tidur?

Kompas.com, 3 Februari 2026, 22:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Seprai bukan sekadar pelengkap tempat tidur, tapi berperan besar dalam menentukan kualitas tidur.

Dua bahan yang paling populer digunakan adalah linen dan katun. Keduanya sama-sama berasal dari serat alami, namun memiliki karakteristik berbeda. Lantas, mana yang lebih baik digunakan?

Perbandingan seprai linen dengan katun 

Dilansir dari Real Simple, berikut ini perbandingan seprai linen dan katun dari sisi bahan, kenyamanan, serta daya tahan.

Apa itu linen?

Linen berasal dari serat tanaman rami (flax). Linen termasuk salah satu kain tertua di dunia dan dikenal sangat kuat serta tahan lama.

Baca juga: Haruskah Mengganti Seprai Lebih Sering Saat Musim Hujan?

Meski teksturnya terlihat sederhana, linen memiliki sifat elastis dan mampu kembali ke bentuk aslinya setelah digunakan atau dicuci berulang kali.

Kelebihan seprai linen

  • Lebih tahan lama: Linen disebut sekitar 30 persen lebih kuat dibandingkan katun. Dengan perawatan yang tepat, seprai linen dapat bertahan hingga puluhan tahun.
  • Sejuk dan menyerap keringat: Serat linen mampu menyerap dan melepaskan kelembapan dengan cepat. Inilah yang membuatnya terasa sejuk, terutama bagi orang yang mudah berkeringat saat tidur.
  • Ramah bagi penderita alergi: Linen bersifat hipoalergenik dan hampir tidak menghasilkan serat halus (lint). Selain itu, kemampuannya menyerap kelembapan membantu menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Lebih ramah lingkungan: Tanaman rami dapat dimanfaatkan seluruh bagiannya dan tidak membutuhkan banyak air. Seratnya juga mudah terurai secara alami (biodegradable).

Baca juga: 7 Cara Membersihkan Seprai untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Kekurangan seprai linen

  • Harga lebih mahal dibandingkan seprai katun.
  • Tekstur awal terasa kasar, meski akan semakin lembut setelah sering dicuci.
  • Pilihan warna dan motif terbatas dibandingkan katun.

Apa itu katun?

Katun berasal dari serat tanaman kapas dan telah digunakan sejak ribuan tahun lalu.

Bahannya terkenal lembut, mudah menyerap keringat, serta nyaman digunakan di berbagai iklim.

Jenis katun yang populer antara lain katun mesir, percale, sateen, serta flanel.

Kelebihan seprai katun

  • Lebih lembut dan nyaman: Tekstur katun cenderung halus sehingga nyaman untuk kulit, terutama bagi yang tidak menyukai kain bertekstur kasar.
  • Mudah menyerap keringat: Katun membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil saat tidur.
  • Harga lebih terjangkau: Seprai katun tersedia dalam berbagai pilihan harga sesuai kualitas dan jumlah benang.
  • Mudah dirawat: Katun relatif mudah dicuci dan tidak membutuhkan perlakuan khusus.

Baca juga: Jangan Cuci Pakaian dan Seprai Bersamaan, Ini 3 Alasannya

Kekurangan seprai katun

  • Mudah kusut setelah dicuci.
  • Bisa menyusut, terutama saat pencucian pertama.
  • Beberapa produk mengandung bahan kimia untuk pewarna atau efek anti-kusut, yang berisiko bagi kulit sensitif.

Mana yang lebih baik?

Pilihan antara linen dan katun bergantung pada kebutuhan masing-masing orang.

Bagi yang mudah merasa gerah saat tidur, linen bisa menjadi pilihan karena lebih sejuk dan menyerap kelembapan.

Bagi yang mengutamakan kelembutan dan harga terjangkau, katun lebih cocok.

Baca juga: Rahasia Seprai Hotel Tetap Putih Cemerlang, Ini 5 Cara Mencucinya

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau