Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Cara Menghilangkan Bau pada Talenan dengan Bahan Alami

Kompas.com, 10 Februari 2026, 09:30 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Talenan rentan mengalami bau tidak sedap lantaran menjadi tempat untuk mengiris berbagai bahan makanan, seperti daging, aneka bumbu dapur, sayuran, hingga buah. 

Bahkan, meski telah mencucinya, talenan masih tetap berbau tidak sedap. Diperlukan beberapa langkah tambahan dalam rutinitas pembersihan kamu. 

Baca juga: Talenan Kayu vs Talenan Plastik, Mana yang Lebih Aman Digunakan?

Sebagian besar talenan bersifat berpori, yang berarti menyerap kelembapan dan senyawa penyebab bau dari makanan, seperti bawang, makanan laut, atau daging mentah.

Pada akhirnya, bahkan sabun cuci piring biasa pun mungkin gagal mengatasi masalah tersebut.

Untungnya, bau yang tersisa biasanya dapat diatasi tanpa membeli talenan baru atau menggunakan bahan kimia keras.

Nah, dilansir Real Simple, Selasa (10/2/2026), berikut beberapa cara menghilangkan bau dari talenan dan mencegah bau menumpuk sejak awal.

Pertimbangan sebelum memulai

Ilustrasi talenan plastik berbau dan kotor.Shutterstock/Sasimoto Ilustrasi talenan plastik berbau dan kotor.
Karena talenan bersentuhan dengan makanan, umumnya disarankan menghindari disinfektan yang mengandung pemutih atau senyawa amonium kuaterner (alias "quat").

Ini adalah disinfektan kimia kuat yang membutuhkan penanganan hati-hati dan pembilasan menyeluruh.

"Jika harus menggunakannya, pastikan mengenakan masker dan sarung tangan serta membilas talenan secara menyeluruh setelah menggunakannya," kata Melissa Lush, pakar kebersihan dan pendiri Force of Nature.

Sebisa mungkin, mulailah dengan metode lebih lembut, seperti garam, cuka, atau baking soda dan simpan pembersih yang lebih keras untuk bau yang tidak dapat diatasi dengan cara lain. 

Baca juga: Amankah Memotong Daging Mentah di Talenan Kayu?

Untuk mencegah sebagian besar bau, Lush menyukai penggunaan talenan yang terbuat dari bahan non-porous, seperti HDPE—komposit atau kayu yang kurang berpori, seperti bambu.

“Jika menggunakan talenan kayu, pastikan secara teratur mengolesi kembali papan dengan minyak karena papan yang kering menyerap bau lebih cepat daripada papan yang diolesi minyak dengan baik,” katanya.

Selain itu, jangan pernah merendamnya atau membiarkannya basah di wastafel. Air dapat membuat kayu melengkung. Keringkan talenan kayu dalam posisi tegak.

Cara menghilangkan bau dari talenan dengan sabun cuci piring

Tidak peduli makanan apa pun yang digunakan di talenan, mulailah menggosoknya menggunakan air sabun panas segera setelah selesai memasak.

Jika talenan masih berbau setelah pencucian awal ini, lanjutkan ke kiat penghilang bau lainnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau