Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Air Bekas Pel Bisa untuk Menyiram Tanaman, Ini Syaratnya

Kompas.com, 12 Februari 2026, 22:24 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Air bekas mengepel lantai biasanya langsung dibuang. Padahal, dalam kondisi tertentu, air tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk menyiram tanaman.

Namun, penggunaannya tidak boleh sembarangan karena bisa berdampak baik atau justru merusak tanaman.

Ahli hortikultura, Justin Hancock menjelaskan, aman atau tidaknya air bekas pel untuk tanaman sangat bergantung pada bahan yang digunakan saat mengepel serta jenis tanaman yang disiram.

Bagaimana air bekas pel bisa aman untuk tanaman?

Air bekas pel masih bisa digunakan untuk menyiram tanaman jika kamu hanya memakai air bersih tanpa tambahan sabun, deterjen, atau cairan pembersih apa pun.

Baca juga: Tambahkan 5 Bahan dalam Air Pel Agar Lantai Lebih Harum dan Bersih

“Jika kamu hanya menggunakan air biasa untuk mengepel lantai dan tidak menambahkan bahan pembersih, umumnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Hancock, dilansir dari The Spruce.

Dengan catatan, air tersebut sebaiknya tidak digunakan untuk menyiram tanaman pangan atau tanaman yang bisa dikonsumsi, karena berisiko terkontaminasi kotoran dari lantai.

Selain itu, tanaman karnivora juga tidak disarankan disiram dengan air bekas pel karena jenis tanaman ini sensitif terhadap kandungan bahan kimia dalam air keran.

Kapan air bekas pel tidak boleh digunakan?

Air bekas pel tidak disarankan digunakan untuk menyiram tanaman jika sebelumnya telah dicampur dengan cairan pembersih, baik itu sabun, deterjen, maupun bahan kimia lainnya.

Baca juga: Cara Membersihkan Kain Pel secara Mendalam

“Jika kamu menggunakan produk pembersih apa pun, sebaiknya jangan memakai air bekas pel untuk tanaman karena berisiko menimbulkan kontaminasi bahan kimia,” ujar Hancock.

Menurutnya, kandungan seperti sabun, garam, amonia, atau pelarut dapat merusak akar tanaman, terutama tanaman yang lebih sensitif.

Bahkan jika kamu menggunakan bahan pembersih alami seperti cuka dan soda kue, air bekas pel tetap tidak disarankan untuk menyiram tanaman.

“Cuka dapat memengaruhi tingkat keasaman tanah, dan dalam konsentrasi tinggi justru berfungsi sebagai herbisida," ucap Hancock.

"Soda kue juga menambah kadar garam dalam media tanam yang bisa membakar akar,” imbuhnya.

Baca juga: Cara Membersihkan Kain Pel Setelah Digunakan agar Tak Bau dan Berjamur

Sampah rumah tangga yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman

Selain air bekas pel, ada sejumlah sisa rumah tangga lain yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman, baik di dalam maupun luar rumah.

Air bekas memasak

Air sisa merebus sayuran, kentang, atau pasta mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau