Penulis
KOMPAS.com – Gema Ramadan mulai terasa di berbagai penjuru negeri. Tahun ini, umat muslim di Indonesia menyambut bulan suci dengan keragaman, di mana sebagian mulai menjalankan ibadah puasa pada Rabu, 18 Februari, dan sebagian lainnya pada Kamis, 19 Februari 2026.
Terlepas dari perbedaan tersebut, satu persiapan fisik yang sering kali luput dari perhatian namun krusial bagi kenyamanan ibadah jangka panjang adalah pemilihan sajadah.
Baca juga: Ini Warna Baru yang Paling Dicari Jelang Ramadan dan Lebaran
Ibadah Ramadan, terutama salat Tarawih yang melibatkan gerakan berulang dalam durasi lama, menuntut alas sujud yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga ergonomis.
Memilih sajadah yang tepat adalah investasi untuk kesehatan persendian dan kedalaman fokus ibadah Anda.
Langkah pertama dalam memilih sajadah adalah memahami karakteristik materialnya. Di iklim tropis seperti Indonesia, material katun menjadi primadona karena sifatnya yang menyerap keringat dan mudah dicuci.
Namun, bagi mereka yang mencari kemewahan dan ketahanan, wol menawarkan tekstur yang lebih lembut dan awet, meski membutuhkan perawatan ekstra.
Baca juga: DFI Nusantara Hadirkan Promo Menarik dari Guardian dan IKEA untuk Sambut Ramadan
Bagi muslim urban yang memiliki mobilitas tinggi, sajadah berbahan poliester atau sintetis sering menjadi pilihan karena ringan dan mudah dilipat ke dalam tas (travel-friendly).
Namun, pastikan material sintetis tersebut memiliki lapisan anti-selip di bagian bawah untuk menjamin keamanan saat digunakan di atas lantai marmer atau keramik yang licin.
Banyak orang salah kaprah dengan memilih sajadah yang terlalu tebal seperti kasur. Secara teknis, sajadah yang terlalu empuk justru dapat mengganggu keseimbangan saat berdiri atau melakukan gerakan transisi dalam salat.
Baca juga: Sambut Idul Fitri Lebih Elegan, Nippon Paint Luncurkan Tren Warna Ramadan 2023
Di sisi lain sajadah tipis cocok untuk perjalanan atau salat di atas karpet masjid yang sudah tebal. Sementara sajadah medium sangat disarankan bagi lansia atau mereka yang memiliki masalah lutut (osteoartritis).
Ketebalan yang pas mampu meredam benturan tempurung lutut dengan lantai tanpa mengurangi kestabilan tumpuan kaki.
Sajadah standar biasanya berukuran 60 cm x 110 cm. Namun, tren "sajadah saku" kini kian digemari.
Dalam memilih, pastikan ukuran sajadah tetap mampu mencakup seluruh titik sujud, mulai dari dahi hingga ujung jari kaki, untuk menjaga kebersihan dan validitas ruang sujud Anda, terutama saat berada di area publik.
Baca juga: in-Lite LED Hadirkan Keceriaan melalui Program Lights of Ramadan
Demikian halnya dengan desain yang terlalu ramai atau memiliki pola geometris yang membingungkan mata justru berisiko mendistruksi fokus saat salat.
Pilihlah desain yang minimalis dengan palet warna bumi (earthy tones) atau motif tradisional yang simetris.
Warna-warna tenang seperti biru tua, hijau zaitun, atau krem dapat membantu menurunkan tensi visual dan menciptakan suasana tenang di dalam batin sebelum memulai takbiratul ikram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang