Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Makanan Imlek yang Dipercaya Bawa Keberuntungan

Kompas.com, 16 Februari 2026, 16:24 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Makanan Imlek tidak sekadar santapan, tapi juga sarat makna simbolis. Setiap hidangan memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan harapan tentang rezeki, kesehatan, dan kebersamaan keluarga.

Menurut Emily Yuen, koki eksekutif restoran China modern di Manhattan, makanan Imlek yang disajikan di rumah bukan hanya soal rasa tetapi juga makna.

“Yang terpenting bukan seberapa rumit masakannya, melainkan niat dan kebersamaan di balik hidangan tersebut,” ucapnya, dikutip dari Martha Stewart.

Makanan Imlek yang dipercaya bawa hoki

Berikut ini 5 makanan yang bisa disajikan di rumah saat Imlek karena dipercaya membawa keberuntungan:

Baca juga: Jangan Asal Sajikan, Ini 5 Buah Khas Imlek yang Bawa Keberuntungan

Ikan utuh

Ikan merupakan hidangan wajib saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” terdengar sama dengan kata “surplus” atau “kelebihan”, sehingga melambangkan kelimpahan rezeki sepanjang tahun.

Biasanya ikan disajikan dalam keadaan utuh, lengkap dengan kepala dan ekor. Penyajian ini melambangkan awal yang baik dan akhir yang sempurna.

Ikan biasanya dimasak dengan cara dikukus bersama sejumlah bahan, seperti jahe, daun bawang, dan kecap asin.

Jeruk mandarin

Jeruk mandarin seperti tangerine, satsuma, dan clementine melambangkan keberuntungan dan kekayaan. Dalam beberapa dialek China, penyebutan jeruk mirip dengan kata “keberuntungan”.

Selain itu, warnanya menyerupai emas dan bentuknya yang bulat melambangkan kesatuan serta keharmonisan keluarga.

Baca juga: Pakar Feng Shui Ungkap Area Rumah yang Harus Dibersihkan Saat Imlek

Mi panjang umur

Mi panjang umur atau “longevity noodles” melambangkan umur panjang dan kesehatan. Mi ini dimasak tanpa dipotong, karena panjang mi dipercaya mewakili panjang umur.

Mi bisa ditumis dengan saus tiram, minyak wijen, dan kecap, atau disajikan dalam kuah bening sederhana.

Kue beras ketan (nian gao)

Nian gao memiliki arti “tahun yang lebih tinggi” atau kemajuan hidup. Teksturnya yang lengket melambangkan kedekatan antaranggota keluarga.

Di China bagian selatan, nian gao biasanya dibuat manis dari tepung ketan, gula merah, dan santan, kemudian dikukus dan digoreng.

Di Korea, kue beras disajikan sebagai tteokguk atau sup kue beras yang melambangkan awal tahun yang baru dan bersih.

Baca juga: Arti Warna Merah dalam Tahun Baru Imlek dan Warna yang Harus Dihindari

Pangsit

Pangsit melambangkan kekayaan karena bentuknya menyerupai batangan emas kuno China.

Selain makna simbolis, membuat pangsit bersama keluarga di rumah juga menjadi bagian penting dari tradisi Imlek.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau