Penulis
KOMPAS.com - Makanan Imlek tidak sekadar santapan, tapi juga sarat makna simbolis. Setiap hidangan memiliki filosofi tersendiri yang berkaitan dengan harapan tentang rezeki, kesehatan, dan kebersamaan keluarga.
Menurut Emily Yuen, koki eksekutif restoran China modern di Manhattan, makanan Imlek yang disajikan di rumah bukan hanya soal rasa tetapi juga makna.
“Yang terpenting bukan seberapa rumit masakannya, melainkan niat dan kebersamaan di balik hidangan tersebut,” ucapnya, dikutip dari Martha Stewart.
Berikut ini 5 makanan yang bisa disajikan di rumah saat Imlek karena dipercaya membawa keberuntungan:
Baca juga: Jangan Asal Sajikan, Ini 5 Buah Khas Imlek yang Bawa Keberuntungan
Ikan merupakan hidangan wajib saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” terdengar sama dengan kata “surplus” atau “kelebihan”, sehingga melambangkan kelimpahan rezeki sepanjang tahun.
Biasanya ikan disajikan dalam keadaan utuh, lengkap dengan kepala dan ekor. Penyajian ini melambangkan awal yang baik dan akhir yang sempurna.
Ikan biasanya dimasak dengan cara dikukus bersama sejumlah bahan, seperti jahe, daun bawang, dan kecap asin.
Jeruk mandarin seperti tangerine, satsuma, dan clementine melambangkan keberuntungan dan kekayaan. Dalam beberapa dialek China, penyebutan jeruk mirip dengan kata “keberuntungan”.
Selain itu, warnanya menyerupai emas dan bentuknya yang bulat melambangkan kesatuan serta keharmonisan keluarga.
Baca juga: Pakar Feng Shui Ungkap Area Rumah yang Harus Dibersihkan Saat Imlek
Mi panjang umur atau “longevity noodles” melambangkan umur panjang dan kesehatan. Mi ini dimasak tanpa dipotong, karena panjang mi dipercaya mewakili panjang umur.
Mi bisa ditumis dengan saus tiram, minyak wijen, dan kecap, atau disajikan dalam kuah bening sederhana.
Nian gao memiliki arti “tahun yang lebih tinggi” atau kemajuan hidup. Teksturnya yang lengket melambangkan kedekatan antaranggota keluarga.
Di China bagian selatan, nian gao biasanya dibuat manis dari tepung ketan, gula merah, dan santan, kemudian dikukus dan digoreng.
Di Korea, kue beras disajikan sebagai tteokguk atau sup kue beras yang melambangkan awal tahun yang baru dan bersih.
Baca juga: Arti Warna Merah dalam Tahun Baru Imlek dan Warna yang Harus Dihindari
Pangsit melambangkan kekayaan karena bentuknya menyerupai batangan emas kuno China.
Selain makna simbolis, membuat pangsit bersama keluarga di rumah juga menjadi bagian penting dari tradisi Imlek.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang