Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Merah menjadi warna khas Imlek dan banyak digunakan, termasuk dalam dekorasi, dari lampion, angpao, lampu, hingga karakter Fu.
Selain merah, warna emas atau gold juga mendominasi dalam perayaan dan dekorasi Imlek. Dua warna ini dipercaya dapat membawa keberuntungan, kemakmuran, dan energi positif ke dalam rumah.
Baca juga: 5 Cara Mendekorasi Rumah untuk Sambut Tahun Baru Imlek Menurut Ahli
"Merah melambangkan energi, vitalitas, kebahagiaan, dan keberuntungan, sedangkan emas berkaitan erat dengan kekayaan, harta, serta kemakmuran," jelas Yulius Fang dan Angelina Fang, pakar feng shui di Feng Shui Consulting Indonesia, kepada Kompas.com, Kamis (12/2/2026).
Dilansir dari Sinocultural, merah selalu menjadi warna keberuntungan utama dan terpenting dalam Tahun Baru Imlek.
Dalam budaya Tiongkok, merah sangat erat kaitannya dengan energi positif, vitalistas, juga kegembiraan.
Simbolisme ini bukan sebuah kebetulan, melainkan berakar kuat dalam filsafat dan tradisi kuno. Warna merah diyakini dapat mengusir roh jahat, energi negatif, juga nasib buruk. \
Ilustrasi lampion.Tak hanya memangsa manusia, Nian juga memakan hewan ternak. Hal ini pun membuat penduduk hidup dalam ketakutan sampai akhirnya menemukan kelemahan binatang buas tersebut, yakni takut terhadap suara keras, api, serta warna merah.
Memanfaatkan kelemahan Nian tersebut, penduduk mencari cara untuk melindungi diri serta rumah. Mereka menempelkan kertas merah di pintu depan rumah, menggantung lampion, serta menyalakan petasan.
Cara ini pun berhasil membuat Nian takut dan pergi meninggalkan desa. Sejak peristiwa itu, merah menjadi tradisi dalam perayaan Tahun Baru Imlek atau festival musim semi hingga sekarang.
Merah memiliki makna pelindung, perayaan, serta kemenangan atas kesulitan.
Baca juga: 6 Dekorasi Imlek yang Dapat Datangkan Keberuntungan di Tahun Kuda Api
Ilustrasi mendekorasi rumah untuk menyambut Imlek."Tidak disarankan menggunakan merah dan emas dalam keseluruhan rumah, seperti warna dinding maupun lantai rumah, untuk waktu lama," ucap Yulius dan Angelina.
Hal ini karena penggunaan warna dalam feng shui memiliki aturannya sendiri dan tidak tergantung pada acara tertentu.
Menurut feng shui, penggunaan warna dinding dan lantai rumah dalam jangka panjang atau selama Tahun Kuda Api ini bersifat relatif.