Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arti Warna Merah dalam Tahun Baru Imlek dan Warna yang Harus Dihindari

Kompas.com, 12 Februari 2026, 10:48 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Merah menjadi warna khas Imlek dan banyak digunakan, termasuk dalam dekorasi, dari lampion, angpao, lampu, hingga karakter Fu. 

Selain merah, warna emas atau gold juga mendominasi dalam perayaan dan dekorasi Imlek. Dua warna ini dipercaya dapat membawa keberuntungan, kemakmuran, dan energi positif ke dalam rumah. 

Baca juga: 5 Cara Mendekorasi Rumah untuk Sambut Tahun Baru Imlek Menurut Ahli

"Merah melambangkan energi, vitalitas, kebahagiaan, dan keberuntungan, sedangkan emas berkaitan erat dengan kekayaan, harta, serta kemakmuran," jelas Yulius Fang dan Angelina Fang, pakar feng shui di Feng Shui Consulting Indonesia, kepada Kompas.com, Kamis (12/2/2026). 

Dilansir dari Sinocultural, merah selalu menjadi warna keberuntungan utama dan terpenting dalam Tahun Baru Imlek

Dalam budaya Tiongkok, merah sangat erat kaitannya dengan energi positif, vitalistas, juga kegembiraan. 

Simbolisme ini bukan sebuah kebetulan, melainkan berakar kuat dalam filsafat dan tradisi kuno. Warna merah diyakini dapat mengusir roh jahat, energi negatif, juga nasib buruk. \

Warna merah dan legenda Nian 

Ilustrasi lampion.Shutterstock/Good_Citizen Ilustrasi lampion.
Warna merah juga tidak terlepas dari legenda kuno tentang mengusir mahluk mitos bernama Nian. Kisah Nian digambarkan sebagai binatang buas yang muncul dari laut yang meneror penduduk desa pada malam Tahun Baru Imlek. 

Tak hanya memangsa manusia, Nian juga memakan hewan ternak. Hal ini pun membuat penduduk hidup dalam ketakutan sampai akhirnya menemukan kelemahan binatang buas tersebut, yakni takut terhadap suara keras, api, serta warna merah. 

Memanfaatkan kelemahan Nian tersebut, penduduk mencari cara untuk melindungi diri serta rumah. Mereka menempelkan kertas merah di pintu depan rumah, menggantung lampion, serta menyalakan petasan. 

Cara ini pun berhasil membuat Nian takut dan pergi meninggalkan desa. Sejak peristiwa itu, merah menjadi tradisi dalam perayaan Tahun Baru Imlek atau festival musim semi hingga sekarang. 

Merah memiliki makna pelindung, perayaan, serta kemenangan atas kesulitan. 

Baca juga: 6 Dekorasi Imlek yang Dapat Datangkan Keberuntungan di Tahun Kuda Api 

Hanya digunakan saat Imlek 

Ilustrasi mendekorasi rumah untuk menyambut Imlek.Shutterstock/Pixel-Shot Ilustrasi mendekorasi rumah untuk menyambut Imlek.
Namun, Yulius dan Angelina memperingatkan merah dan emas hanya digunakan dalam perayaan Imlek saja.

"Tidak disarankan menggunakan merah dan emas dalam keseluruhan rumah, seperti warna dinding maupun lantai rumah, untuk waktu lama," ucap Yulius dan Angelina. 

Hal ini karena penggunaan warna dalam feng shui memiliki aturannya sendiri dan tidak tergantung pada acara tertentu. 

Menurut feng shui, penggunaan warna dinding dan lantai rumah dalam jangka panjang atau selama Tahun Kuda Api ini bersifat relatif. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau