Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Sajikan, Ini 5 Buah Khas Imlek yang Bawa Keberuntungan

Kompas.com, 13 Februari 2026, 10:43 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya tentang pergantian tahun dalam kalender lunar, tapi juga momen berkumpul bersama keluarga. 

Salah satu tradisi yang dilakukan saat Tahun Baru Imlek adalah makan bersama keluarga. Momen ini menjadi ungkapan rasa syukur, mempererat hubungan, dan harapan untuk tahun yang lebih baik. 

Baca juga: Pakar Feng Shui Ungkap Area Rumah yang Harus Dibersihkan Saat Imlek 

Tradisi makan bersama keluarga ini terus diwariskan dari generaasi ke generasi. 

Ada banyak hidangan khas Imlek yang disajikan, termasuk buah-buah sebagai pencuci mulut. Mulai dari, jeruk, anggur, apel, delima, pisang, hingga stroberi. 

Namun, buah-buahan yang disajikan saat perayaan Tahun Baru Imlek ini tidak sekadar untuk dikonsumsi. Buah-buah ini mempunyai makna dan menghadirkannya saat Imlek diyakini dapat membawa hal-hal positif ke rumah.

Yulius Fang dan Angelina Fang, pakar feng shui di Feng Shui Consulting Indonesia, menjelaskan menghadirkan buah-buahan saat Imlek pada dasarnya bersifat tidak wajib. 

"Artinya, bila ada buah bagus, bila tidak ada, tidak akan merugikan," ucap Yulius dan Angelina kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026). 

Kedua menyarankan memastikan buah-buahan yang disajikan memiliki rasa manis sebagai harapan baik selama setahun ke depan. 

Baca juga: Arti Warna Merah dalam Tahun Baru Imlek dan Warna yang Harus Dihindari

"Buah manis sangat penting, terlebih buat mereka yang masih menjalankan tradisi untuk memberikan buah-buahan kepada sanak keluarga atau teman terdekat," kata keduanya. 

Yulius dan Angelina menambahkan biasanya buah yang memiliki makna baik dalam budaya Tiongkok diberikan sebagai hadiah atau hampers saat Tahun Baru Imlek karena dianggap sebagai makanan sehat.

"Memberikan hadiah buah berarti mendoakan kesehatan, mendoakan hal baik yang dilambangkan buah tersebut, " ucap keduanya. 

Selain itu, buah yang diberikan idealnya harus dalam jumlah genap dengan harapan semua keinginan pada Tahun Baru Imlek 2026 akan digenapi. 

"Dari angka genap ini, akan menghasilkan kelebihan (rezeki ke masa depan), seperti sepasang suami istri (jumlahnya genap) yang bisa melahirkan anak untuk masa depan," imbuh Yulius dan Angelina.

Yulius dan Angelina membagikan beberapa buah khas Imlek yang dapat membawa keberuntungan seperti berikut ini.

Baca juga: 6 Dekorasi Imlek yang Dapat Datangkan Keberuntungan di Tahun Kuda Api 

Jeruk

Ilustrasi jeruk.Shutterstock/Nitr Ilustrasi jeruk.
Jeruk menjadi buah utama yang disajikan dalam perayaan Imlek serta diberikan sebagai hampers. Hal ini bukan tanpa alasan. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau