Penulis
KOMPAS.com - Menemukan butiran hitam kecil di sudut rumah sering kali membuat pemilik rumah bertanya-tanya, apakah itu kotoran tikus atau kecoa?
Sekilas keduanya tampak mirip karena sama-sama berwarna gelap. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada sejumlah perbedaan kotoran kecoa dan tikus yang cukup jelas.
Mengenali jenis kotoran serangga dan hewan pengerat penting dilakukan agar penanganannya tepat dan risiko kesehatan bisa diminimalkan.
Mengutip Rentokil, perbedaan kotoran kecoa dan tikus paling mudah dilihat adalah dari bentuknya. Kotoran tikus berbentuk seperti kapsul, permukaannya halus, dan meruncing di kedua ujungnya. Teksturnya cenderung padat dan utuh.
Sebaliknya, kotoran kecoa berbentuk silindris kecil dengan tonjolan atau alur yang terlihat jelas di sepanjang sisinya. Bentuknya tidak meruncing, melainkan memiliki ujung tumpul atau datar.
Baca juga: Cara Aman Membersihkan Kotoran Tikus agar Tidak Tertular Penyakit
Jika dilihat lebih dekat, kotoran kecoa tampak lebih beralur dibandingkan kotoran tikus yang cenderung licin.
Ukuran juga menjadi pembeda signifikan. Kotoran tikus berukuran relatif besar, sekitar 1/2 hingga 3/4 inci. Karena ukurannya cukup jelas terlihat, kotoran ini biasanya mudah dikenali tanpa alat bantu.
Sementara itu, kotoran kecoa sangat kecil, hanya sekitar 1–3 milimeter. Banyak orang menggambarkannya seperti lada hitam atau bubuk kopi yang tersebar di permukaan.
Perbedaan kotoran tikus dan kecoa dari sisi ukuran ini sering menjadi petunjuk pertama untuk mengidentifikasi jenis hama yang ada di rumah.
Detail kecil pada bagian ujung bisa membantu memastikan. Kotoran tikus memiliki ujung yang runcing. Bentuknya memanjang dengan kedua sisi yang mengecil di bagian akhir.
Adapun kotoran kecoa memiliki ujung yang cenderung tumpul atau datar. Tidak ada bagian yang benar-benar meruncing.
Baca juga: Cara Mudah Membedakan Kotoran Tikus dengan Cicak
Tempat ditemukannya kotoran juga bisa menjadi indikator. Kotoran tikus kerap ditemukan di jalur pergerakan, seperti sepanjang dinding, sudut ruangan, atau bahkan di loteng. Tikus biasanya meninggalkan jejak kotoran di area yang sering dilaluinya.
Sebaliknya, kotoran kecoa lebih sering ditemukan di dekat sumber makanan atau air, seperti di bawah wastafel, di dalam lemari dapur, atau area lembap lainnya.
Kotoran kecoa juga cenderung muncul bergerombol di satu titik, terutama di lokasi persembunyian mereka.
Ada beberapa tanda tambahan yang dapat membantu identifikasi perbedaan kotoran kecoa dan tikus, pertama yaitu kotoran tikus terkadang mengandung serpihan rambut.
Sementara kotoran kecoa sering ditemukan bersama tanda bekas makan atau noda kecil di sekitar area tersebut.
Baca juga: Jangan Abaikan, Ini Tanda-tanda Tikus Mulai Bersarang di Rumah
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang