Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata Begini Cara Membedakan Kotoran Tikus dan Kecoa

Kompas.com, 18 Februari 2026, 18:36 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Menemukan butiran hitam kecil di sudut rumah sering kali membuat pemilik rumah bertanya-tanya, apakah itu kotoran tikus atau kecoa?

Sekilas keduanya tampak mirip karena sama-sama berwarna gelap. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada sejumlah perbedaan kotoran kecoa dan tikus yang cukup jelas.

Mengenali jenis kotoran serangga dan hewan pengerat penting dilakukan agar penanganannya tepat dan risiko kesehatan bisa diminimalkan.

Perbedaan kotoran tikus dan kecoa

Mengutip Rentokil, perbedaan kotoran kecoa dan tikus paling mudah dilihat adalah dari bentuknya. Kotoran tikus berbentuk seperti kapsul, permukaannya halus, dan meruncing di kedua ujungnya. Teksturnya cenderung padat dan utuh.

Sebaliknya, kotoran kecoa berbentuk silindris kecil dengan tonjolan atau alur yang terlihat jelas di sepanjang sisinya. Bentuknya tidak meruncing, melainkan memiliki ujung tumpul atau datar.

Baca juga: Cara Aman Membersihkan Kotoran Tikus agar Tidak Tertular Penyakit

Jika dilihat lebih dekat, kotoran kecoa tampak lebih beralur dibandingkan kotoran tikus yang cenderung licin.

Ukuran juga menjadi pembeda signifikan. Kotoran tikus berukuran relatif besar, sekitar 1/2 hingga 3/4 inci. Karena ukurannya cukup jelas terlihat, kotoran ini biasanya mudah dikenali tanpa alat bantu.

Sementara itu, kotoran kecoa sangat kecil, hanya sekitar 1–3 milimeter. Banyak orang menggambarkannya seperti lada hitam atau bubuk kopi yang tersebar di permukaan.

Perbedaan kotoran tikus dan kecoa dari sisi ukuran ini sering menjadi petunjuk pertama untuk mengidentifikasi jenis hama yang ada di rumah.

Ujung runcing kotoran tikus

Detail kecil pada bagian ujung bisa membantu memastikan. Kotoran tikus memiliki ujung yang runcing. Bentuknya memanjang dengan kedua sisi yang mengecil di bagian akhir.

Adapun kotoran kecoa memiliki ujung yang cenderung tumpul atau datar. Tidak ada bagian yang benar-benar meruncing.

Baca juga: Cara Mudah Membedakan Kotoran Tikus dengan Cicak

Tempat ditemukannya kotoran juga bisa menjadi indikator. Kotoran tikus kerap ditemukan di jalur pergerakan, seperti sepanjang dinding, sudut ruangan, atau bahkan di loteng. Tikus biasanya meninggalkan jejak kotoran di area yang sering dilaluinya.

Sebaliknya, kotoran kecoa lebih sering ditemukan di dekat sumber makanan atau air, seperti di bawah wastafel, di dalam lemari dapur, atau area lembap lainnya.

Kotoran kecoa juga cenderung muncul bergerombol di satu titik, terutama di lokasi persembunyian mereka.

Ada beberapa tanda tambahan yang dapat membantu identifikasi perbedaan kotoran kecoa dan tikus, pertama yaitu kotoran tikus terkadang mengandung serpihan rambut.

Sementara kotoran kecoa sering ditemukan bersama tanda bekas makan atau noda kecil di sekitar area tersebut.

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini Tanda-tanda Tikus Mulai Bersarang di Rumah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau