Penulis
KOMPAS.com - Tidak sedikit orang yang langsung memakai celana dalam yang baru dibeli tanpa mencucinya terlebih dahulu. Padahal, kebiasaan ini sebenarnya kurang dianjurkan dari sisi kebersihan dan kesehatan.
Meski terlihat bersih dan masih berlabel, pakaian dalam baru belum tentu benar-benar steril.
Ada beberapa alasan yang membuat mencuci pakaian dalam sebelum dipakai menjadi langkah penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.
Ilustrasi mencuci bra dan pakaian dalam dengan tangan. Dilansir dari Real Simple, berikut ini alasan agar pakaian dalam baru tidak langsung dipakai.
Baca juga: Jangan Gunakan Mesin Pengering, 7 Jenis Pakaian Ini Lebih Baik Dijemur
Di sejumlah toko pakaian dalam, pelanggan diperbolehkan mencoba produk, biasanya dengan ketentuan dikenakan di atas pakaian dalam yang sedang dipakai atau menggunakan lapisan pelindung khusus.
Meski begitu, tidak ada jaminan semua orang mematuhi aturan yang diterapkan di toko tersebut.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pakaian dalam dan kaus kaki termasuk jenis pakaian yang paling banyak mengandung bakteri dan jamur dibandingkan jenis pakaian lainnya.
Hal ini membuat pakaian dalam baru berpotensi membawa mikroorganisme, kotoran, atau zat lain yang tidak terlihat oleh mata.
Baca juga: Sudah Dicuci Bersih, tapi Pakaian Masih Bau Apak? Ini Penyebabnya
Selain itu, barang retur juga bisa menjadi sumber kontaminasi. Beberapa merek besar, seperti Victoria’s Secret, diketahui menggunakan perlakuan ozon untuk mensterilkan barang yang dikembalikan. Namun, tidak semua toko menerapkan prosedur serupa.
Pakaian yang baru diproduksi umumnya melalui berbagai proses kimia agar tetap rapi dan tidak berjamur selama pengiriman dan penyimpanan.
Salah satu bahan yang kerap digunakan adalah urea-formaldehida, yang berfungsi mencegah kain kusut dan lembap.
Meski bermanfaat bagi produsen, residu bahan kimia tersebut bisa memicu iritasi kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Baca juga: Jangan Asal, Ini Suhu Air yang Tepat untuk Mencuci Pakaian Putih
Area tubuh yang tertutup pakaian dalam juga termasuk bagian yang sangat sensitif, sehingga lebih rentan mengalami ruam atau gatal jika bersentuhan langsung dengan zat kimia tertentu.
Selain bahan kimia, pakaian baru juga sering masih mengandung sisa pewarna kain. Jika langsung dipakai tanpa dicuci, pewarna tersebut bisa berpindah ke kulit.