Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pakaian Dalam Baru Sebaiknya Tidak Langsung Dipakai, Ini Alasannya

Kompas.com, 19 Februari 2026, 12:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Tidak sedikit orang yang langsung memakai celana dalam yang baru dibeli tanpa mencucinya terlebih dahulu. Padahal, kebiasaan ini sebenarnya kurang dianjurkan dari sisi kebersihan dan kesehatan.

Meski terlihat bersih dan masih berlabel, pakaian dalam baru belum tentu benar-benar steril.

Ada beberapa alasan yang membuat mencuci pakaian dalam sebelum dipakai menjadi langkah penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.

Alasan pakaian dalam baru tidak boleh langsung dipakai

Ilustrasi mencuci bra dan pakaian dalam dengan tangan. SHUTTERSTOCK/AMORNRACH CHAIYACHAT Ilustrasi mencuci bra dan pakaian dalam dengan tangan.

Dilansir dari Real Simple, berikut ini alasan agar pakaian dalam baru tidak langsung dipakai.

Baca juga: Jangan Gunakan Mesin Pengering, 7 Jenis Pakaian Ini Lebih Baik Dijemur

Mungkin pernah dicoba orang lain

Di sejumlah toko pakaian dalam, pelanggan diperbolehkan mencoba produk, biasanya dengan ketentuan dikenakan di atas pakaian dalam yang sedang dipakai atau menggunakan lapisan pelindung khusus.

Meski begitu, tidak ada jaminan semua orang mematuhi aturan yang diterapkan di toko tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pakaian dalam dan kaus kaki termasuk jenis pakaian yang paling banyak mengandung bakteri dan jamur dibandingkan jenis pakaian lainnya.

Hal ini membuat pakaian dalam baru berpotensi membawa mikroorganisme, kotoran, atau zat lain yang tidak terlihat oleh mata.

Baca juga: Sudah Dicuci Bersih, tapi Pakaian Masih Bau Apak? Ini Penyebabnya

Selain itu, barang retur juga bisa menjadi sumber kontaminasi. Beberapa merek besar, seperti Victoria’s Secret, diketahui menggunakan perlakuan ozon untuk mensterilkan barang yang dikembalikan. Namun, tidak semua toko menerapkan prosedur serupa.

Mengandung bahan kimia dari proses produksi

Pakaian yang baru diproduksi umumnya melalui berbagai proses kimia agar tetap rapi dan tidak berjamur selama pengiriman dan penyimpanan.

Salah satu bahan yang kerap digunakan adalah urea-formaldehida, yang berfungsi mencegah kain kusut dan lembap.

Meski bermanfaat bagi produsen, residu bahan kimia tersebut bisa memicu iritasi kulit, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Baca juga: Jangan Asal, Ini Suhu Air yang Tepat untuk Mencuci Pakaian Putih

Area tubuh yang tertutup pakaian dalam juga termasuk bagian yang sangat sensitif, sehingga lebih rentan mengalami ruam atau gatal jika bersentuhan langsung dengan zat kimia tertentu.

Pewarna kain bisa luntur ke kulit

Selain bahan kimia, pakaian baru juga sering masih mengandung sisa pewarna kain. Jika langsung dipakai tanpa dicuci, pewarna tersebut bisa berpindah ke kulit.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau