Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 26 Februari 2026, 15:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Sebagian pemilik kucing mungkin pernah melihat hewan peliharaannya mendesis, memukul, atau bahkan menggigit ekornya sendiri.

Sekilas terlihat seperti perilaku bermain, tapi jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan maupun stres pada kucing.

Penyebab kucing menyerang ekornya sendiri

Lantas, apa sebenarnya penyebab kucing menyerang ekornya sendiri? Dilansir dari The Spruce Pets, berikut ini penyebab dan cara mengatasi kucing yang menyerang ekornya sendiri.

Bisa dipicu masalah kesehatan

Masalah ini sebaiknya dilihat dari dua sisi, yakni kesehatan fisik dan kondisi emosional kucing.

Baca juga: Bisakah Memelihara Kucing dan Burung Bersamaan?

Dari sisi kesehatan, agresi yang diarahkan ke diri sendiri sering kali dipicu oleh rasa tidak nyaman.

Gigitan kutu di bagian ekor, nyeri pada sendi ekor, atau gangguan saraf bisa membuat kucing tertarik pada ekornya lalu menyerangnya.

Pada beberapa kasus, terdapat kondisi langka yang disebut sindrom hiperestesia, yang ditandai dengan kulit punggung yang tampak bergetar atau bergelombang serta perilaku mengejar dan menyerang ekor.

Jika perilaku ini muncul setelah tindakan medis tertentu, seperti sterilisasi, rasa sakit atau ketidaknyamanan pascaoperasi juga bisa menjadi pemicu awal.

Naluri alami berburu

Dari sisi naluri, gerakan ekor dapat memancing insting berburu kucing.

Anak kucing sering menjadikan ekornya sendiri atau ekor kucing lain sebagai sasaran permainan.

Baca juga: 8 Fakta Menarik Kucing Putih, Langka dan Bawa Keberuntungan

Umumnya, kebiasaan ini akan berkurang seiring pertambahan usia, meski pada sebagian kucing dewasa masih bisa muncul sesekali.

Akan tetapi, jika perilaku tersebut disertai desisan, kemarahan, atau terjadi terus-menerus, kemungkinan besar bukan sekadar bermain.

Stres bisa memperparah perilaku

Stres juga berperan besar dalam memicu perilaku tidak biasa bagi kucing. Sumber stres setiap kucing berbeda-beda.

Ada kucing yang mudah terganggu oleh perubahan kecil di rumah, sedangkan yang lain tampak lebih tahan terhadap situasi baru.

Agresi yang dialihkan merupakan salah satu cara kucing meluapkan stres. Dalam kondisi tertekan, kucing bisa mengarahkan agresinya ke objek terdekat, termasuk ekornya sendiri.

Baca juga: Apa Penyebab Kucing Peliharaan Tiba-tiba Bau?

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau