Penulis
KOMPAS.com - Sebagian pemilik kucing mungkin pernah melihat hewan peliharaannya mendesis, memukul, atau bahkan menggigit ekornya sendiri.
Sekilas terlihat seperti perilaku bermain, tapi jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan maupun stres pada kucing.
Lantas, apa sebenarnya penyebab kucing menyerang ekornya sendiri? Dilansir dari The Spruce Pets, berikut ini penyebab dan cara mengatasi kucing yang menyerang ekornya sendiri.
Masalah ini sebaiknya dilihat dari dua sisi, yakni kesehatan fisik dan kondisi emosional kucing.
Baca juga: Bisakah Memelihara Kucing dan Burung Bersamaan?
Dari sisi kesehatan, agresi yang diarahkan ke diri sendiri sering kali dipicu oleh rasa tidak nyaman.
Gigitan kutu di bagian ekor, nyeri pada sendi ekor, atau gangguan saraf bisa membuat kucing tertarik pada ekornya lalu menyerangnya.
Pada beberapa kasus, terdapat kondisi langka yang disebut sindrom hiperestesia, yang ditandai dengan kulit punggung yang tampak bergetar atau bergelombang serta perilaku mengejar dan menyerang ekor.
Jika perilaku ini muncul setelah tindakan medis tertentu, seperti sterilisasi, rasa sakit atau ketidaknyamanan pascaoperasi juga bisa menjadi pemicu awal.
Dari sisi naluri, gerakan ekor dapat memancing insting berburu kucing.
Anak kucing sering menjadikan ekornya sendiri atau ekor kucing lain sebagai sasaran permainan.
Baca juga: 8 Fakta Menarik Kucing Putih, Langka dan Bawa Keberuntungan
Umumnya, kebiasaan ini akan berkurang seiring pertambahan usia, meski pada sebagian kucing dewasa masih bisa muncul sesekali.
Akan tetapi, jika perilaku tersebut disertai desisan, kemarahan, atau terjadi terus-menerus, kemungkinan besar bukan sekadar bermain.
Stres juga berperan besar dalam memicu perilaku tidak biasa bagi kucing. Sumber stres setiap kucing berbeda-beda.
Ada kucing yang mudah terganggu oleh perubahan kecil di rumah, sedangkan yang lain tampak lebih tahan terhadap situasi baru.
Agresi yang dialihkan merupakan salah satu cara kucing meluapkan stres. Dalam kondisi tertekan, kucing bisa mengarahkan agresinya ke objek terdekat, termasuk ekornya sendiri.