“Ada banyak pakaian yang tidak bereaksi, baik terhadap pengeringan dengan mesin pengering, karena panas dapat menyebabkan penyusutan dan kelelahan kain secara keseluruhan,” kata Lewenhaupt.
Untuk mencegah hal ini, Lewenhaupt menyarakan mengecek label perawatan untuk menentukan metode pengeringan terbaik untuk pakaian atau keringkan di udara jika memungkinkan.
Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Mencuci Pakaian untuk Hemat Tagihan Energi
Ilustrasi mencuci pakaian dengan mesin cuci.“Jika tidak dapat menghindari pencampuran warna atau mencuci pakaian multi-warna, gunakan lembaran penyerap warna yang menyerap pigmen warna yang lepas untuk mencegahnya berpindah ke pakaian lain,” saran Lewenhaupt.
Matt O'Connor, salah satu pendiri dan CEO layanan laundry NoScrubs, mengatakan segera lakukan perawatan pada noda untuk mencegah noda yang seharusnya tidak permanen menjadi sulit dihilangkan.
“Noda yang sudah menempel hampir tidak mungkin dihilangkan sehingga selalu lakukan perawatan awal pada pakaian yang terkena noda sebelumnya,” ucap O’Connor.
Umumnya, ada dua jenis pemutih yang digunakan untuk mencuci pakaian, yakni pemutih klorin dan non klorin. Keduanya perlu digunakan sesuai dengan jenis kain.
Menurut Lindsay Jones, Manajer Merek Terintegrasi Maytag, sangat penting memilih yang tepat untuk kain.
Baca juga: 6 Dampak Buruk Mencuci Pakaian dengan Air Sadah
“Pemutih klorin tradisional bagus untuk pemutihan cepat dan ampuh untuk noda dan bau membandel,” kata Jones.
Namun, Jones menambahkan untuk tidak menggunakan pemutih klorin tradisional pada pakaian berwarna gelap.
Lebih baik, gunakan pemutih berbasis oksigen yang umumnya aman untuk warna dan dapat digunakan secara bertahap pada noda, seperti makanan dan keringat..
Handuk menjadi salah satu jenis kain paling kotor sehingga membutuhkan air tambahan dan proses pencucian berbeda. Sebaiknya, cuci handuk secara terpisah dari cucian lain agar hasilnya bersih optimal.
“Handuk itu berat, menyerap air, dan melepaskan serat, yang dapat menempel pada pakaian yang lebih halus. Mencucinya secara terpisah membantu handuk mengering lebih menyeluruh dan mencegah penumpukan jamur,” jelas Maria Mooney, pakar pembersihan non-toksik dan direktur merek eksekutif di Truly Free Home.
Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian?
Terakhir, aturan mencuci pakaian yang benar agar hasil bersih maksimal adalah mencuci pakaian olahraga dengan siklus pencucian yang tepat untuk mempertahankan bentuknya.
“Air panas dan suhu tinggi dapat merusak elastisitas dan bentuk legging dan bra olahraga,” kata Mooney.
Untuk menjaga elastisitasnya, balikkan pakaian olahraga, cuci secara terpisah dengan siklus dingin dan lembut, atau cuci dengan tangan, dan selalu keringkan dengan cara diangin-anginkan atau di rak pengering.
Cara ini juga dapat melindungi kain yang menyerap kelembapan serta membantu menghilangkan bau yang tersisa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang