Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Aturan Mencuci Pakaian yang Benar agar Lebih Bersih dan Harum

Kompas.com, 2 Maret 2026, 22:13 WIB
Elma Pinkan Yulianti,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

“Ada banyak pakaian yang tidak bereaksi, baik terhadap pengeringan dengan mesin pengering, karena panas dapat menyebabkan penyusutan dan kelelahan kain secara keseluruhan,” kata Lewenhaupt. 

Untuk mencegah hal ini, Lewenhaupt menyarakan mengecek label perawatan untuk menentukan metode pengeringan terbaik untuk pakaian atau keringkan di udara jika memungkinkan. 

Baca juga: Catat, Ini Waktu Terbaik Mencuci Pakaian untuk Hemat Tagihan Energi 

Sortir pakaian terlebih dahulu

Ilustrasi mencuci pakaian dengan mesin cuci.SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIO Ilustrasi mencuci pakaian dengan mesin cuci.
Lewenhaupt menyarankan memilah pakaian menjadi empat tumpukan; pakaian hitam dan gelap, pakaian putih dan terang, pakaian halus, dan pakaian merah/merah muda. 

“Jika tidak dapat menghindari pencampuran warna atau mencuci pakaian multi-warna, gunakan lembaran penyerap warna yang menyerap pigmen warna yang lepas untuk mencegahnya berpindah ke pakaian lain,” saran Lewenhaupt.

Lakukan pra-perawatan semua noda

Matt O'Connor, salah satu pendiri dan CEO layanan laundry NoScrubs, mengatakan segera lakukan perawatan pada noda untuk mencegah noda yang seharusnya tidak permanen menjadi sulit dihilangkan.

“Noda yang sudah menempel hampir tidak mungkin dihilangkan sehingga selalu lakukan perawatan awal pada pakaian yang terkena noda sebelumnya,” ucap O’Connor.

Pilih pemutih dengan bijak

Umumnya, ada dua jenis pemutih yang digunakan untuk mencuci pakaian, yakni pemutih klorin dan non klorin. Keduanya perlu digunakan sesuai dengan jenis kain.

Menurut Lindsay Jones, Manajer Merek Terintegrasi Maytag, sangat penting memilih yang tepat untuk kain. 

Baca juga: 6 Dampak Buruk Mencuci Pakaian dengan Air Sadah

“Pemutih klorin tradisional bagus untuk pemutihan cepat dan ampuh untuk noda dan bau membandel,” kata Jones. 

Namun, Jones menambahkan untuk tidak menggunakan pemutih klorin tradisional pada pakaian berwarna gelap.

Lebih baik, gunakan pemutih berbasis oksigen yang umumnya aman untuk warna dan dapat digunakan secara bertahap pada noda, seperti makanan dan keringat..

Selalu cuci handuk secara terpisah

Handuk menjadi salah satu jenis kain paling kotor sehingga membutuhkan air tambahan dan proses pencucian berbeda. Sebaiknya, cuci handuk secara terpisah dari cucian lain agar hasilnya bersih optimal.

“Handuk itu berat, menyerap air, dan melepaskan serat, yang dapat menempel pada pakaian yang lebih halus. Mencucinya secara terpisah membantu handuk mengering lebih menyeluruh dan mencegah penumpukan jamur,” jelas Maria Mooney, pakar pembersihan non-toksik dan direktur merek eksekutif di Truly Free Home. 

Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian? 

Cuci pakaian olahraga dengan siklus yang tepat

Terakhir, aturan mencuci pakaian yang benar agar hasil bersih maksimal adalah mencuci pakaian olahraga dengan siklus pencucian yang tepat untuk mempertahankan bentuknya. 

“Air panas dan suhu tinggi dapat merusak elastisitas dan bentuk legging dan bra olahraga,” kata Mooney. 

Untuk menjaga elastisitasnya, balikkan pakaian olahraga, cuci secara terpisah dengan siklus dingin dan lembut, atau cuci dengan tangan, dan selalu keringkan dengan cara diangin-anginkan atau di rak pengering. 

Cara ini juga dapat melindungi kain yang menyerap kelembapan serta membantu menghilangkan bau yang tersisa. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau