Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol Serbaraja Berlanjut, Serpong-Balaraja Timur Tersambung 2030

Kompas.com, 26 Februari 2026, 08:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Strategi ekspansi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) tahun 2026 tetap mengakar kuat pada dominasi lahan di kawasan penyangga Jakarta.

Tahun 2026, fokus utama perseroan melanjutkan pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja).

Tol ini merupakan proyek infrastruktur kunci yang menghubungkan Serpong dengan pusat pertumbuhan baru di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Biayai Tol Betung-Tempino-Jambi, 5 Bank Sindikasi Kredit Rp 13,64 Triliun

Total panjang jalan tol ini dirancang mencapai 39,4 kilometer yang terbagi dalam tiga fase utama.

Fase 1 (Serpong-Legok) sepanjang 5,15 kilometer telah beroperasi penuh dengan tarif Rp 6.000 untuk kendaraan Golongan I.

Kini, perhatian beralih pada Fase 2 (Legok-Tigaraksa Selatan) sepanjang 11,5 kilometer dan Fase 3 (Tigaraksa Selatan-Balaraja) membentang 18,6 kilometer.

Secara teknis, kebutuhan investasi untuk keseluruhan proyek ini diperkirakan menembus Rp 30 triliun.

Baca juga: Bukan Pas Mudik, Tol Japek II Hanya Dibuka Gratis untuk Arus Balik

Namun, Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyebut angka final belanja modal (capital expenditure) untuk Fase 2 dan 3 masih dalam tahap pengolahan di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Secara garis besar, jika diasumsikan dari fase pertama yang memakan biaya sekitar Rp 5,2 triliun untuk jarak 5 kilometer, maka sisa 30 kilometer berikutnya akan memiliki angka yang cukup signifikan," tutur Hermawan menjawab Kompas.com, Rabu (25/2/2026).

Target 2030: Menyambung Ujung Barat

Target penyelesaian total proyek Tol Serbaraja dicanangkan pada tahun 2030. Saat itu, jalur ini diproyeksikan telah mencapai titik Balaraja Timur.

Ruas ini menjadi krusial karena menghubungkan BSD City langsung dengan jalur logistik utama menuju Merak dan kawasan industri Tangerang Barat.

Baca juga: Tol Surabaya-Gempol Bakal Punya 3 Lajur, Intip Progresnya

Hermawan optimistis target 2030 dapat tercapai, meskipun realisasinya sangat bergantung pada kesiapan lahan dan penentuan tarif oleh BPJT.

Mengenai struktur tarif, ia memperkirakan formulasinya akan menyerupai Fase 1 yang saat ini berada di kisaran Rp 6.000 untuk jarak 5 kilometer pertama.

Infrastruktur Sebagai Pendongkrak Nilai Properti

Dalam jangka pendek, menghadapi momentum mudik dan libur Lebaran 2026, manajemen memastikan bahwa Tol Serbaraja Fase 1 dalam kondisi prima.

Mengingat jalur ini merupakan akses aglomerasi dan bukan jalur utama mudik nasional yang mengarah ke Trans-Jawa, tingkat kepadatan diperkirakan tetap terkendali tanpa kendala operasional yang berarti.

Baca juga: Hati-hati Ada Perbaikan Tol JORR, Cek Jadwalnya di Sini

Secara strategis, keberadaan Tol Serbaraja memberikan keunggulan kompetitif bagi BSDE dalam memasarkan lahan-lahan di sisi barat BSD City.

Konektivitas tol ini tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga mengubah wajah kawasan dari daerah pinggiran menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Data internal menunjukkan bahwa penyerapan lahan meningkat setelah akses infrastruktur dibuka.

Strategi ini membuktikan bahwa BSDE tidak hanya menjual unit rumah, tetapi menjual ekosistem konektivitas yang terintegrasi dengan jaringan jalan nasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau