Penulis
KOMPAS.com - Masjid Negara di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kali menyelenggarakan salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Salat Idulfitri berjemaah di Masjid Negara IKN dimulai pukul 06.30 WITA dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin merasakan pengalaman beribadah di atmosfer pusat pemerintahan masa depan.
Baca juga: [POPULER PROPERTI] Ini Desain Masjid Negara IKN, Nyaris Rp 1 Triliun
Masjid Negara IKN dipenuhi masyarakat di IKN dan sekitarnya. Jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti rangkaian salat Idulfitri yang dipimpin imam salat Dr. Ahmad Muzakir, akademisi dari Universitas PTIQ Jakarta.
Dilansir dari YouTube Tribun Kaltim Official, mayoritas jamaah yang datang bersama keluarga mereka. Jamaah sudah memadati area masjid sejak pukul 04.00 WITA yang didominasi kendaraan roda empat.
Kepadatan sudah terlihat sejak gerbang utama masjid hingga area parkir.
Bagi warga yang tinggal di hunian pekerja atau ASN, tersedia layanan shuttle bus dalam kota untuk menuju masjid.
Bus ini akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WITA, melayani penjemputan dari halte Rusun ASN 1 hingga 4, hunian pekerja konstruksi (HPK), serta area peristirahatan (rest area).
Baca juga: Rumah Menengah Jadi Primadona, Harga Melambat Pasca Ledakan IKN
Sebelumnya, Masjid Negara IKN juga sudah digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih selama Ramadan.
Masjid Negara IKNMasjid megah ini berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar dengan luas bangunan mencapai 61.596 meter persegi dan daya tampung hingga 61 ribu jemaah secara keseluruhan.
Masjid Negara IKN terdiri atas empat lantai dengan tambahan dua lantai mezanin.
Berbeda dengan kubah setengah bola, atap Masjid Negara berbentuk lipatan-lipatan melingkar yang menyerupai surban.
Secara teknis, ini menggunakan material komposit yang ringan, tapi sangat kuat terhadap cuaca tropis Kalimantan.
Baca juga: 15 Kementerian Bakal Pindah, IKN Siap Sambut Ribuan ASN
Terdapat juga menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara, tetapi juga memiliki gardu pandang untuk melihat lanskap IKN.
Masjid Negara IKN dilengkapi fitur ramah lingkungan dengan sistem ventilasi alami yang memanfaatkan angin dari hutan sekitar.
Pemanfaatan pencahayaan alami dirancang secara maksimal melalui celah-celah geometris di atap dan sistem pengolahan air wudhu untuk penyiraman taman (water recycling).
Selain arsitekturnya yang megah, bagian dalam atau interior Masjid Negara IKN juga tampah mewah. Misalnya, dinding area imam memiliki warna coklat yang menonjol dan berbeda dari atapnya berwarna putih.
Dinding coklat ini membentang sepanjang bagian depan ruangan yang menyerupai ombak. Sementara itu, untuk mimbar khatib dibuat sedikit tinggi dengan latar belakang coklat.
Untuk lantai, Masjid Negara IKN memiliki lantai berwarna putih dengan corak abu-abu. Lantai marmer ini tidak ditutup karpet seperti masjid pada umumnya.
Baca juga: Prabowo Gelar Open House Lebaran, Intip Arsitektur Istana Negara
Area salat antara laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan pembatas kayu setinggi kurang-lebih 60-70 meter.
Masjid Negara IKN juga dilengkapi berbagai fasilatas pendukung lainnya, di antaranya ruang pertemuan, perpustakaan digital, serta area komersial UMKM yang terintegrasi dengan Plaza Edukasi Keagamaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang