Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gelar Salat Idulfitri Perdana, Ini Arsitektur Megah Masjid Negara IKN

Kompas.com, 21 Maret 2026, 16:39 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Masjid Negara di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kali menyelenggarakan salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).

Salat Idulfitri berjemaah di Masjid Negara IKN dimulai pukul 06.30 WITA dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin merasakan pengalaman beribadah di atmosfer pusat pemerintahan masa depan. 

Baca juga: [POPULER PROPERTI] Ini Desain Masjid Negara IKN, Nyaris Rp 1 Triliun

Masjid Negara IKN dipenuhi masyarakat di IKN dan sekitarnya. Jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti rangkaian salat Idulfitri yang dipimpin imam salat Dr. Ahmad Muzakir, akademisi dari Universitas PTIQ Jakarta. 

Dilansir dari YouTube Tribun Kaltim Official, mayoritas jamaah yang datang bersama keluarga mereka. Jamaah sudah memadati area masjid sejak pukul 04.00 WITA yang didominasi kendaraan roda empat.

Kepadatan sudah terlihat sejak gerbang utama masjid hingga area parkir. 

Bagi warga yang tinggal di hunian pekerja atau ASN, tersedia layanan shuttle bus dalam kota untuk menuju masjid. 

Bus ini akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WITA, melayani penjemputan dari halte Rusun ASN 1 hingga 4, hunian pekerja konstruksi (HPK), serta area peristirahatan (rest area). 

Baca juga: Rumah Menengah Jadi Primadona, Harga Melambat Pasca Ledakan IKN 

Sebelumnya, Masjid Negara IKN juga sudah digunakan masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih selama Ramadan. 

Arsitektur Masjid Negara IKN

Masjid Negara IKNOIKN Masjid Negara IKN
Masjid Negara IKN dirancang untuk menjadi ikon baru dunia Islam dengan desain mewah yang mendobrak pakem kubah tradisional. 

Masjid megah ini berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektar dengan luas bangunan mencapai 61.596 meter persegi dan daya tampung hingga 61 ribu jemaah secara keseluruhan. 

Masjid Negara IKN terdiri atas empat lantai dengan tambahan dua lantai mezanin. 

Berbeda dengan kubah setengah bola, atap Masjid Negara berbentuk lipatan-lipatan melingkar yang menyerupai surban.

Secara teknis, ini menggunakan material komposit yang ringan, tapi sangat kuat terhadap cuaca tropis Kalimantan. 

Baca juga: 15 Kementerian Bakal Pindah, IKN Siap Sambut Ribuan ASN 

Terdapat juga menara setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna. Menara ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengeras suara, tetapi juga memiliki gardu pandang untuk melihat lanskap IKN. 

Masjid Negara IKN dilengkapi fitur ramah lingkungan dengan sistem ventilasi alami yang memanfaatkan angin dari hutan sekitar. 

Pemanfaatan pencahayaan alami dirancang secara maksimal melalui celah-celah geometris di atap dan sistem pengolahan air wudhu untuk penyiraman taman (water recycling).

Selain arsitekturnya yang megah, bagian dalam atau interior Masjid Negara IKN juga tampah mewah. Misalnya, dinding area imam memiliki warna coklat yang menonjol dan berbeda dari atapnya berwarna putih. 

Dinding coklat ini membentang sepanjang bagian depan ruangan yang menyerupai ombak. Sementara itu, untuk mimbar khatib dibuat sedikit tinggi dengan latar belakang coklat. 

Untuk lantai, Masjid Negara IKN memiliki lantai berwarna putih dengan corak abu-abu. Lantai marmer ini tidak ditutup karpet seperti masjid pada umumnya. 

Baca juga: Prabowo Gelar Open House Lebaran, Intip Arsitektur Istana Negara 

Area salat antara laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan pembatas kayu setinggi kurang-lebih 60-70 meter. 

Masjid Negara IKN juga dilengkapi berbagai fasilatas pendukung lainnya, di antaranya ruang pertemuan, perpustakaan digital, serta area komersial UMKM yang terintegrasi dengan Plaza Edukasi Keagamaan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau