Penulis
KOMPAS.com - Momen Idul Fitri dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk menggelar acara open house bersama masyarakat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).
Acara open house ini dimulai pada pukul 12.00 WIB dan diperkirakan ada 5.000 masyarakat yang akan hadir.
Baca juga: Siapa Saja Presiden yang Pernah Tinggal di Istana Merdeka?
Istana Kepresidenan rutin menggelar acara open house pada Hari Raya Idul Fitri dan sudah kedua kalinya pada masa Presiden Prabowo menjabat.
Acara open house kali ini digelar setelah Presiden Prabowo Subianto kembali dari Aceh usai melaksanakan salat Idul Fitri di sana.
Istana Kepresidenan atau Istana Negara tidak hanya menjadi tempat untuk menyambut tamu kenegaraan, tapi juga masyarakat yang berkunjung, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri saat ini.
Sebelum Prabowo Subiato, presiden Indonesia sebelumnya juga rutin mengadakan acara open house di Istana Merdeka, di antaranya Abdulrachman Wahid atau Gus Dur, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.
Istana yang berada di Jalan Veteran ini merupakan bangunan bersejarah yang telah berdiri sebelum Indonesia merdeka, tepatnya mulai berdiri sejak 1879.
Baca juga: Istana Élysée, Rumah Bangsawan Terindah Venue Makan Malam Privat Prabowo dan Macron
Dikutip dari laman resmi Kemensetneg, Istana Kepresidenan memiliki luas sekitar 6,8 hektare yang terdiri atas dua bangunan, yakni Istana Negara dan Istana Merdeka.
Banyak orang bingung membedakan dua bangunan bersejarah tersebut dan menganggap keduanya sama, padahal jelas berbeda.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (tengah depan kiri) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah depan kanan) berfoto bersama para menteri kabinet yang baru dilantik di depan Istana Kepresidenan di Jakarta pada 21 Oktober 2024. (Foto oleh BAY ISMOYO / AFP)Lingkungan Istana Negara meliputi beberapa bangunan lain, yaitu Kantor Presiden, Wisma Negara, Masjid Baiturrahim, serta Museum Istana Kepresidenan.
Awalnya, Istana Negara merupakan kediaman pribadi seorang warga negara Belanda bernama J.A. van Braam.
Saat ini, Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, tempat penyelenggaraan acara-acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan internasional, serta tempat jamuan kenegaraan.
Istana Negara fungsinya lebih difokuskan kepada kegiatan resmi kepresidenan, yaitu sebagai kantor Presiden Republik Indonesia.
Baca juga: Sejarah dan Arsitektur Istana Merdeka, Venue Upacara HUT Ke-80 RI
Namun, jika peringatan hari besar kemerdekaan 17 Agustus, Istana Negara juga dipakai untuk acara jamuan makan Presiden dan para veteran.